Logo BeritaSatu

Menginspirasi Minoritas lewat Olahraga Angkat Berat

Sabtu, 11 Desember 2021 | 18:13 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

London, Beritasatu.com- Karenjeet Kaur Bains pernah mencoba olahraga atletik, lari. Namun pada usia 17 tahun, gadis Sikh ini memilih angkat berat. Di bawah bimbingan sang ayah, mantan binaragawan dan angkat berat, Bains dengan cepat menunjukkan kehebatannya. Lewat olahraga ini, Bains menginspirasi kaum minoritas.

“Saya menemukan cinta untuk merasa kuat dan tidak pernah melihat ke belakang,” katanya saat menjelaskan peralihan cabang olahraga.

Setelah tiga bulan menekuni angkat berat, Bains memenangkan kompetisi pertamanya. Kini dia ingin menginspirasi lebih banyak wanita untuk melakukan olahraga angkat berat.

Mimpi Bains adalah menjadi juara dunia wanita Sikh pertama, serta menggunakan platformnya dalam menginspirasi gadis-gadis lain untuk menekuni olahraga ini.

“Olahraga angkat berat sering kali merupakan olahraga yang didominasi pria,” kata Bains kepada CNN.

“Anda mendapatkan stereotip bahwa Anda akan berubah menjadi Arnold Schwarzenegger dengan wig, atau sesuatu seperti itu Namun itu akan menjadi mimpi bagi saya untuk memiliki gadis-gadis seperti saya naik kelas di junior dan mereka terlihat seperti saya dan Anda tidak pernah melihat mereka sebelumnya,” ujar Bains.

Bains yang pernah menjadi juara sprint 300 meter regional saat remaja, menemukan inspirasi olahraga di seluruh keluarganya ketika tumbuh dewasa. Kakak kembarnya yang lebih tua adalah pelari 400 meter tingkat nasional, dan dia ingat melihat mereka berlari di trek "seperti Superman."

Ibu Bains, sementara itu, didorong untuk mengambil atletik oleh ayah Bains dan memenangkan medali kejuaraan lokal dalam lemparan palu, cakram, dan tembakan di usia 40-an.

“Dia selalu ingin berolahraga ketika dia masih muda, tetapi dia tidak pernah mendapat kesempatan karena dia berasal dari Punjab, India, dan saat itu, anak perempuan tidak memiliki kesempatan yang sama untuk melakukan olahraga dan pendidikan,” kata Bains tentang ibunya.

"Kakak laki-laki saya adalah pegulat juara di India juga, tapi dia tidak bisa, dan saya pikir dia selalu ingin melakukan sesuatu yang sporty. Orang tua saya tidak pernah menghentikan saya, mereka selalu mendorong saya secara setara. Saya punya anutan di mana-mana, sungguh," tambahnya.

Setelah membantu pelatihan saat di cabang olahraga atletik, ayah Bains juga menjadi pelatih untuk sepanjang karier angkat besinya. Selain menyampaikan nasihat yang dikumpulkan sepanjang karier sendiri, ayah Bains juga membantu membangun gym di rumah keluarga di Warwickshire, Inggris, di mana Bains melakukan banyak pelatihan hari ini.

Salah satu yang menarik dari karier angkat berat Bains sejauh ini adalah medali emas di divisi junior di Kejuaraan Powerlifting Persemakmuran 2019.

Pada Oktober, Bains berkompetisi sebagai atlet senior untuk pertama kalinya di Kejuaraan Dunia Bangku di Vilnius, Lithuania. Bains menempati posisi keenam dan menyamai pesaingnya yang terbaik dari 92,5 kilogram.

Fokus Bains sekarang adalah pada pelatihan sepanjang musim dingin dalam persiapan untuk kejuaraan nasional pada awal tahun 2022. Tapi meningkatkan beban terbesarnya dan memenangkan lebih banyak gelar hanyalah salah satu tujuan Bains.

“Saya menjadi wanita Sikh Inggris pertama yang pergi ke kejuaraan dunia untuk Inggris Raya, tetapi kemudian saya tidak ingin menjadi yang terakhir. Saya ingin ini membuka gerbang bagi banyak orang yang lebih beragam, bukan hanya orang Sikh, siapa pun dari minoritas, latar belakang beragam yang mungkin tidak memiliki kesempatan,” ujarnya.

Bains memilih untuk bersaing dengan nama lengkapnya dan memasukkan nama tradisional Sikh, Kaur.

“Itu berfungsi sebagai pengingat untuk membawa diri Anda lebih tinggi, untuk menjadi orang baik, untuk membantu orang," jelasnya.

Setiap kali naik ke panggung di kompetisi, Bains meluangkan waktu untuk mengingat nama Tuhan dan merenungkan kesulitan yang dia atasi.

"Jika bukan karena iman saya, saya pikir saya tidak akan mengasah mental, itu pasti membantu saya menyalurkan fokus dengan cara yang positif," katanya.

Menurut satu laporan yang dirilis pada tahun 2018 oleh Sporting Equals - satu badan amal yang mempromosikan kesetaraan, keragaman, dan inklusi dalam olahraga dan aktivitas fisik - yang melibatkan 194 wanita Asia Selatan di Inggris, 74% responden mengaku tidak aktif dan melakukan kurang dari 30 menit aktivitas fisik per minggu. Laporan tersebut juga menemukan bahwa wanita Asia Selatan di Inggris lebih cenderung tidak aktif dibandingkan pria.

Sebagai bagian dari mempromosikan pesan itu, Bains mengunjungi sekolah-sekolah dan memposting secara teratur tentang karier angkat besinya di media sosial.

Aktivitas Bains cukup sibuk. Bains adalah duta untuk Brawn yakni aplikasi komunitas global atlet angkat berat yang dibuat untuk menyatukan dan menghubungkan siapa saja yang tertarik dengan latihan angkat berat. Bains juga harus menyesuaikan latihan dengan pekerjaan sebagai akuntan mengingat karier angkat bebannya tidak didanai secara terpusat.

“Saya pikir masalah ini sering terjadi dalam budaya kita, Anda perlu fokus pada akademis Anda, mendapatkan pekerjaan yang bagus, tidak ingin ada gangguan. Dan seringkali, mereka melihat bahwa jika Anda mengejar hal-hal di luar akademis, itu mungkin menjadi gangguan. Itu mungkin salah satu alasan mengapa beberapa gadis tidak melakukannya atau mereka tidak melihat cukup banyak anutan,” tambahnya.

Saat mengambil ujian akuntansi, hampir setiap hari, Bains harus bangun jam 6 pagi dan tidur pada jam 1 pagi. Jadwal itu akan cocok belajar dan pergi ke gym di sela-sela pekerjaan sehari-harinya di London.

"Tidak pernah ada cukup waktu dalam sehari bagi saya," kelakar Bains.

Tapi semua kesibukan itu tampak berharga ketika Bains mendapat pesan yang mengatakan dia menginspirasi seseorang untuk pergi ke gym atau melakukan olahraga baru.

“Jika saya tahu saya membantu seseorang di luar sana atau memberi mereka motivasi, maka saya telah melakukan pekerjaan dengan baik,” tambahnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kerja Sama Politik PKB dengan PDIP Masih Tahap Komunikasi

Kerja sama politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan PDI Perjuangan (PDIP) masih tahap komunikasi awal.

NEWS | 25 September 2022

DPR: Penolakan Banding Sambo Bukti Keseriusan Polri

Nasir Djamil menilai penolakan banding Irjen Ferdy Sambo atas sanksi pemecatan tidak dengan hormat, menunjukkan keseriusan Polri menyikapi harapan publik.

NEWS | 25 September 2022

Perubahan Jam Kerja di DKI, Bogor Ingin Ada Kajian Bersama

Pemkot Bogor ingin ada kajian bersama dengan daerah penyangga terkait rencana perubahan jam kerja sebagai upaya mengatasi kemacetan di DKI.

NEWS | 25 September 2022

Gempa Bumi Magnitudo 5,5 Guncang Melonguane Sulawesi Utara

Gempa bumi dengan magnitudo 5,5 yang mengguncang Melonguane, Sulawesi Utara itu terjadi pukul 18.16.33 WIB.

NEWS | 25 September 2022

MAKI: Lukas Enembe Cukup Sehat Jalani Pemeriksaan KPK

MAKI menilai Gubernur Papua Lukas Enembe cukup sehat sehingga dapat menjalani pemeriksaan yang diagendakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

NEWS | 25 September 2022

Tak Masuk Prolegnas, Ini Pasal Kontroversial RUU Sisdiknas

RUU Sisdiknas batal masuk dalam Prolegnas prioritas tahun 2022, berikut berbagai pasal kontroversial yang tercantum di dalamnya.

NEWS | 25 September 2022

Kasus Lukas Enembe, KSP Tegaskan Tak Ada Kaitan dengan Politik

Tenaga Ahli Utama KSP Theo Litaay menegaskan kasus Lukas Enembe murni kasus hukum dan tak ada kaitannya dengan masalah politik.

NEWS | 25 September 2022

Cerita Rektor UGM Saat Jadi Mahasiswa Almarhum Samekto

Rektor UGM Ova Emilia menceritakan kisahnya saat masih menjadi mahasiswa almarhum Samekto Wibowo. 

NEWS | 25 September 2022

Mendag Zulhas Usulkan Rp 100 Triliun Serap Hasil Petani

Mendag Zulkifli Hasan mengusulkan anggaran sebesar Rp 100 triliun per tahun untuk menyerap komoditas bahan pokok hasil para petani.

NEWS | 25 September 2022

32 Pasien Covid-19 Jalani Perawatan di RSDC Wisma Atlet

Pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, hingga hari ini Minggu (25/9/2022) tersisa 32 orang.

NEWS | 25 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Covid-19 Melandai, Kemenkes: Wajib Masker Masih Berlaku

Covid-19 Melandai, Kemenkes: Wajib Masker Masih Berlaku

NEWS | 19 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings