Logo BeritaSatu

Dituding Incar "Kuning", Firli Bahuri Tegaskan KPK Tak Pandang Bulu

Minggu, 9 Januari 2022 | 14:22 WIB
Oleh : Fana F Suparman / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menegaskan, lembaga antikorupsi tak pandang bulu dalam memberantas korupsi dan menjerat para koruptor. Pernyataan tegas ini disampaikan Firli menanggapi tudingan Ade Puspita, anak dari Wali Kota nonaktif Kota Bekasi Rahmat Effendi yang menyebutkan KPK sedang mengincar "kuning".

Advertisement

"KPK berkomitmen melakukan pemberantasan korupsi dan tidak pernah berhenti sampai Indonesia bersih dari praktik-praktik korupsi. Siapa pun pelakunya, kami tidak pandang bulu jika cukup bukti karena itu prinsip kerja KPK," kata Firli dalam keterangannya, Minggu (9/1/2022).

Fieli menekankan, KPK hanya akan menetapkan seseorang sebagai tersangka berdasarkan bukti yang cukup. KPK, kata Firli memegang prinsip the sun rise and the sun set principle, seketika seseorang menjadi tersangka maka harus segera diajukan ke persidangan peradilan.

"Saat ini para tersangka KPK tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk disidangkan di peradilan," katanya.

Firli mengatakan, KPK bekerja dengan berpedoman kepada asas-asas pelaksanaan tugas pokok KPK sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK, yakni kepastian hukum, keadilan, kepentingan umum, transparan, akuntabel, proporsionalitas, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

"Kami masih terus bekerja, dan KPK akan memberikan penjelasan kepada publik setiap perkembangan penyidikan dan penuntutan," katanya.

Dalam kesempatan ini, Firli menjelaskan, seseorang menyandang status tersangka bukan karena ditetapkan oleh KPK, bukan asumsi, bukan juga berdasarkan opini atau kepentingan politik. KPK, tegas Firli tidak ikut opini atau kepentingan politik karena KPK tidak ingin dan tidak akan terlibat dalam politik. lembaga antikorupsi, merupakan lembaga negara dalam rumpun eksekutif yang independen dan dalam pelaksanaan tugas kewenanganya tidak terpengaruh pada kekuasaan mana pun.

"Mohon untuk dipahami juga bahwa sebagaimana yang dimaksud dalam undang undang, tersangka adalah seseorang yang karena perbuatannya dan atau keadaannya berdasarkan bukti permulaan cukup patut diduga sebagai pelaku tindak pidana. Jadi tugas penyidik KPK bekerja mencari dan mengumpulkan keterangan saksi, barang bukti dan dengan bukti-bukti tersebut membuat terangnya suatu petistiwa pidana guna menemukan tersangkanya. Karenanya KPK tidak akan pernah pandang bulu karena itu prinsip kerja KPK," kata Firli.

Firli berterima kasih kepada masyarakat yang terus mendukung upaya pemberantasan korupsi. KPK menyadari pemberantasan korupsi tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga atau satu orang saja. Memberantas korupsi merupakan kerja bersama seluruh elemen bangsa.

"KPK ingin memastikan bahwa semua informasi dari masyarakat, kami perhatikan, tentu kami pelajari dan dalami termasuk keterangan informasi dari masyarakat yang disampaikan langsung ke KPK," katanya.

KPK juga memahami keinginan masyarakat agar Indonesia terbebas dari korupsi. Untuk itu, kata Firli, KPK terus bekerja mengumpulkan keterangan dan bukti bukti.

"Tolong berikan waktu untuk kami bekerja, nanti pada saatnya KPK pasti memberikan penjelasan secara utuh setelah pengumpulan keterangan dan barang bukti sudah selesai karena kita bekerja berdasarkan bukti-bukti dan dengan bukti-bukti tersebutlah membuat terangnya suatu peristiwa pidana korupsi dan menemukan tersangka," katanya.

Diberitakan, Ade Puspita yang juga anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Golkar menuding OTT dan penetapan tersangka terhadap Rahmat Effendi berbau politis. Ade menuding KPK sedang mengincar kuning.

"Memang ini 'kuning' sedang diincar, kita tahu sama tahu siapa yang sikat kuning, tapi nanti di 2024 jika kuning koalisi dengan oranye matilah yang warna lain," kata Ade dalam cuplikan video yang diunggah aku Instagram @infobekasi.coo, Sabtu (8/1/2022).

Tak hanya itu, Ade pun mengeklaim penangkapan terhadap Rahmat Effendi atau biasa disapa Bang Pepen bukanlah OTT. Hal ini karena tidak ada transaksi suap saat Rahmat diangkut tim satgas KPK.

Diketahui KPK menetapkan Rahmat Effendi atau biasa disapa Bang Pepen dan delapan orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek dan jual beli jabatan di lingkungan Pemkot Bekasi. Penetapan tersangka terhadap sembilan orang ini dilakukan KPK setelah memeriksa intensif 14 orang yang diciduk dalam OTT KPK pada Rabu (5/1/2022) lalu.

Selain Rahmat Effendi, delapan orang lainnya yang dijerat KPK dalam kasus suap ini, yaitu Direktur PT MAM Energindo, Ali Amril, Lai Bui Min alias Anen selaku pihak swasta serta Direktur PT Kota Bintang Rayatri dan PT HS Hanaveri Sentosa, Suryadi. Selain itu, KPK juga menjerat Camat Rawalumbu, Makhfud Saifudin, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP, M Bunyamin, Lurah Kati Sari, Mulyadi alias Bayong, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan Kota Bekasi, Jumhana Lutfi, dan Camat Jatisampurna, Wahyudin.

KPK menduga, Rahmat Effendi atau biasa disapa Bang Pepen menerima suap terkait fee ganti rugi serta pengerjaan proyek dan juga terkait jual beli jabatan di Pemkot Bekasi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Relawan Rapatkan Barisan Dukung Erick Thohir pada Pilpres 2024

Relawan Sobat Erick memanfaatkan momentum HUT ke-77 RI untuk merapatkan barisan demi kemenangan Erick Thohir.

NEWS | 17 Agustus 2022

Pemkot Bogor Gelar Doa Lintas Agama di Tugu Kujang

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar doa lintas agama di Tugu Kujang.

NEWS | 17 Agustus 2022

Suhu Panas di Tiongkok Dorong Kenaikan Harga Telur

Suhu panas di Tiongkok timur telah mendorong harga telur karena ayam-ayam bertelur lebih sedikit di musim yang lebih panas dari biasanya.

NEWS | 17 Agustus 2022

Diungkit Jokowi, Ini Perkembangan Perkara Jiwasraya, Asabri, dan Garuda

Ini jejak kasus korupsi Jiwasraya, Asabri, dan Garuda yang sempat disinggung Presiden Jokowi saat Sidang Tahunan MPR, Selasa (16/8/2022). 

NEWS | 17 Agustus 2022

Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster Telah Capai 25,10% Target

Update vaksinasi Covid-19 dosis booster telah diberikan kepada 58.903.239 orang hingga hari ini, Rabu (17/8/2022).

NEWS | 17 Agustus 2022

Keterangan Istri Ferdy Sambo Krusial dan Bisa Jadi Tersangka

ISESS menilai, keterangan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi sangat krusial dan bisa menjadi tersangka

NEWS | 17 Agustus 2022

HUT ke-77 RI, Puan Ajak Anak Bangsa Bangun Kekuatan Nasional

Ketua DPR Puan Maharani mengajak seluruh masyarakat ikut terlibat dalam pembangunan bangsa.

NEWS | 17 Agustus 2022

Rayakan HUT Ke-77 RI, TPFx Gelar Program Merdeka Big Deals

Perayaan HUT ke-77 RI juga dimeriahkan oleh para pelaku trading, salah satunya TPFx dengan menggelar program Merdeka Big Deals.

NEWS | 17 Agustus 2022

Update Covid-19: Naik, Positivity Rate Jadi 13,79%

Update Covid-19 pada Rabu (17/8/2022), angka positivity rate pada hari ini tercatat mengalami kenaikan menjadi 13,79%.

NEWS | 17 Agustus 2022

Jadi Wasit Lomba, Hasto Singgung Curi Start Pemilu 2024

Hasto Kristiyanto bersama sejumlah elite DPP PDIP mengikuti sejumlah lomba dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 RI.

NEWS | 17 Agustus 2022


TAG POPULER

# Prabowo Subianto


# Ferdy Sambo


# Polisi Pengedar Narkoba


# Sekolah Lapang


# Puan Maharani


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Relawan Rapatkan Barisan Dukung Erick Thohir pada Pilpres 2024

Relawan Rapatkan Barisan Dukung Erick Thohir pada Pilpres 2024

NEWS | 59 detik yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings