Logo BeritaSatu

Fase Menyusui Berperan Penting Cegah Stunting pada Anak

Kamis, 7 April 2022 | 09:47 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Jakarta, Beritasatu.com- Fase menyusui atau saat bayi berusia 0 hingga 6 bulan memegang peranan penting dalam pencegahan stunting pada anak. Stunting harus menjadi kondisi yang patut diperhatikan dan diwaspadai sehingga pencegahannya perlu dilakukan sejak dini.

“Kebutuhan gizi ibu menyusui itu konsumsinya harus lebih banyak dari ibu hamil untuk mencapai 6 bulan ASI eksklusif dan bayinya tetap dalam kondisi yang baik. Pada saat ibu menyusui secara eksklusif, bayi itu bergantung sepenuhnya pada ibunya, sehingga pada masa ini perlu diperhatikan gizi ibu. Apalagi saat ini di Indonesia, prevalensi ibu hamil yang menderita kurang energi kronis (KEK) dan anemia tinggi,” kata Guru Besar Bidang Gizi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) Prof. Sandra Fikawati kepada wartawan, Rabu (6/4/2022).

Advertisement

Sandra Fikawati mengatakan, ibu yang sedang dalam masa menyusui memerlukan makanan yang bergizi agar dapat memberikan gizi yang optimal kepada bayi melalui air susu ibu (ASI). Fase menyusui ini berperan penting dalam mencegah stunting pada anak mengingat sebanyak 23 persen bayi sudah terlahir stunted sehingga perlu upaya yang lebih keras pada saat menyusui guna mencegah kondisi ini berlanjut.

Mengingat pentingnya ibu menyusui dalam mencegah stunting, Fika menyarankan agar fase ini menjadi perhatian Pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan. Sebagaimana diketahui bahwa Kementerian Kesehatan memiliki program khusus dalam rangka pencegahan stunting yang dinamakan Intervensi Gizi Spesifik.

Dalam program Intervensi Gizi Spesifik terdapat sembilan upaya yang dilakukan untuk mencegah stunting pada saat sebelum bayi lahir dan setelah lahir. Hanya saja menurut Fika, perlu ditambahkan upaya pemberian asupan gizi yang optimal bagi ibu menyusui agar jangan sampai kecolongan menjadi stunting di saat mendapat ASI eksklusif enam bulan.

“Berdasarkan data sebanyak 23% bayi ketika lahir sudah dalam kondisi stunted, itu berarti dia harusnya mengejar ketinggalan karena sudah terlahir stunted. Maka ketika si ibu menyusui harus memberikan gizi yang memadai kepada si bayi, ibu membutuhkan protein dan gizi yang cukup pula untuk dirinya. Jadi ini ada missed dari program Kemenkes yang tidak memperhatikan pada fase menyusui,” jelas Fika.

Di sisi lain, Fika mengapresiasi program Kementerian Kesehatan dalam upaya pencegahan stunting seperti di antaranya pemberian tablet penambah darah bagi remaja putri dan pemberian makanan tambahan protein hewani bagi baduta. Hanya saja, dibutuhkan poin tambahan pada fase menyusui agar program tersebut lebih komprehensif. Fika juga menyarankan agar Pemerintah memberikan subsidi untuk memudahkan akses masyarakat terhadap makanan yang mengandung protein hewani.

“Saya juga menyarankan agar pemerintah mensubsidi protein hewani, termasuk di dalamnya susu buat anak-anak. Protein hewani berbentuk susu ini sangat penting bagi pertumbuhan anak. Selain mengandung insulin like growth factor (IGF-1) yang berperan penting dalam pertumbuhan tinggi badan, susu juga mudah disajikan, praktis disiapkan, dan merupakan makanan alami yang disukai anak. Harga protein hewani di negara maju relatif sangat murah dibandingkan di Indonesia. Tanpa adanya subsidi ini maka akan sulit mencegah stunting,” urainya.

Sebelumnya, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan persoalan stunting harus diatasi secara serius mengingat sekitar 2 hingga 3 persen dari Pendapatan Domestik Bruto atau PDB “hilang” per tahunnya akibat stunting. Hal ini disebabkan stunting juga berisiko menurunkan kualitas sumber daya manusia suatu negara. Hasto menyebutkan salah satu penyebab utama stunting yaitu kurangnya asupan gizi dalam jangka panjang.

“Penyebab utamanya itu asupan gizi yang kurang secara kronis terus menerus dan jangka panjang, (ibunya) sering sakit-sakitan, dan (pola) asuhannya tidak baik. Ibu hamil yang tidak sehat, anemia, kekurangan vitamin D, kekurangan asam folat itu peluang anaknya stunting jadi lebih besar. Begitu juga ibu hamil yang terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering hamil, terlalu banyak anaknya, ini juga menjadikan faktor stunting,” paparnya.

Untuk mengatasi stunting, Hasto menambahkan BKKBN merencanakan program konvergensi yang memungkinkan sinergisitas antar kementerian dan lembaga terkait.

“BKKBN mengerahkan namanya konvergensi yang melibatkan Kementerian dan Lembaga terkait. Misalnya Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) memperbaiki sanitasi, Kementerian Pertanian menyediakan pangan, Kementerian Kesehatan memfasilitasi penelitian dan pelayanan, dan lainnya,” ujarnya.

Di samping kolaborasi antar kementerian dan lembaga pemerintah, kata Hasto, kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat terkait kebutuhan nutrisi bayi melalui ketercukupan gizi ibu juga perlu digalakkan demi tercapainya generasi bangsa yang berkualitas dan berdaya saing. Pemerintah akan memastikan layanan dasar bidang kesehatan yang dapat menurunkan prevalensi stunting melalui Rancangan Kerja 2022.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kasus Baru Gagal Ginjal Akut, Bareskrim Kirim Sampel ke BPOM

Bareskrim Polri mengirimkan sampel ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait dua kasus baru gagal ginjal akut yang ditemukan di DKI Jakarta.

NASIONAL | 7 Februari 2023

Ibunya Tewas, Bayi Baru Lahir Selamat dari Puing-puing Gempa Dahsyat

Keajaiban setelah bayi baru lahir ditemukan dalam kondisi selamat dari puing-puing akibat gempa dahsyat di sebuah rumah di Suriah utara.

INTERNASIONAL | 8 Februari 2023

Keren! Qoala Plus Tumbuh Tiga Kali Lipat di Sumatera

Qoala Plus sebagai unit bisnis insurtech Qoala mencatat pertumbuhan tiga kali lipat di wilayah Sumatera.

EKONOMI | 8 Februari 2023

OJK Catat Kredit Macet 21 Fintech Lending di Atas 5 Persen

Sebanyak 21 penyelenggara fintech lending mencatat pembiayaan bermasalah atau tingkat wanprestasi 90 hari (TWP 90) di atas 5%.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Alasan Ekonomi Jadi Motif Anggota Densus 88 Bunuh Sopir Taksi Online

Polisi tidak menjelaskan lebih rinci ada kesulitan apa sehingga HS, oknum anggota Densus 88 itu gelap mata melakukan pembunuhan terhadap sopir taksi online.

MEGAPOLITAN | 7 Februari 2023

Mardiono Sowan ke Ponpes Sukahideng, PPP Diminta Dekati Kiai dan Masyarakat

Muhamad Mardiono mengatakan dengan mendekatkan diri kepada masyarakat dan kiai maka PPP diharapkan bisa mendengar serta menyerap aspirasi yang ada.

NASIONAL | 8 Februari 2023

Kasus Baru Gagal Ginjal Akut, Daftar Obat Aman Dipertanyakan

Seiring munculnya kasus baru gagal ginjal akut, Tim Advokasi untuk Kemanusiaan meminta daftar obat aman yang dirilis BPOM harus diperiksa kembali.

NASIONAL | 7 Februari 2023

Kasus Diabetes Anak Melonjak, IDI Tekankan Pentingnya Edukasi Masyarakat

Diperlukan edukasi bagi masyarakat terkait bagaimana skrining untuk penyakit diabetes khususnya pada anak agar tidak terjadi peningkatan kasus secara signifikan.

NASIONAL | 8 Februari 2023

Marein Cetak Laba Bersih Rp 64,90 Miliar Sepanjang 2022

PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (Marein/MREI) berhasil mencetak laba bersih Rp 64,90 miliar pada tahun 2022

EKONOMI | 7 Februari 2023

Ditangkap Densus 88, Tersangka Pembunuh Sopir Taksi Online Ditahan di Polda Metro

Pelaku anggota Densus 88 ditangkap sekitar pukul 16.30 WIB sore di kawasan Bekasi, Jawa Barat tak lama setelah jasad sopir taksi online ditemukan.

MEGAPOLITAN | 7 Februari 2023


TAG POPULER

# Warunk Upnormal


# Susi Air


# Gempa Turki


# Jokowi


# Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Putra Ronaldinho Segera Gabung Barcelona

Putra Ronaldinho Segera Gabung Barcelona

BOLA | 3 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE