Logo BeritaSatu

Edy Mulyadi Segera Diadili atas Perkara Ujaran Kebencian

Kamis, 31 Maret 2022 | 14:53 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri telah melimpahkan berkas perkara dugaan ujaran kebencian yang menjerat Edy Mulyadi ke jaksa penuntut umum Kejaksaan Agung (Kejagung). Edy Mulyadi diketahui dijerat atas kasus dugaan ujaran kebencian bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) karena menyebut lokasi ibu kota baru di wilayah Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur sebagai tempat jin buang anak.

Pelimpahan berkas perkara ke tahap penuntutan atau tahap dua ini seiring dengan telah rampungnya berkas penyidikan dengan tersangka Edy Mulyadi.

"Sudah (rampung)," kata Dirttipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (31/3/2022).

Dikatakan Edy, pihaknya menyerahkan tersangka Edy Mulyadi dan juga barang bukti hari ini.

"Hari ini sedang berproses tahap dua penyerahan tersangka dan barang bukti," ujarnya.

Diberitakan, Bareskrim Polri menetapkan Youtuber Edy Mulyadi sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana ujaran kebencian bermuatan SARA terkait pernyataannya yang menyebut lokasi ibu kota baru sebagai tempat jin buang anak. Penyidik langsung melakukan penahanan terhadap Edy untuk 20 hari ke depan.

“Setelah diperiksa sebagai tersangka dan langsung dari pukul 16.30 sampai dengan 18.30 WIB untuk kepentingan penyidikan perkara dimaksud, terhadap saudara EM penyidik melakukan penangkapan dan dilanjutkan penahanan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, di Mabes Polri, Senin (31/1/2022).

Dasar penerapan sebagai tersangka yakni Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang ITE yang menyatakan, setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA.

Edy juga dikenakan dengan Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) juncto Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Perhimpunan Hukum Pidana, jo Pasal 156 KUHP.

“Penahanan dilakukan dengan alasan subjektif dan objektif,” kata Ramadhan.

Alasan subjektif karena dikhawatirkan melarikan diri, dikhawatirkan menghilangkan barang bukti, dikhawatirkan mengulangi perbuatannya. Dan alasan objektif ancaman yang dikenakan di atas lima tahun.

“Ancaman masing-masing pasal ada, tapi perkara ini ancamannya 10 tahun,” kata Ramadhan.

Dalam perkara ini, penyidik menyita barang bukti berupa akun YouTube Edy Mulyadi bernama Bang Edy Channel.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Rudal Rusia Hantam Mal, Korban Tewas Jadi 18, Puluhan Hilang

Sedikitnya 18 orang tewas dan 36 lainnya hilang setelah rudal Rusia menghantam pusat perbelanjaan di kota Kremenchuk, Ukraina tengah.

NEWS | 29 Juni 2022

BMKG: Hari Ini, Cuaca Wilayah DKI Jakarta Cerah Berawan

BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini. Pasalnya, cuaca wilayah DKI Jakarta dominan cerah berawan.

NEWS | 29 Juni 2022

Sopir Angkot Tewaskan Empat Penumpang Divonis 13 Tahun

Sopir angkot bernama Karto Manalu yang menerobos palang pelintasan kereta api dan menewaskan empat penumpang divonis 13 tahun.

NEWS | 29 Juni 2022

DJ Joice dan 3 Rekannya Jadi Tersangka Kasus Narkoba

DJ Joice bersama tiga rekannya yang terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkotika sudah ditetapkan sebagai tersangka.

NEWS | 29 Juni 2022

BPET MUI: Khilafah Tak Perlu Lagi Diwacanakan di Indonesia

BPET MUI Muhammad Syauqillah mengatakan, persoalan khilafah telah selesai sejak lama dan tidak perlu lagi diperdebatkan implementasinya.

NEWS | 28 Juni 2022

Menkumham Harap Sinode GKPS Gotong Royong Majukan Bangsa

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly berharap Sinode Bolon ke-45 Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) melahirkan program gerejawi.

NEWS | 28 Juni 2022

Pelabelan BPA, BPOM Diharapkan Libatkan Kalangan Industri

BPOM diharapkan dapat melibatkan kalangan industri. Hal ini terkait rencana penerbitan aturan mengenai pelabelan potensi bahaya BPA.

NEWS | 28 Juni 2022

Konsumsi Narkoba Sejak 2018, DJ Joice: Agar Dapat Kepuasan

DJ Joice atau yang juga dikenal dengan nama Joice Challista mengonsumsi narkoba sejak 2018 untuk mendapatkan kepuasan.

NEWS | 28 Juni 2022

Santri Dukung Ganjar Jabar Bantu UMKM di Kabupaten Bandung

Santri Dukung Ganjar Pranowo Jawa Barat melaksanakan kegiatan bantuan UMKM di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Selasa ( 28/06/2022)

NEWS | 28 Juni 2022

Kemendagri: RUU Pemekaran Papua Berikan Ruang Afirmasi OAP

Rancangan undang-undang (RUU) terkait pemekaran Papua memberikan ruang afirmasi bagi orang asli Papua (OAP).

NEWS | 28 Juni 2022


TAG POPULER

# MotoGP 2022


# Ukraina


# Persik


# Sirkuit Formula E


# Holywings


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Rudal Rusia Hantam Mal, Korban Tewas Jadi 18, Puluhan Hilang

Rudal Rusia Hantam Mal, Korban Tewas Jadi 18, Puluhan Hilang

NEWS | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings