Logo BeritaSatu

Rahmat Effendi Diduga Memalak ASN Pemkot Bekasi untuk Kepentingan Investasinya

Selasa, 5 April 2022 | 10:52 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / FFS

Jakarta, Beritasatu.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Wali Kota nonaktif Bekasi, Rahmat Effendi. Para saksi diperiksa untuk mendalami dugaan Rahmat Effendi menarik uang atau memalak para ASN di Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk keperluan investasi pribadinya.

Para saksi diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (4/4/2022) kemarin.

“Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan adanya pengumpulan sejumlah uang dari para ASN di berbagai SKPD pada Pemkot Bekasi atas perintah tersangka RE (Rahmat Effendi) yang diperuntukkan bagi investasi pribadi tersangka RE dimaksud,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (5/4/2022).

Para saksi yang diperiksa yakni Direktur RSUD Kota Bekasi, Kusnanto; Kasatpol PP, Abi Hurairoh; Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Bekasi, Hanan; Kepala Dinas Bina Marga, Arif Maulana; serta Kepala Dinas Pendidikan, Innayatullah.

Berikutnya yakni Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan Daerah, Aan Suhanda; Kabid Pelayanan Medik RSUD, Rina Oktavia; Kepala Dinas Kesehatan, Tanti Rohilawati; Kepala Dinas Perhubungan, Dadang Ginanjar; serta Kepala BKPSDM Kota Bekasi, Karto.

KPK sebetulnya menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kadis Lingkungan Hidup, Yayan Yuliana. Hanya saja yang bersangkutan mangkir atau tidak menghadiri pemeriksaan. Penyidik KPK memastikan akan menjadwalkan ulang pemeriksaan Yayan Yuliana.

Diberitakan, KPK menetapkan Rahmat Effendi sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang. Penetapan tersangka ini merupakan pengembangan kasus dugaan suap yang menjerat Rahmat Effendi sebelumnya. Dari proses penyidikan yang dilakukan, KPK menduga, Rahmat Effendi melakukan tindak pidana pencucian uang dengan membelanjakan, menyembunyikan, atau menyamarkan kepemilikan harta kekayaannya yang diduga merupakan hasil dari tindak pidana korupsi.

Sebelumnya, Rahmat Effendi dan delapan orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek dan jual beli jabatan di lingkungan Pemkot Bekasi. Penetapan tersangka terhadap sembilan orang ini dilakukan KPK setelah memeriksa intensif 14 orang yang diciduk dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (5/1/2022) lalu.

Selain Rahmat Effendi, delapan orang lainnya yang dijerat KPK dalam kasus suap ini, yaitu Direktur PT MAM Energindo, Ali Amril; Lai Bui Min alias Anen selaku pihak swasta serta Direktur PT Kota Bintang Rayatri dan PT HS Hanaveri Sentosa, Suryadi.

KPK juga menjerat Camat Rawalumbu, Makhfud Saifudin; Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP, M. Bunyamin; Lurah Kati Sari, Mulyadi alias Bayong; Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Bekasi, Jumhana Lutfi; dan Camat Jatisampurna, Wahyudin.

KPK menduga, Rahmat Effendi menerima suap terkait fee ganti rugi serta pengerjaan proyek dan juga terkait jual beli jabatan di Pemkot Bekasi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Wabah Kolera di Malawi, 110 Orang Meninggal sejak Maret

Wabah kolera di Malawi telah menyebar ke-22 dari 28 distrik di negara itu hingga membunuh 110 orang serta menulari 3.891 orang.

NEWS | 5 Oktober 2022

Jokowi Apresiasi TNI yang Terus Jaga Kedaulatan Bangsa

Presiden Jokowi menyampaikan selamat HUT ke-77 kepada TNI di mana pun prajurit berada dan bertugas.

NEWS | 5 Oktober 2022

Bareskrim Limpahkan Berkas Tersangka Kasus Brigadir J

Polri akan melimpahkan tersangka kasus dugaan pembunuhan terhadap Brigadir J dan obstruction of justice pada hari ini, Rabu (5/10/2022)

NEWS | 5 Oktober 2022

Jokowi Pimpin Upacara HUT ke-77 TNI di Istana Merdeka

Presiden Jokowi  memimpin upacara peringatan HUT ke-77 TNI di Halaman Depan Istana Merdeka, Jakarta.

NEWS | 5 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Korban Meninggal Jadi 131 Orang

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, sebanyak 131 orang meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan pascakericuhan di Stadion Kanjuruhan

NEWS | 5 Oktober 2022

Polri Perbaharui Data Korban Tragedi Kanjuruhan, 131 Meninggal

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyebutkan jumlah korban meninggal tragedi Kanjuruhan sebanyak 131 orang.

NEWS | 5 Oktober 2022

Pilot Presiden Irwanda Syafriadi, Orang Kampung ke Amerika

Bagi Mayor (Penerbang) Irwanda Syafriadi salah satu kebahagiaan adalah saat membawa ibunya naik pesawat Herkules dari Jakarta ke Palembang.

NEWS | 5 Oktober 2022

Hari Ini Indra Kenz Hadapi Tuntutan Kasus Penipuan Binomo

Akibat perbuatan Indra Kenz, para korban sebanyak 144 orang mengalami kerugian hingga lebih dari Rp 83 miliar.

NEWS | 5 Oktober 2022

Mendes Siap Sukseskan Penggunaan Kendaraan Listrik di Desa

Mendes PDTT menyatakan dukungannya serta kesiapan untuk terlibat dalam mempromosikan kendaraan listrik di desa.

NEWS | 5 Oktober 2022

KPK Tegaskan Tak Berlama-lama untuk Panggil Lukas Enembe

KPK menegaskan tidak akan berlama-lama untuk kembali menjadwalkan pemanggilan terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe

NEWS | 5 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Jokowi Apresiasi TNI yang Terus Jaga Kedaulatan Bangsa

Jokowi Apresiasi TNI yang Terus Jaga Kedaulatan Bangsa

NEWS | 10 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings