Logo BeritaSatu

Taliban Pakistan Akhiri Gencatan Senjata

Sabtu, 11 Desember 2021 | 23:52 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Islamabad, Beritasatu.com- Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), kelompok bersenjata, juga dikenal sebagai Taliban Pakistan, secara sepihak mengumumkan berakhirnya gencatan senjata dengan pemerintah Pakistan.

Seperti dilaporkan Al Jazeera, Jumat (10/12/2021), TTP menuduh pihak berwenang mengingkari janji yang dibuat pada tahap awal pembicaraan damai.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 9 November, setelah pemerintah Pakistan mengumumkan dimulainya pembicaraan dengan kelompok bersenjata TTP, yang telah memerangi pemerintah Pakistan sejak 20077. TTP telah melakukan puluhan serangan yang menargetkan warga sipil dan pasukan keamanan di seluruh negeri.

Pada Kamis (9/12) malam, TTP mengumumkan "gencatan senjata tidak mungkin dilanjutkan" dalam kondisi saat ini, dalam satu pernyataan yang dirilis kepada wartawan.

Pemerintah Pakistan belum mengomentari perkembangan tersebut, dan Menteri Informasi Fawad Chaudhry tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Al Jazeera.

Pada 8 November, Chaudhry mengonfirmasi bahwa gencatan senjata selama sebulan telah disepakati antara pemerintah dan TTP.

“Kedaulatan negara, keamanan nasional, perdamaian di wilayah yang relevan dan stabilitas sosial dan ekonomi akan dipertimbangkan selama pembicaraan,” katanya seperti dikutip oleh penyiar televisi milik pemerintah Pakistan Television.

Pengumuman itu muncul sebulan setelah Perdana Menteri Imran Khan pertama kali mengumumkan bahwa pembicaraan antara kedua belah pihak sedang berlangsung, menyusul jatuhnya pemerintah Afghanistan ke Taliban Afghanistan pada pertengahan Agustus.

TTP dan Taliban Afghanistan bersekutu, meskipun mempertahankan operasi dan struktur komando yang terpisah.

Pada 14 November, penjabat Menteri Luar Negeri Afghanistan Amir Khan Muttaqi mengonfirmasi bahwa Taliban Afghanistan bertindak sebagai mediator dalam pembicaraan tersebut.

Pernyataan TTP pada hari Kamis mengutip kekhawatiran dengan implementasi oleh pemerintah Pakistan dari enam poin yang awalnya disepakati untuk menarik diri dari gencatan senjata.

Kelompok bersenjata TTP menyatakan bahwa perjanjian awal menjamin pembebasan 102 tahanan TTP yang ditahan oleh Pakistan, untuk “dilepaskan ke TTP melalui Imarah Islam pada 1 November”.

TTP juga menuduh pasukan keamanan Pakistan melanggar gencatan senjata dengan melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap pejuang TTP di daerah Lakki Marwat, Swat, Bajaur, Dir dan Swabi.

Militer Pakistan tidak segera menanggapi permintaan komentar atas tuduhan tersebut.

Analis keamanan telah skeptis terhadap proses pembicaraan damai, mengutip perjanjian yang runtuh sebelumnya antara TTP atau sekutunya dan pemerintah Pakistan.

“Semua pemukiman ini tidak akan mengakhiri TTP di wilayah ini,” kata Amir Rana, seorang analis keamanan dan direktur Institut Studi Perdamaian Pakistan (PIPS) yang berbasis di Islamabad.

“Mereka masih memiliki ambisi, dan mereka berpikir bahwa gencatan senjata ini, pembicaraan adalah bagian dari strategi perang. Menurut mereka, ini bukan akhir dari perang, tetapi bagian dari perang,” ujarnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen Mundur dari Ketua Partai Progresif Demokratik

Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen mundur dari ketua Partai Progresif Demokratik yang berkuasa.

NEWS | 26 November 2022

Pramono Anung Ingatkan Kader PDIP Target Hattrick pada Pemilu 2024

Pramono Anung mengingatkan seluruh jajaran kader PDIP soal target meraih hattrick atau tiga kali kemenangan berturut-turut pada Pemilu 2024.

NEWS | 26 November 2022

Wamenag Ingatkan Santri Siap Hadapi Tantangan Baru

Wakil Menteri Agama mengingatkan bahwa zaman terus berubah dan santri harus menghadapi tantangan tantangan baru masa kini.

NEWS | 26 November 2022

PT KAI Pastikan Tak Ada Korban di Gerbong Anjlok di Kampung Bandan

PT KAI Kereta Api Commuter memastikan tak ada korban jiwa dalam peristiwa gerbong anjlok kereta rel listrik (KRL) di sekitaran stasiun Kampung Bandan.

NEWS | 26 November 2022

Platform Merdeka Mengajar: 1,6 Juta Guru Belajar dan Berbagi

Lebih dari 1,6 juta guru di seluruh Indonesia terkoneksi untuk saling belajar dan berbagi melalui platform Merdeka Mengajar.

NEWS | 26 November 2022

Dian Meninggal Terakhir di Keluarga Tewas di Kalideres, Jasad Ibu Termumifikasi

Kombes Hengki Haryadi mengatakan, diduga yang terakhir meninggal dunia dari sekeluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat, adalah korban bernama Dian (40).

NEWS | 26 November 2022

Viral Video Angin Puting Beliung Terjang Tenda Resepsi Pernikahan

Sebuah video amatir menjadi viral karena merekam angin puting beliung yang memporak-porandakan resepsi pernikahan warga di Kampung Kukun, Cikarang.

NEWS | 26 November 2022

Sekjen PDIP Bawa Oleh-oleh Khusus untuk Megawati Soekarnoputri

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mendapatkan hadiah khusus berupa tanaman Puring.

NEWS | 26 November 2022

Kosgoro 1957: Soliditas dengan Rakyat Kunci Kemenangan Pemilu

Ketum Kosgoro 1957 Dave Laksono meminta kadernya di seluruh Indonesia membangun soliditas dengan rakyat.

NEWS | 26 November 2022

Guru dan Tenaga Kependidikan Inspiratif Dapatkan Apresiasi

Kemendikbudristek memberikan apresiasi kepada guru dan tenaga kependidikan melalui Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Inspiratif 2022.

NEWS | 26 November 2022


TAG POPULER

# Kasus Tambang Ilegal


# Henry Yosodiningrat


# Net89


# Tiket KCJB


# PLN


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Lionel Messi dan Enzo Fernandez Angkat Kembali Pamor Argentina

Lionel Messi dan Enzo Fernandez Angkat Kembali Pamor Argentina

SEMESTA BOLA 2022 | 2 jam yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE