Logo BeritaSatu

Sekjen PBB Serukan Perang Absurd Rusia Diakhiri

Rabu, 23 Maret 2022 | 20:31 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

New York, Beritasatu.com- Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan diakhirinya perang absurd Rusia di Ukraina. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Selasa (22/3/2022), Guterres memperingatkan bahwa gaung perang dapat berubah menjadi krisis kelaparan global.

Guterres memperingatkan bahwa konflik di Ukraina tidak akan kemana-mana, dan bahwa orang-orang Ukraina bertahan di neraka yang hidup.

Advertisement

"Melanjutkan perang di Ukraina secara moral tidak dapat diterima, tidak dapat dipertahankan secara politik dan secara militer tidak masuk akal," kecam Guterres kepada wartawan di New York, Selasa.

Rusia membombardir pelabuhan Mariupol Ukraina yang terkepung menjadi "abu tanah mati". Dewan lokal Mariupol menggambarkan dua bom besar lagi yang jatuh di kota yang telah dikepung oleh pasukan Rusia selama berminggu-minggu.

“Bahkan jika Mariupol jatuh, Ukraina tidak dapat ditaklukkan kota demi kota, jalan demi jalan, rumah demi rumah. Perang ini tidak bisa dimenangkan. Cepat atau lambat, itu akan harus pindah dari medan perang ke meja perdamaian,” kata Guterres.

“Sudah waktunya untuk mengakhiri perang yang tidak masuk akal ini,” katanya.

Rusia meluncurkan apa yang disebutnya operasi militer khusus pada 24 Februari. Rusia menyatakan bahwa operasi itu bertujuan untuk demiliterisasi dan "denazifikasi" Ukraina. Kyiv dan sekutu Baratnya menuduh Moskwa menyerang warga sipil tanpa pandang bulu. Moskwa membantah menargetkan warga sipil.

Guterres mengatakan sekitar 10 juta orang Ukraina telah melarikan diri dari rumah mereka. Dia memperingatkan bahwa gema perang sedang dirasakan secara global "dengan meroketnya harga makanan, energi dan pupuk yang mengancam akan menjadi krisis kelaparan global".

“Ada cukup banyak di atas meja untuk menghentikan permusuhan, sekarang dan bernegosiasi secara serius, sekarang,” kata Guterres.

Pembicaraan selama sebulan antara pejabat Ukraina dan Rusia sejauh ini gagal menghentikan atau bahkan memperlambat perang. Konflik kedua negara telah memaksa sekitar 3,5 juta warga Ukraina tidak hanya meninggalkan rumah mereka, tetapi juga melarikan diri dari negara itu.

Komentar Sekjen PBB itu muncul ketika presiden Ukraina menegaskan kembali kesiapannya untuk membahas komitmen dari Ukraina untuk tidak mencari keanggotaan NATO sebagai imbalan atas gencatan senjata, penarikan pasukan Rusia, dan jaminan keamanan Ukraina.

Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan pula Kyiv akan siap untuk membahas status Krimea dan wilayah Donbas timur, setelah gencatan senjata dan langkah-langkah untuk memberikan jaminan keamanan. Dua wilayah itu sebagian dikuasai oleh separatis yang didukung Rusia.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Jaksa Minta Hakim Tolak Keberatan Teddy Minahasa

Jaksa penuntut umum meminta majelis hakim PN Jakbar menolak eksepsi atau keberatan Teddy Minahasa yang menjadi terdakwa penjualan barang bukti narkoba.

NEWS | 7 Februari 2023

PBNU Dorong Pemimpin Agama Wujudkan Perdamaian Dunia

Ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mendorong seluruh pemimpin agama mewujudkan perdamaian dunia. 

NEWS | 7 Februari 2023

Polisi Cari Ibu yang Aniaya dan Telantarkan Anaknya di Depok

Polres Metro Depok menyelidiki dan mencari ibu yang diduga menganiaya dan menelantarakan anaknya, Raya Aurel Rahma Visca. 

NEWS | 7 Februari 2023

Update: Gempa Turki Tewaskan 2.300 Orang, Penyelamatan Terus Dilakukan

Otoritas Turki mengkonfirmasi telah terjadi 1.541 korban tewas, dengan 810 korban lainnya dilaporkan di berada di kawasan Suriah, pasca gempa Turki.

NEWS | 6 Februari 2023

PKB Fasilitasi Aeshnina Azzahra Suarakan Keadilan Lingkungan

Jubir Milenial PKB Mikhael Sinaga mengatakan PKB akan memfasilitasi aktivis lingkungan Aeshnina Azzahra (15 tahun) untuk menyuarakan keadilan lingkungan. 

NEWS | 7 Februari 2023

Ayah Kandung Aniaya 2 Anaknya di Cimahi, 1 Meninggal Dunia

Seorang ayah kandung berinisial A menganiaya dua anaknya di Kota Cimahi. Bahkan, akibat penganiayaan itu, satu anaknya meninggal dunia.

NEWS | 7 Februari 2023

Ratusan Ternak Sapi di Sulteng Kembali Terjangkit PMK

Kasus Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK yang menjangkit hewan ternak di Sulawesi Tengah (Sulteng) meningkat signifikan dalam beberapa waktu terakhir

NEWS | 6 Februari 2023

Mahfud: Pernyataan Pejabat Soal OTT KPK Pengaruhi Indeks Persepsi Korupsi

Opini yang dilontarkan oleh sejumlah pejabat pemerintah tentang operasi tangkap tangan atau OTT KPK turut memengaruhi penurunan Indeks Persepsi Korupsi.

NEWS | 7 Februari 2023

Gempa Turki, Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan rasa duka yang mendalam atas bencana gempa Turki, Senin (6/2/2023).

NEWS | 6 Februari 2023

Hapus Kesan Horor, Mural Hiasi Simpang Lima Rapak Balikpapan

Kawasan Simpang Lima Rapak di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, memiliki wajah baru berupa lukisan mural yang unik dan menarik.

NEWS | 7 Februari 2023


TAG POPULER

# Pelecehan Anak


# Liga Spanyol


# Hasya Athallah


# Bripka Madih


# Pemilu 2024


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
OJK Bakal Pangkas 600 BPR dalam Lima Tahun ke Depan

OJK Bakal Pangkas 600 BPR dalam Lima Tahun ke Depan

EKONOMI | 46 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE