Logo BeritaSatu

Jokowi Minta PPATK Waspada Modus Baru Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme

Senin, 18 April 2022 | 11:02 WIB
Oleh : Novy Lumanauw, Lenny Tristia Tambun / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang selama 2 dekade telah bekerja keras untuk mengefektifkan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme. Di sisi lain, Presiden Jokowi mengingatkan adanya modus baru kejahatan pencucian uang dan pendanaan terorisme.

"Apa yang telah dicapai dalam 2 dekade ini tidak boleh membuat kita berpuas diri," kata Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan dalam rangka Peringatan 20 Tahun Gerakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) di Istana Negara, Jakarta, Senin (18/4/2022).

Presiden Jokowi didampingi Menko Polhukam Mahfud MD, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Polisi Boy Rafli Amar.

Presiden Jokowi mengatakan, tantangan-tantangan yang akan dihadapi di masa depan semakin berat dan potensi kejahatan cyber juga semakin meningkat. "Muncul berbagai modus dan bentuk-bentuk baru kejahatan pencucian uang dan pendanaan terorisme. Saya memahami pencegahan dan pendanaan tindak pidana terorisme tidak bisa dilakukan oleh PPATK sendiri," katanya.

Ia mengatakan diperlukan kerja bersama untuk menjaga integritas dan stabilitas sistem perekonomian dan keuangan. "Diperlukan dukungan semua pihak, instansi pemerintah, industri keuangan, dan seluruh masyarakat. Kita perlu membangun sinergi untuk memastikan penegakan hukum yang berkeadilan, meningkatkan upaya penyelamatan, upaya pengembalian, dan pemulihan keuangan negara," kata Presiden Jokowi.

Sementara Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana mengatakan, selama 20 tahun perjalanan gerakan Anti-Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) adalah bagian dari sejarah panjang dari upaya dunia dalam penanganan tindak pidana, dimana para pelaku tindak pidana menikmati hasil kekayaan ilegal dengan memanfaatkan prinsip kerahasiaan perbankan dan industri keuangan lainnya. "Harta kekayaan ilegal menumbuh suburkan tindak pidana itu sendiri, seperti darah yang menghidupi tindak pidana (blood of the crime)," kata Ivan dalam laporannya.

Ia mengatakan, tonggak sejarah gerakan antipencucian uang di Indonesia dimulai dengan penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Tindak Pidana Pencucian Uang yang kemudian disahkan menjadi UU Nomor 15 Tahun 2002. Sejak itu, pemerintah membentuk Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan seiring upaya Indonesia keluar dari daftar hitam negara atau teritori yang tidak kooperatif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan pencucian uang atau NCCT list, yang dikeluarkan Financial Action Task Force (FATF).

Ia mengatakan, sebagai upaya membantu pemerintah, PPATK terus bersinergi dengan Kementerian Keuangan untuk meningkatkan penerimaan negara yang berasal dari sektor fiskal, dengan total kontribusi penerimaan negara pada kasus perpajakan hingga akhir tahun 2021 mencapai Rp 7,4 triliun. "PPATK rutin memberikan masukan pada proses fit and proper test untuk mendukung pemilihan pejabat berintegritas," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Alasan Bawaslu Hentikan Laporan Dugaan Pelanggaran Kampanye Anies Baswedan

Anggota Bawaslu Puadi mengungkapkan alasan pihaknya menghentikan laporan dugaan pelanggaran kampanye Anies Baswedan terkait tabloid KBA Newspaper.

NEWS | 30 September 2022

KPK Ungkap Ada Pihak yang Bangun Opini agarLukas Enembe Hindari Pemeriksaan

KPK mengungkapkan adanya pihak yang membangun opini agar Gubernur Papua, Lukas Enembe menghindari pemeriksaan sebagai tersangka. 

NEWS | 30 September 2022

Fadel Muhammad Akhirnya Laporkan La Nyalla ke Badan Kehormatan DPD

Wakil Ketua MPR dari unsur Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Fadel Muhammad akhirnya melaporkan Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalliti ke BK DPD.

NEWS | 30 September 2022

TPDI Minta KPK Tidak Intimidasi Pengacara Lukas Enembe

Koordinator TPDI Petrus Selestinus meminta KPK tidak mengintimidasi pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe, Roy Rening dkk saat menyampaikan pembelaan terhadap kliennya.

NEWS | 30 September 2022

13.809 Mahasiswa Jalani Pendidikan Profesi Guru di 72 LPTK

Kemendikbudristek menyerahkan 13.809 mahasiswa program Pendidikan Profesi Guru (PPG) ke 72 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

NEWS | 30 September 2022

Lantik 3 Anggota MRP, Wamendagri: Jangan Terjebak Dinamika Politik Praktis

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) John Wempi Wetipo melantik tiga anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) sisa masa jabatan 2017-2022.

NEWS | 30 September 2022

Legislator: RUU Sisdiknas Tak Ikuti Peta Jalan Pendidikan

Syaiful Huda menuturkan bahwa RUU Sisdiknas dibuat tidak berdasarkan peta jalan pendidikan nasional.

NEWS | 30 September 2022

Pemuka Gereja Kingmi Papua Minta Lukas Enembe Jujur ke KPK

Pemuka gereja Kingmi, Yones Wenda meminta Gubernur Papua Lukas Enembe untuk jujur kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

NEWS | 30 September 2022

Moeldoko: Pemerintah Akselerasi Reformasi Fundamental Sektor Kesehatan

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menegaskan pemerintah sedang mengakselerasi reformasi besar-besaran di sektor kesehatan, terutama di daerah.

NEWS | 30 September 2022

Bangun PLTS, Green Lifestyle DPR Dinilai Patut Dicontoh

Langkah DPR membangun PLTS untuk memenuhi tambahan kebutuhan energi di lingkungan kompleks parlemen, Gedung DPR, Senayan, Jakarta mendapat apresiasi.

NEWS | 30 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Arema FC Waspadai Permainan Cepat Persebaya

Arema FC Waspadai Permainan Cepat Persebaya

BOLA | 8 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings