Logo BeritaSatu

Bersua Pelatihnya di Akmil 37 Tahun Lalu, Doni Monardo Kenang Kisah Tarunanya

Rabu, 9 Maret 2022 | 12:48 WIB
Oleh : LES

Indonesia Kaya Raya
Doni Monardo menyodorkan fakta menakjubkan. “VOC yang bercokol di tanah air kita tiga abad lebih, saat ini menjadi salah satu perusahaan terkaya di dunia. Asetnya mencapai US$ 7,9 triliun (sekitar Rp 115 kuadriliun rupiah). Satu kuadriliun sama dengan seribu triliun. Sedangkan APBN kita, Rp 2.800 triliun. Bandingkan!” kata Doni seraya menambahkan, “kekayaan itu sebagian besar disumbang dari hasil rempah-rempah kita.”

Advertisement

VOC adalah monumen sejarah yang nyata: kaya raya karena rempah-rempah Nusantara. Bahkan pernah satu masa, harga satu kilogram pala sama dengan harga 1 kilogram emas. Bukti nyata adalah Pulau Run di Kepulauan Banda (Maluku) yang menjadi ajang rebutan Inggris dan Belanda.

Mati-matian Belanda dan Inggris berperang untuk menguasai perdagangan dunia. Terhitung dari tahun 1652-1654 perang pertama dilakukan dan perang kedua dimulai dari tahun 1665. Hingga akhirnya pada 31 Juli 1667, Traktat Breda dikeluarkan untuk memberi solusi damai dari perang-perang tersebut.

Salah satu isi dari Traktat Breda adalah Inggris harus mengakhiri kekuasaan mereka di Pulau Run, Kepulaun Banda, dan menyerahkan kepada Belanda. Sebagai gantinya, koloni Belanda, yakni Nieuw Amsterdam di Amerika Utara (kini Manhattan, New York) diserahkan ke Inggris. “Manhattan kini salah satu kota megah dan kaya raya di Amerika Serikat, sementara Pulau Run di Maluku, begitu-begitu saja,” ujar Doni prihatin.

Berikut, Doni menyebut tanaman nilam. Dikatakan, Nilam berasal dari singkatan Nederlands Indische Land ook Acheh Maatzchappij, sebuah perusahaan Belanda yang mengatur perdagangan dan sistem penjualan dari tanaman Patchouli. Perusahaan Belanda waktu itu bekerjasama dengan para Ulee Balang dalam pengelolaan ladang nilam di Aceh.

Hasil penelitian menyebutkan Nilam Aceh merupakan nilam terbaik dengan kandungan Patchouli Alkohol (PA) di atas 30 persen sehingga banyak dicari. “Begitu banyak kekayaan Nusantara. Bahkan saat kunjungan ke Belanda Mei 2019, saya menemukan tulisan ‘Specerijenmagazijn, Indie’s Welvaren’, yang artinya ‘Gudang rempah-rempah, harta kekayaan melimpah dari bumi Indonesia’. Itu adalah bukti nyata dan pengakuan dari Belanda yang tiga-setengah abad menjajah kita,” ujar Doni.

Di berbagai pulau, kita menjumpai banyak peninggalan berupa benteng. Selain benteng Belanda (VOC), ada benteng Inggris, Portugis, dan Spanyol. “Negara-negara itu pernah meraup hasil bumi kita untuk kesejahteraan mereka,” tambahnya.

Atas fakta sejarah masa lalu, Doni pun bertanya, “Bisakah kita mengulang sejarah itu?”, lalu dijawabnya sendiri, “Bisa, asal kita mau!” Ia bahkan meyakini, jika sektor rempah digarap dengan baik, Indonesia bisa lebih kaya dari VOC.

Doni mengingatkan, potensi tambang Indonesia pada saatnya akan habis. Tambang emas, nikel, bauksit, aluminium, batubara, akan habis. Tidak ada tambang yang abadi.

Satu-satunya yang tidak akan pernah habis, serta baik untuk generasi mendatang adalah vegetasi yang punya nilai ekonomi. Indonesia sejak dahulu terkenal dengan kekayaan rempah. Ditambah aneka kayu yang memiliki nilai ekonomi tinggi seperti gaharu, cendana, masoya, nilam, dan sebagainya.

PPAD Jawa Timur bisa memulainya dengan merajut kolaborasi dengan Pemprov, didukung TNI-Polri serta unsur-unsur masyarakat yang lain.

“Hingga hari ini, kita masih sangat tergantung pada obat-obatan impor. Padahal, kita memiliki aneka jenis tanaman herbal yang bisa menjadi obat. Sudah terbukti pula, herbal mampu meningkatkan imunitas tubuh manusia,” tambah Doni.

“Satu contoh saja, perusahaan jamu PT Sido Muncul Semarang, tahun lalu membukukan angka keuntungan Rp 1,2 triliun. Ini sangat luar biasa. Contoh itu bisa menjadi benchmark. Jawa Timur memiliki potensi sebagai penghasil obat-obatan herbal. Mari kita sama-sama berusaha mengurangi obat impor, dan sebaliknya kita ekspor obat herbal,” katanya.

Ia meminta para purnawirawan mengubah paradigma. Mengubah mindset. Usia 50-an, 60-an, masih bisa produktif. “Ingat, negara akan kuat kalau ekonomi rakyatnya juga kuat," ujarnya.

PPAD, telah mendapat komitmen dari banyak pihak, termasuk kementerian dan lembaga negara. Di antaranya Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian BUMN (termasuk pasar digital BUMN), lembaga perbankan pemerintah, Kadin, perusahaan swasta, serta beberapa platform e-commerce.

PPAD harus terlibat aktif dalam ikut menggerakkan ekonomi masyarakat. Selain sektor “emas hijau”, juga budidaya laut. Peluang lain juga ada di sektor peternakan. Di bidang peternakan, PPAD bahkan sudah mengikat kerjasama dengan PT Berdikari (Persero).

“Mulailah dengan ikut meningkatkan ekonomi di sekitar kita. Bahkan bisa membuka lapangan kerja bagi para korban PHK. Di bawah kepemimpinan Ketua DPD PPAD Jawa Timur, pak Heru, dibantu Kodam V/Brawijaya, Pemprov Jatim bisa menjadi penggerak ekonomi, utamanya di Jawa Timur,” kata Doni pula.

Pada sesi kedua, dilakukan tatap muka dan presentasi mitra PPAD. Mereka adalah Kadin Jawa Timur, UMKM, BRI, dan PT Bangka Asindo Agri. Yang terakhir, mempresentasikan produk olahan sagu berupa mie sagu (Sagoo Mee).

Baca selanjutnya
Tancap GasBegitulah, di setiap kunjungannya, Doni Monardo menggugah semangat para purnawirawan. ...


hal 2 dari 3 halaman

Halaman: 123selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: PR

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

2 Hari Hilang, 6 Pendaki Gunung Lemongan Akhirnya Ditemukan

Usai dua hari menghilang lantaran tersesat, enam mahasiswa pendaki Gunung Lemongan di Jawa Timur akhirnya bisa ditemukan pada Sabtu siang (28/1/2023).

NEWS | 29 Januari 2023

Hadiri Harlah ke-50 PPP, Erick Thohir Disambut Meriah

Kedatangan Erick Thohir di peringatan harlah ke-50 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Cilegon, Banten, Sabtu (28/1/2023) disambut hangat.

NEWS | 29 Januari 2023

KebakaranSwalayan di Bekasi, 11 Unit Pemadam Dikerahkan

Sebuah bangunan swalayan di Jalan Sumber Jaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ludes dilahap api, Sabtu malam (28/1/2023).

NEWS | 29 Januari 2023

Top 5 News: Penipuan Undangan Digital hingga Mahasiswa UI Ditabrak

Penipuan undangan pernikahan digital di Whatsapp bisa menguras rekening korban menjadi berita terpopuler atau top news di Beritasatu.com, Sabtu (28/1/2023).

NEWS | 29 Januari 2023

Liga Premier Singapura Gunakan Teknologi VAR untuk Pertama Kalinya

Wasit di Liga Premier Singapura (SPL) akan mendapat bantuan ekstra di musim mendatang, dengan teknologi Video Assistant Referee (VAR).

NEWS | 29 Januari 2023

Surat Kewarganeragaan Tidak Sah, Wakil PM Nepal Dicopot dari Jabatan

Hakim di pengadilan tinggi Nepal memutuskan mencopot jabatan wakil PM Nepal Rabi Lamichhana karena memiliki surat kewarganegaraan yang tidak sah.

NEWS | 29 Januari 2023

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Maluku, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi dengan magnitudo 5,1 melanda Maluku, Sabtu (28/1/2023) malam pukul 22.47 WIB, menurut BMKG, gempa itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

NEWS | 28 Januari 2023

Legislator Minta BPKH Susun Peta Jalan Pola Pembiayaan Haji

Legislator meminta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk menyusun peta jalan atau roadmap pola pembiayaan haji.

NEWS | 28 Januari 2023

Soal Kemungkinan Biaya Haji Turun, Ini Respons Komnas

Komnas Haji mengatakan bahwa masih ada kemungkinan biaya haji tahun ini turun dari angka yang diusulkan oleh Kementerian Agama.

NEWS | 28 Januari 2023

Panel DPR AS Bakal Pemungutan Suara untuk Blokir Aplikasi TikTok

Sebuah panel DPR AS Komite Urusan Luar Negeri berencana untuk mengadakan pemungutan suara bulan depan yang bertujuan memblokir penggunaan TikTok

NEWS | 29 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Sandiaga Uno Dorong UMKM Manfaatkan TikTok untuk Jualan

Sandiaga Uno Dorong UMKM Manfaatkan TikTok untuk Jualan

EKONOMI | 15 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE