Logo BeritaSatu

Pengembang 45 Antasari Diingatkan Tidak Melupakan Pelanggaran Hukum

Jumat, 28 Januari 2022 | 23:59 WIB
Oleh : Happy Amanda Amalia / PYA

Jakarta, Beritasatu.com – Tim Advokasi Pidana Pembeli Apartemen 45 Antasari menanggapi keterangan PT Prospek Duta Sukses (PDS), yang tertuang dalam siaran pers 22 Januari 2022. Yang mana menyebutkan, bahwa PT. PDS menyatakan tunduk kepada keputusan pengadilan yang berujung pada homologasi.

Tetapi, Tim Advokasi Pidana Pembeli Apartemen 45 Antasari mengingatkan pengembang agar jangan pura-pura lupa dengan pelanggaran hukum yang terjadi sebelumnya, yang mengakibatkan proses homologasi.

Tim Advokasi Pidana Pembeli Apartemen 45 Antasari yang terdiri atas Utomo Karim S.H; B. Charles Panjaitan SH; Jansen K. Ginting SH MH; M. Armand SH MH; Sahat Ambarita SH MH; Z. Khasannul K. I. SH MH dan Ruly T. SH MH menyatakan terus mengawal kasus hukum ini hingga sebanyak 28 pembeli Apartemen 45 Antasari yang sudah ditipu mendapat keadilan dan pengembalian uang, sesuai dengan yang diatur dalam Pasal 22H Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2021.

Menurut Utomo, pelanggaran hukum telah terjadi jauh sebelum putusan homologasi, yaitu saat PT. PDS sudah menerima uang pembayaran apartemen 45 Antasari. Bahkan dengan tambahan pinjaman dari luar negeri, tidak juga membangun apartemen sampai waktu serah terima.

“Walau sudah nyata melanggar PP 12/2021, bukannya mengupayakan pembangunan, pengembang (apartemen 45 Antasari) justru berlindung dibalik homologasi dan perjanjian damai untuk menekan para pembeli yang justru sudah ditipu sejak lama. Mereka mewajibkan pembeli untuk menggugurkan gugatan hukum, kalau ingin aset pembeli aman lewat menerima perjanjian perdamaian. PT. PDS jangan pura-pura lupa sudah melanggar hukum di Indonesia,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Jumat (28/1).

Utomo menambahkan, pengembang 45 Antasari juga tidak mampu melaksanakan serah terima apartemen 45 Antasari pada 2017. Bahkan menjual apartemen tersebut padahal tidak mempunyai perizinan yang disyaratkan peraturan.

“Walaupun PT. PDS telah menerima uang yang sangat besar dari pembeli Apartemen 45 Antasari, ditambah lagi dengan uang pinjaman dari perusahaan luar negeri, ternyata PT. PDS dan Wahyu Hartanto (selaku Direktur) tidak melaksanakan serah terima unit Apartemen 45 Antasari kepada para pembeli – bahkan sampai saat ini hanya terbangun lima lantai basement dan tidak ada kegiatan operasional pembangunan Apartemen 45 Antasari,” kata Utomo.

Sehubungan dengan hal tersebut, kuasa hukum para pembeli apartemen 45 Antasari telah melaporkan dugaan tindak pidana Penipuan dan Penggelapan yang dilakukan oleh PT. PDS sebelum adanya homologasi pada Bareskrim Polri dengan nomor LP/0495/VIII/Bareskrim tertanggal 31 Agustus 2020. Laporan tersebut telah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya dan ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Di samping itu, Tim Advokasi Pidana Pembeli Apartemen 45 Antasari juga menyoroti kejanggalan dalam keuangan PT. PDS,. Pasalnya, PT. PDS telah menerima pinjaman sebesar US$ 25 juta dari perusahaan luar negeri Ultimate Idea Limited (UIL), berdasarkan Perjanjian Pinjaman tertanggal 11 Februari 2020 dan Akta Pengakuan Hutang tertanggal 11 Februari 2020. Namun pada 9 Juni 2020, Sdr. Eko Aji Saputra, yang mengaku memiliki tagihan senilai Rp 2.200.000.000, mengajukan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang terhadap PT. PDS ke Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan Nomor Perkara: 140/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Niaga Jkt.Pst. Dan permohonan tersebut dikabulkan oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Punya uang sekitar 591 miliar ditambah 25 juta dolar, tapi tidak sanggup membayar utang 2 miliar? Tapi tidak mau melanjutkan pembangunan? Itu tidak bisa diterima dengan akal sehat,” tambah Utomo.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

DJ Joice dan 3 Rekannya Jadi Tersangka Kasus Narkoba

DJ Joice bersama tiga rekannya yang terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkotika sudah ditetapkan sebagai tersangka.

NEWS | 29 Juni 2022

BPET MUI: Khilafah Tak Perlu Lagi Diwacanakan di Indonesia

BPET MUI Muhammad Syauqillah mengatakan, persoalan khilafah telah selesai sejak lama dan tidak perlu lagi diperdebatkan implementasinya.

NEWS | 28 Juni 2022

Menkumham Harap Sinode GKPS Gotong Royong Majukan Bangsa

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly berharap Sinode Bolon ke-45 Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) melahirkan program gerejawi.

NEWS | 28 Juni 2022

Pelabelan BPA, BPOM Diharapkan Libatkan Kalangan Industri

BPOM diharapkan dapat melibatkan kalangan industri. Hal ini terkait rencana penerbitan aturan mengenai pelabelan potensi bahaya BPA.

NEWS | 28 Juni 2022

Konsumsi Narkoba Sejak 2018, DJ Joice: Agar Dapat Kepuasan

DJ Joice atau yang juga dikenal dengan nama Joice Challista mengonsumsi narkoba sejak 2018 untuk mendapatkan kepuasan.

NEWS | 28 Juni 2022

Santri Dukung Ganjar Jabar Bantu UMKM di Kabupaten Bandung

Santri Dukung Ganjar Pranowo Jawa Barat melaksanakan kegiatan bantuan UMKM di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Selasa ( 28/06/2022)

NEWS | 28 Juni 2022

Kemendagri: RUU Pemekaran Papua Berikan Ruang Afirmasi OAP

Rancangan undang-undang (RUU) terkait pemekaran Papua memberikan ruang afirmasi bagi orang asli Papua (OAP).

NEWS | 28 Juni 2022

Polisi Periksa Pelapor Unggahan Meme Stupa Candi Borobudur

Polisi merampungkan pemeriksaan terhadap Kurniawan Santoso, pelapor kasus unggahan meme stupa Candi Borobudur mirip dengan Presiden Jokowi

NEWS | 28 Juni 2022

Kronologi Penangkapan DJ Joice yang Tengah Pesta Sabu-sabu

Saat ditangkap, rupanya DJ Joice dan ketiga rekannya tengah asyik menghisap narkotika jenis sabu-sabu.

NEWS | 28 Juni 2022

Ketua Panja Beberkan Proses Pembentukan RUU Pemekaran Papua

Ketua Panja pembahasan tiga rancangan undang-undang (RUU) pemekaran Papua, Junimart Girsang membeberkan proses pembentukan regulasi tersebut.

NEWS | 28 Juni 2022


TAG POPULER

# MotoGP 2022


# Ukraina


# Persik


# Sirkuit Formula E


# Holywings


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
DJ Joice dan 3 Rekannya Jadi Tersangka Kasus Narkoba

DJ Joice dan 3 Rekannya Jadi Tersangka Kasus Narkoba

NEWS | 19 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings