Logo BeritaSatu

Eks Penyidik KPK Dijebloskan ke Lapas Sukamiskin

Jumat, 4 Februari 2022 | 23:13 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju ke Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung pada Rabu (2/2/2022). Eksekusi ini dilakukan setelah perkara suap penanganan perkara yang menjerat Stepanus Robin berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Di lapas khusus koruptor itu, Stepanus Robin bakal menjalani hukuman selama 11 tahun dikurangi masa penahanan sesuai dengan putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor: 66/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Jkt Pst tanggal 12 Januari 2022.

"(Eksekusi) Terpidana Stepanus Robin Pattuju dengan cara memasukkannya ke Lembaga Pemasyarakatan Klas I Sukamiskin untuk menjalani pidana penjara selama 11 tahun dikurangi dengan masa penahanan yang dijalani," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (4/2/2022).

Tak hanya pidana badan, Stepanus Robin juga diwajibkan membayar denda senilai Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Robin juga dihukum membayar uang pengganti sejumlah Rp 2,3 miliar paling lambat sebulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap. Jika uang pengganti itu tidak dibayarkan, harta bendanya akan disita dan dilelang oleh jaksa. Apabila tidak mencukupi maka diganti dengan pidana 1 tahun 5 bulan kurungan.

Pada hari yang sama, jaksa eksekusi KPK juga mengeksekusi perantara suap Stepanus Robin, yakni advokat Maskur Husain dengan menjebloskannya ke Lapas Sukamiskin. Maskur bakal mendekam di Lapas Sukamiskin selama 9 tahun dikurangi masa tahanan sesuai putusan Pengadilan Tipikor Jakarta.

"Berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor: 67/Pid.Sus-TPK/2021/PN. Jkt. Pst tanggal 12 Januari 2022," tukas Ali.

Maskur juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Selain itu, Maskur juga harus membayar uang pengganti sebanyak Rp 8,7 miliar dan US$ 36.000 selambatnya sebulan setelah putusan inkrah. Harta bendanya akan dilelang untuk menutupi uang pengganti jika Maskur tidak kunjung memenuhi kewajibannya tersebut.

Diberitakan, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 11 tahun pidana penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju. Majelis hakim menyatakan Stepanus Robin terbukti bersalah bersama-sama advokat Maskur Husain menerima uang suap Rp 11,025 miliar dan US$ 36.000 atau total sekitar Rp 11,5 miliar.

Suap itu diterima Stepanus dan Maskur dari sejumlah pihak yang berperkara di KPK, termasuk mantan Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin. Tak hanya pidana pokok, majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan terhadap Stepanus berupa kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp 2,3 miliar paling lambat sebulan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Sementara itu, advokat Maskur Husain yang turut bersama Stepanus menerima suap dari sejumlah pihak yang berperkara di KPK dijatuhi hukuman 9 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan serta uang pengganti sebesar Rp 8,7 miliar dan US$ 36.000 atau setara Rp 515 juta dengan kurs Rp 14.309.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

LRT Jabodebek Tanpa Masinis, KAI Siapkan SDM Andal

LRT Jabodebek akan beroperasi tanpa masinis, oleh karena itu PT KAI akan menyiapkan SDM andal.

NEWS | 30 November 2022

Keluarga Tewas di Kalideres, Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan Patologi Anatomi

Polda Metro Jaya menunggu hasil pemeriksaan patologi anatomi untuk menyimpulkan penyebab satu keluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat. 

NEWS | 30 November 2022

Kuasa Hukum Bharada E Gali Fakta Sarung Tangan Ferdy Sambo

Kuasa hukum Bharada E menyatakan akan menggali keterangan dari Kuat Ma'ruf dan Bripka Ricky Rizal mengenai sarung tangan yang digunakan Ferdy Sambo.

NEWS | 30 November 2022

Mangkir dari Pemeriksaan soal Tambang Ilegal, Ismail Bolong Berdalih Sakit

Ismail Bolong mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Dit Tipidter Bareskrim Polri terkait kasus tambang ilegal dengan alasan sakit. 

NEWS | 30 November 2022

Ditembak OTK, Anggota Polres Yahukimo di Dekai Tewas

Orang tak dikenal atau OTK, Selasa (29/11/2022) sekitar pukul 23.09 WIT menembak Brigadir Polisi Muhammad Yusdar, anggota Polres Yahukimo hingga tewas.

NEWS | 30 November 2022

Cianjur Bangkit, Warga Sarampad Wetan Bangun Kembali Masjid

Sepekan lebih bencana gempa Cianjur, Jawa Barat, warga mulai semangat untuk kembali bangkit dari bencana.

NEWS | 30 November 2022

Kamis, Bareskrim Polri Akan Periksa Keluarga Ismail Bolong

Bareskrim Polri akan memeriksa keluarga Ismail Bolong pada Kamis (1/11/2022) terkait kepemilikan saham perusahaan dalam kasus tambang ilegal.

NEWS | 30 November 2022

Sidang Kasus Brigadir J Hari Ini, 3 Terdakwa Saling Bersaksi

Sidang perkara dugaan pembunuhan Brigadir J di PN Jaksel hari ini akan menghadirkan Bharada E, Kuat Maruf, dan Bripka RR yang saling bersaksi. 

NEWS | 30 November 2022

Polri Kerahkan 261 Personel Layani Kesehatan Korban Gempa Cianjur

Polri mengerahkan 21 dokter spesialis untuk melayani korban gempa Cianjur. Total ada 261 personel dari jajaran medis yang tangani korban gempa Cianjur.

NEWS | 30 November 2022

Korban Gempa Cianjur, Paboi: Layanan Ortopedi Butuh 4 Bulan

Paboi menyatakan tindakan medis bedah untuk korban gempa Cianjur membutuhkan waktu hingga 4 bulan.

NEWS | 30 November 2022


TAG POPULER

# Putri Candrawathi


# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


# Keluarga Dibunuh di Magelang


# Helikopter Jatuh


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Rumor Boyong Ronaldo, Ini Penegasan CEO Bayern Muenchen

Rumor Boyong Ronaldo, Ini Penegasan CEO Bayern Muenchen

BOLA | 3 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE