Logo BeritaSatu

Sekjen HMS Kritik Pernyataan Satgas BLBI Sita Aset Obligor Rp 19 Triliun

Senin, 4 April 2022 | 10:42 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / CAH

Jakarta, Beritasatu.com – Sekjen Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS), Hardjuno Wiwoho mengkritik klaim Satuan Tugas (Satgas) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang telah menyita aset tanah para obligor dengan nilai Rp 19 triliun.

Pasalnya, nilai aset yang disita itu tidak mencerminkan nilai sebenarnya lantaran sudah menyusut. Karena itu, dia meminta menghentikan pernyataan yang terkesan bombastis tersebut.

Advertisement

"Satgas BLBI musti ingat, Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dahulu melakukan kekeliruan yang sama yakni perkiraan nilai aset sudah dihitung sebagai nilai pembayaran utang. Namun setelah dijual, ternyata nilai tunai hanya 5% dari perkiraan," ujar Hardjuno Wiwoho dalam diskusi "Mengurai Benang Kusut BLBI" di Jakarta, Minggu (3/4/2022).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan sejak Satgas BLBI dibentuk hingga saat ini telah berhasil menyita sejumlah aset dan nilainya mendekati Rp 20 triliun.

“Sampai saat ini, Satgas BLBI sudah berhasil menyita aset tanah sebesar 19.988.942,35 meter persegi yang kalau dinilai dengan uang seluruhnya dengan perhitungan konservatif dengan hitungan rata-rata sebesar 19.134.633.815.293 rupiah,” paparnya.

Hardjuno menjelaskan klaim Menko Polhukam Mahfud MD bahwa Satgas telah menyita aset obligor sebanyak 19 juta meter persegi dengan perhitungan rata-rata nilainya Rp 19 triliun adalah pernyataan berbahaya dan berimplikasi hukum.Sebab, aset sitaan, bukanlah sitaan tunai dan belum masuk kas negara sehingga belum bisa dihitung.

Jadi kalau ada pihak-pihak yang menyatakan sitaan tanah itu nilainya sekian dan ternyata setelah dilelang nilainya jauh dari perkiraan, hal itu bisa disebut sebagai korupsi karena merugikan negara.

“Ingat BPPN menerima aset lalu sudah dikatakan nilainya sekian-sekian, hutang obligor lunas, dikasih SKL (surat keterangan lunas). Ternyata setelah dijual nilainya hanya 5% dari perkiraan. Ini siapa yang tanggung jawab?” papar Hardjuno.

Pada intinya, Hardjuno menegaskan, Satgas jangan pernah menilai dari valuasi aset seperti tanah yang disita karena bisa saja nilainya di-mark up.

Yang harus dinilai adalah ketika aset tersebut sudah dijual dan hasil penjualannya sudah disetorkan ke kas negara sebagai pengembalian kerugian negara.

“Jadi jelas ya, angka klaim Satgas BLBI sudah sukses menyita aset sebesar Rp 19,1 trilliun itu hanyalah angka perkiraan yang cenderung kosong melompong. Tanah-tanah sitaan yang dulu diklaim Rp 9,8 triliun itu dan sekarang tambah lagi ini, kita perkirakan jika dilelang nilainya tak lebih dari Rp 1-2 triliun,” tandas Hardjuno.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tersambar Petir Saat Main Sepak Bola, Warga Sukabumi Tewas

Seorang pesepak bola meninggal di tempat akibat tersambar petir saat menjalani laga persahabatan antara Pepermi FC dan YGS FC di Sukabumi.

NEWS | 13 Agustus 2022

AKKMI Sesalkan Penyelundupan BBM di Tiongkok oleh ABK WNI

AKKMI menyesalkan penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) oleh empat anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan polisi laut Tiongkok.

NEWS | 13 Agustus 2022

Pria Diselamatkan dari Terowongan Runtuh, Dituduh Hendak Bobol Bank

Seorang pria diselamatkan dari terowongan yang runtuh di Roma telah dituduh menggalinya sebagai bagian untuk membobol bank.

NEWS | 13 Agustus 2022

Paman Tikam Keponakan di Kelas, Polisi Ungkap Motifnya

Aparat kepolisian mengungkap motif pembunuhan oleh seorang paman Rahmat (32) terhadap keponakannya berinisial SR (10) saat belajar di ruang kelas.

NEWS | 13 Agustus 2022

Bakamla Akan Membangun 60 Unit Rumah Susun di Batam

Pembangunan rumah susun ini merupakan hasil kerja sama Bakamla dengan Kementerian PUPR, Kementerian ATR/BPN, dan BP Batam.

NEWS | 13 Agustus 2022

Angin Puting Beliung Terjadi di Dua Desa di Kabupaten Kudus

Angin puting beliung melanda dua desa di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sehingga mengakibatkan puluhan rumah rusak ringan hingga sedang.

NEWS | 13 Agustus 2022

BP Jamsostek Tingkatkan Produktivitas Pekerja Lewat Gerakan Sejuta Langkah

BP Jamsostek meluncurkan Gerakan Sejuta Langkah (GSL) agar para pekerja harus bisa menyisihkan waktunya untuk berolahraga.

NEWS | 13 Agustus 2022

Kasus dan Kematian Covid-19 Jakarta sampai 13 Agustus 2022

Infografik tentang data jumlah kasus dan kematian Covid-19 Jakarta sampai dengan tanggal 13 Agustus 2022.

NEWS | 13 Agustus 2022

Penerima Vaksin Covid-19 di Indonesia sampai 13 Agustus 2022

Infografik tentang data jumlah penerima vaksin Covid-19 di Indonesia sampai tanggal 13 Agustus 2022.

NEWS | 13 Agustus 2022

Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia sampai 13 Agustus 2022

Infografik tentang data jumlah dan tren kasus aktif Covid-19 di Indonesia sampai tanggal 13 Agustus 2022.

NEWS | 13 Agustus 2022


TAG POPULER

# OTT Bupati Pemalang


# Brigadir J


# Bharada E


# Putri Candrawathi


# Prabowo Subianto


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tersambar Petir Saat Main Sepak Bola, Warga Sukabumi Tewas

Tersambar Petir Saat Main Sepak Bola, Warga Sukabumi Tewas

NEWS | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings