Logo BeritaSatu

Anggota DPR Kaget 2 Polisi Penembak Laskar FPI Divonis Lepas

Sabtu, 19 Maret 2022 | 00:31 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra Habiburokhman mengaku kaget dengan vonis bebas atau lepas dari segala tuntutan hukum terhadap dua polisi terdakwa pembunuhan sewenang-wenang (unlawful killing) terhadap laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 Tol Cikampek. Habiburokhman awalnya memprediksi majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menggunakan alasan pemaaf untuk meringankan hukuman kedua polisi tersebut.

Namun, majelis hakim ternyata tidak menggunakan alasan pemaaf tersebut, tetapi memutuskan tindakan kedua polisi tersebut masuk dalam kategori pembelaan terpaksa dan pembelaan terpaksa yang melampaui batas.

“Saya kaget dan prihatin soal putusan lepas tersebut, tadinya kami kira alasan pemaaf hanya akan dipakai majelis untuk meringankan hukuman,” ujar Habiburokhman kepada wartawan, Jumat (18/3/2022).

Meski demikian, Habiburokhman tetap menghormati putusan PN Jaksel. Habiburokhman berharap jaksa mengajukan kasasi atas putusan tersebut. Menurutnya, kasasi itu penting agar segala spekulasi terkait perkara ini benar-benar bisa dituntaskan hingga tingkat terakhir di Mahkamah Agung (MA).

“Dalam memori kasasinya Jaksa harus memasukkan perbandingam putusan perkara ini dengan perkara-perkara lain soal implementasi alasan pemaaf,” kata Habiburokhman.

Diketahui, majelis hakim PN Jaksel memutuskan dua polisi terdakwa pembunuhan sewenang-wenang (unlawful killing) terhadap laskar FPI lepas dari hukuman pidana, meskipun dakwaan primer jaksa terbukti.

Perbuatan Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda Mohammad Yusmin Ohorella tidak dapat dikenai pidana karena masuk dalam kategori pembelaan terpaksa dan pembelaan terpaksa yang melampaui batas.

Dengan demikian, Briptu Fikri dan Ipda Yusmin tidak dapat dijatuhi pidana karena alasan pembenaran dan pemaaf.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menerangkan alasan pembenaran itu menghapus perbuatan melawan hukum yang dilakukan Briptu Fikri dan Ipda Yusmin, sementara alasan pemaaf menghapus kesalahan kedua polisi tersebut.

Tindakan melawan hukum terdakwa ialah merampas nyawa orang lain dengan menembak empat anggota FPI di dalam mobil Xenia milik polisi pada 7 Desember 2020. Perbuatan pidana itu, sebagaimana diatur dalam Pasal 338 KUHP, masuk dalam dakwaan primer jaksa.

Terkait itu, majelis hakim berpendapat seluruh unsur dalam dakwaan primer jaksa terbukti, tetapi perbuatan itu merupakan upaya membela diri. Dengan demikian, kedua polisi tersebut tidak dapat dihukum, sehingga dilepaskan dari segala tuntutan hukum.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Disanksi Demosi 4 Tahun, AKBP Raindra Tak Ajukan Banding

 AKBP Raindra Ramadhan Syah tidak mengajukan banding saat putusan sanksi demosi empat tahun imbas dari kasus tewasnya Brigadir J

NEWS | 28 September 2022

Kasus Brigadir J, AKBP Raindra Disanksi Demosi 4 Tahun

Mantan Kasubdit 1 Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Raindra Ramadhan Syah disanksi demosi 4 tahun terkait kasus tewasnya Brigadir J

NEWS | 28 September 2022

Jokowi Diberi Gelar Dada Ma Dopo Malomo oleh Sultan Ternate

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianugerahi Gelar Kehormatan Adat Kesultanan Ternate, yaitu Dada Ma Dopo Malomo

NEWS | 28 September 2022

Gobel: Mendikbudristek Tak Paham Kebutuhan Indonesia

Wakil Ketua DPR Bidang Korinbang, Rachmat Gobel mengkritik pernyataan Mendikbudristek Nadiem Makarim tentang keberadaan tim bayangan

NEWS | 28 September 2022

Komisi III Gelar Fit and Proper Test 2 Calon Pimpinan KPK

Komisi III DPR akan menggelar fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan dua calon pimpinan KPK pengganti Lili Pintauli Siregar

NEWS | 28 September 2022

Sidang Putusan, KPK Yakin Eks Dirjen Kemendagri Dinyatakan Bersalah

Eks Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Mochammad Ardian Noervianto bakal menghadapi sidang dengan agenda pembacaan putusan

NEWS | 28 September 2022

Jokowi Dianugerahi Gelar Kehormatan Adat Kesultanan Ternate

Jokowi dianugerahi gelar kehormatan adat Kesultanan Ternate pada acara yang diselenggarakan di Kedaton Sultan Ternate, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara

NEWS | 28 September 2022

Program Vaksinasi Covid-19 Diperluas untuk WNA

emerintah memperluas program vaksinasi Covid-19, yakni tidak hanya untuk masyarakat Indonesia, tetapi juga menyasar WNA.

NEWS | 28 September 2022

Dapat Kewarganegaraan Rusia, Edward Snowden Tak Ikut Perang Ukraina

Presiden Vladimir Putin telah memberikan kewarganegaraan Rusia kepada pelapor Badan Keamanan Nasional AS (NSA) Edward Snowden.

NEWS | 28 September 2022

Anggaran Pemilu 2024 KPU Kota Bogor Capai Rp 4,1 Miliar

Pemerintah mengucurkan anggaran Rp 4,1 miliar untuk penyelenggaraan Pemilu 2024 kepada KPU Kota Bogor

NEWS | 28 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Selebrasi Pemain Brasil Dinodai Lemparan Pisang Penonton

Selebrasi Pemain Brasil Dinodai Lemparan Pisang Penonton

BOLA | 2 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings