Logo BeritaSatu

Merasa Diadili, Alasan Terawan Tak Hadiri Panggilan MKEK IDI

Sabtu, 2 April 2022 | 00:45 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / FFS

Jakarta, Beritasatu.com – Staf khusus Menteri Kesehatan era Terawan Agus Putranto, Brigjen TNI (purn) dr Jajang Edy Prayitno, mengungkapkan alasan Terawan tak menghadiri panggilan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Jajang menuturkan, Terawan sebenarnya sudah memenuhi panggilan dan beraudiensi di kantor MKEK PB IDI pada 30 Agustus 2013 lalu. Saat itu, Terawan berusaha menjelaskan hasil karya inovasi digital subtraction angiography (DSA) atau terapi cuci otak yang dikembangkannya. Namun, Terawan justru merasa diadili.

“Yang terjadi justru seperti pengadilan bagi dokter Terawan bukan sebuah penjelasan ilmiah atau klarifikasi. Banyak dokter senior IDI yang mengadili, menyalahkan dan menghakimi Terawan. Padahal sudah ada iktikad baik datang untuk menjelaskan semuanya, namun ternyata berbeda,” katanya kepada Beritasatu.com, Jumat (1/4/2022).

Jajang menerangkan masalah ini bermula dari persaingan di internal komunitas atau cabang radiologi. Namun, persoalan tersebut meluas karena DSA yang dikembangkan Terawan ternyata bisa mengobati orang yang lumpuh, stroke dan lainnya. Bahkan, DSA kemudian dapat mengobati saraf dan lainnya, sehingga terapi pengobatan ini mengalami kemajuan yang luar biasa.

Sayangnya, inovasi karya anak bangsa yang berkembang pesat ini, tidak didukung oleh organisasi profesi dokter dan justru diadili oleh para dokter lainnya.

“Ya tentu Terawan merasa kesal, inovasi yang bertujuan demi kebaikan dan mulia, malah tidak dianggap dan dituding aneh-aneh termasuk diadili para dokter IDI karena mungkin mereka merasa takut lahannya (praktik dokter) terganggu,” ujar dr Jajang.

Selain itu, Jajang mengatakan, Terawan tidak mau datang kembali saat dipanggil MKEK IDI karena posisinya waktu itu sebagai Kepala Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Subroto dan sebagai bawahan dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad).

Langkah pemanggilan pemeriksaan oleh MKEK IDI saat itu kurang tepat karena Terawan masih memiliki atasan dan adanya hierarki. Seharusnya pemanggilan dialamatkan kepada Kasad yang juga menaungi RSPAD, biar nantinya pimpinan yang memerintahkan Terawan menghadiri muktamar atau lainnya dari IDI.

"Dia (Terawan) masih punya atasan, dalam hal ini adalah Kasad. Sedangkan alamat pemanggilan tertuju ke dr Terawan, meski sebagai Kepala RSPAD tapi beliau adalah bawahan Kasad. Jadi karena tidak tepat, Terawan tidak menghadiri pemanggilan dari MKEK IDI,” urainya.

Tak hanya itu, sebagai tim dokter kepresidenan Terawan diwajibkan standby setiap saat dan siap siaga melayani dan mengikuti presiden maupun wakil presiden kemana pun bepergian.

“Jadi dia harus ikut terus dampingi presiden dan kapan waktunya untuk menghadiri panggilan IDI? Sudah tidak ada waktu lagi, apalagi nantinya hanya akan disalah-salahkan saja. Terawan juga sudah menjelaskan kajian ilmiahnya DSA lewat disertasi doktornya di Universitas Hasanuddin, Makassar,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Erupsi Gunung Semeru Tak Pengaruhi Wisata di Bromo

Aktivitas wisata di Gunung Bromo, Jawa Timur, yang masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tidak terdampak erupsi Gunung Semeru.

NEWS | 4 Desember 2022

Pembangunan Rumah Korban Gempa Cianjur Rampung Sebelum Lebaran

Pembangunan rumah korban gempa Cianjur, Jawa Barat, akan rampung sebelum Lebaran 2023 mendatang.

NEWS | 4 Desember 2022

Longsor di Jalan Bogor-Sukabumi, Kendaraan Besar Dialihkan ke Tol Bocimi

Polisi memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa pengalihan arus kendaraan besar ke Tol Bocimi, imbas dari longsornya Jalan Raya Bogor-Sukabumi.

NEWS | 4 Desember 2022

MRT Jakarta Dorong Masyarakat Manfaatkan Taman Literasi

Menurut Farchad, masyarakat bisa melakukan berbagai kegiatan di taman literasi Martha Christina Tiahahu, yang dikelola anak usaha PT MRT Jakarta.  

NEWS | 4 Desember 2022

Pencarian Helikopter Polri NBO-105 Diperpanjang Tiga Hari

Tim SAR gabungan memperpanjang pelaksanaan kegiatan pencarian dan evakuasi Helikopter NBO-105 Polri yang jatuh di perairan Manggar, Belitung Timur.

NEWS | 4 Desember 2022

MRT Jakarta Targetkan Penambahan Lima Taman Literasi di 2023

MRT Jakarta melalui anak perusahaan, PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ) menargetkan penambahan area hijau di DKI Jakarta sebesar 10 persen.

NEWS | 4 Desember 2022

Waspada, Status Gunung Semeru Naik Jadi Level Awas

Status Gunung Semeru di Jawa Timur pada Minggu ini telah dinaikkan dari Level 3 atau Siaga menjadi Level 4 atau Awas terhitung mulai pukul 12.00 WIB.

NEWS | 4 Desember 2022

Jadi Lokasi Pernikahan Kaesang, Segini Tarif Menginap di Royal Ambarrukmo

Hotel Royal Ambarrukmo sendiri merupakan satu dari empat hotel warisan budaya nasional selain Hotel Indonesia (Kempinski) di Jakarta, Hotel Bali Beach di Bali.

NEWS | 4 Desember 2022

Semeru Luncurkan Awan Panas Guguran, Masyarakat Diimbau Tak Beraktivitas

Masyarakat diimbau tidak beraktivitas di lereng Gunung Semeru pascaerupsi dan meluncurkan awan panas guguran sejauh 7 kilometer, Minggu (4/12/2022).

NEWS | 4 Desember 2022

ABK Indonesia Selamat dari Pembajakan Kapal di Perairan Pantai Gading

17 ABK WNI berhasil diselamatkan dari pembajakan Kapal Tanker B-Ocean di perairan wilayah selatan Pantai Gading.

NEWS | 4 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Erupsi Gunung Semeru Tak Pengaruhi Wisata di Bromo

Erupsi Gunung Semeru Tak Pengaruhi Wisata di Bromo

NEWS | 1 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE