Logo BeritaSatu

Ini Upaya Kementan Dorong Petani Tanam Kedelai

Jumat, 25 Februari 2022 | 14:18 WIB
Oleh : JNS

Grobogan, Beritasatu.com - Kedelai adalah salah satu sumber pangan selain padi dan jagung yang digemari hampir semua lapisan usia. Komoditas pangan penghasil protein nabati ini kebutuhannya terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan kebutuhan bahan baku industri olahan seperti tahu, tempe, kecap, dan susu.

Tahun ini, Kementerian Pertanian berupaya menjamin ketersediaan kedelai utamanya untuk mencukupi kebutuhan konsumsi rumah tangga melalui fasilitasi pengembangan 52.000 hektar kedelai yang tersebar di 16 daerah. Satu di antaranya adalah di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Advertisement

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo berharap masyarakat bisa memaksimalkan lahan.

"Kita ingin semua komoditi bisa terpenuhi. Artinya, lahan-lahan yang ada harus dimaksimalkan. Apalagi, pertanian harus memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat Indonesia," katanya, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (25/2/2022).

Kepala Dinas Pertanian Grobogan, Sunanto, mengatakan kedelai adalah kearifan lokal melalui hasil seleksi terus menerus. Hal ini menjadikan Grobogan sebagai salah satu sentra kedelai nasional.

"Dari hasil seleksi terus menerus itu menghasilkan varietas Grobogan. Jadi, varietas Grobogan itu bukan dari hasil pemuliaan tapi dari seleksi pemurnian varietas. Dan ini berlangsung lama sehingga menghasilkan varietas unggul nasional," kata Sunanto, Kamis (24/2/2022).

Menurutnya kedelai varietas Grobogan memiliki beberapa keunggulan, yaitu bukan termasuk kedelai GMO, non transgenik. Kemudian potensi produksi tinggi, mencapai 3,2 ton per hektare.

Bahkan, Sunanto menyatakan Grobogan pernah menghasilkan kedelai per hektare 3 ton.

"Keunggulan lainnya, kadar protein kedelai Grobogan tinggi, mencapai 43 persen. Selain itu, umur penanaman pendek, hanya 85 hari. Dan saat panen, daunnya sudah rontok sehingga memudahkan pemanenan sehingga polong kering," ungkapnya.

Selama ini, sebagian besar hasil panen kedelai Grobogan digunakan sebagai benih, sisanya diserap oleh DIY dan Jawa Barat (Sumedang) yang selama ini menggunakan kedelai Grobogan sebagai sumber olahan pangan.

Keuntungan menanam kedelai menurut Sunanto tidak lebih rendah dibandingkan menanam padi atau jagung. Hasil analisis usaha yang dilakukan Dinas Pertanian Grobogan menunjukkan bahwa jika dihitung harian, pendapatan petani kedelai adalah Rp 152.000 per hari dengan input usaha tani per hektar hanya Rp 5 juta sedangkan padi per hari kurang lebih Rp 143.500 dan jagung Rp 127 ribu per hari dengan input usaha tani masing-masing dirata-ratakan sebesar Rp 15 juta per hektar.

"Kita ketahui, jagung itu butuh 110 hari, kalau padi sekitar 115 hari dan kedelai hanya 85 hari. Sehingga kalau misalnya pendapatan dibagi waktu tanam, maka sebenarnya kedelai paling menguntungkan," imbuhnya.

Namun Sunanto menegaskan bahwa kunci agar petani kembali bergairah menanam kedelai dan mendapatkan keuntungan adalah adanya jaminan kepastian harga.

Terpisah, Direktur Aneka Kacang dan Umbi Yuris Tiyanto menyampaikan 16 daerah pengembangan kedelai itu meliputi Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Nusa Tenggara Timur, Riau, Jambi, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Bali, Kalsel, Sulteng, Sultera, dan Sulbar.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak peran off taker sebagai avalis pembiayaan. "Dengan menggandeng off taker, maka dimungkinkan untuk menjadi penjamin untuk pembiayaan KUR dan sekaligus pemasaran hasil petani kedelai," ungkapnya.

"Kami terus mendorong petani untuk kembali menanam kedelai di sentra produksi kedelai yang sudah ada. Kami berharap produktivitas bisa meningkat," tutupnya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi berharap produktivitas kedelai bisa terus ditingkatkan.

"Tantangan kita adalah memenuhi kebutuhan pasar. Oleh sebab itu, kita berharap sentra-sentra kedelai bisa terus meningkatkan produksi. Dan ini juga memerlukan peran penting dari para penyuluh pertanian kita," ujarnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Menangi Covid-19, Korea Utara Mencabut Aturan Wajib Masker

Korea Utara telah mencabut aturan wajib masker dan melonggarkan pembatasan virus lainnya setelah klaim menangi perang Covid-19.

NEWS | 14 Agustus 2022

Kasus Brigadir J, Labfor Dampingi Komnas HAM Cek TKP Duren Tiga

Labfor Polri akan mendampingi Komnas HAM untuk mengecek TKP tewasnya Brigadir J di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

NEWS | 14 Agustus 2022

Jenderal AS Peringatkan, Taliban Masih Sangat Berbahaya

Mantan komandan militer Amerikat Serikat (AS) Jenderal David Petraeus memperingatkan bahwa Taliban masih sangat berbahaya.

NEWS | 14 Agustus 2022

Pentagon Bantah Senjata AS yang Hancurkan Pangkalan Udara Krimea

Pentagon membantah senjata yang dipasok Amerika Serikat (AS) yang telah menghancurkan pangkalan udara Krimea.

NEWS | 14 Agustus 2022

Menang 4-2, Stefano Pioli: Dua Gol Akibat Kecerobohan

Stefano Pioli, pelatih Milan menyebutkan, dua gol Udinese akibat kecerobohan timnya. Pada akhirnya, Milan menang 4-2 atas Udinese.

NEWS | 14 Agustus 2022

Cuaca Jakarta Hari Ini:Hujan dari Siang hingga Malam Disertai Petir

BMKG memprakirakan cuaca Jakarta hari ini akan diwarnai dengan hujan yang mengguyur di seluruh wilayah dengan intesitas ringan hingga sedang.

NEWS | 14 Agustus 2022

WHO Berikan Nama Baru untuk Varian Virus Cacar Monyet

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan nama baru untuk varian virus cacar monyet yang saat ini beredar.

NEWS | 14 Agustus 2022

Irma Suryani Ajak Masyarakat Dukung Sorgum sebagai Bahan Mi Instan

Menurutnya, sorgum merupakan tanaman asli Indonesia yang pas dijadikan sebagai pengganti gandum.

NEWS | 14 Agustus 2022

Komisi IV Dukung Kementan Perluas Substitusi Pangan Lokal

Perluasan substitusi pangan lokal disebut merupakan langkah tepat mengingat sorgum adalah kebutuhan pokok yang bisa menjadi pengganti gandum.

NEWS | 14 Agustus 2022

Kebakaran di Portugal Hanguskan 16.000 Hektare Hutan Lindung

Kebakaran di Portugal telah menghanguskan lebih dari 16.000 hektar lahan di kawasan hutan lindung terbesar Taman Serra da Estrela.

NEWS | 14 Agustus 2022


TAG POPULER

# OTT Bupati Pemalang


# Brigadir J


# Bharada E


# Putri Candrawathi


# Prabowo Subianto


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Jelang Tahun Politik, ASN Kemenag Diingatkan Menjaga Kerukunan

Jelang Tahun Politik, ASN Kemenag Diingatkan Menjaga Kerukunan

NEWS | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings