Logo BeritaSatu

Lemhannas: Indonesia Pernah Cegah Penceramah Radikal Masuk

Jumat, 20 Mei 2022 | 10:33 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto menegaskan pemerintah pernah mencegah penceramah yang menyebarkan radikalisme dan separatisme masuk ke Tanah Air. Tindakan itu sudah beberapa kali dilakukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Akan tetapi, Andi tidak membeberkan secara terperinci penceramah yang dicegah masuk ke Indonesia. “Pada dasarnya, sudah terjadi beberapa kali kalau di lihat catatan Imigrasi. Kita sudah melakukan beberapa kali tentang itu,” tegas gubernur Lemhannas di sela-sela perayaan HUT ke-57 Lemhannas di gedung Lemhannas, Jakarta, Jumat (20/5/222).

Pernyataan tersebut diungkapkan Andi untuk menanggapi tindakan pemerintah Singapura yang menolak kedatangan penceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) beserta rombongannya sebanyak enam orang pada Senin (16/5/2022). Andi mengatakan pemerintah RI pun berkomitmen menindak tegas oknum yang mengancam kedaulatan NKRI untuk dating ke Indonesia.

“Hal-hal yang mengganggu kedaulatan kita, benar-benar yang mengancam kita, ada tindakan-tindakan tegas dari pemerintah,” ujarnya.

Diberitakan, Singapura menolak kedatangan UAS beserta rombongannya karena beberapa alasan. Berdasarkan keterangan dari Kementerian Dalam Negeri Singapura atau MHA (Ministry of Home Affairs), pemerintah Singapura menolak UAS mengunjungi negaranya hingga harus dijatuhi not to land.

MHA membenarkan UAS tiba dari Batam, bersama enam pendamping di Terminal Feri Tanah Merah Singapura pada Senin (16/5/2022). UAS diwawancara. Lalu, kelompoknya ditolak masuk ke Singapura dan ditempatkan kembali di feri menuju Batam pada hari yang sama.

Terdapat beberapa alasan penolakan kedatangan UAS. Misalnya, UAS berkhotbah bahwa aksi bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel Palestina dan menganggap itu sebagai operasi syahid. MHA juga menilai UAS dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi yang mana tidak dapat diterima di negara kalangan masyarakat multi-ras dan multi-agama, seperti Singapura.

UAS pun dianggap merendahkan komunitas agama lain. UAS juga disebut pernah membuat komentar yang merendahkan anggota komunitas agama lain, seperti Kristen, dengan menggambarkan salib Kristen sebagai tempat tinggal “jin (roh/setan) kafir”. Ini tentu menjadi topik sensitif yang menyinggung banyak pihak nonmuslim, khususnya di Singapura.

Berikutnya, UAS melabelkan agama lain sebagai kafir. MHA mengatakan UAS secara terbuka kerap menyebut nonmuslim sebagai kafir. Perkataan ini membuatnya dianggap tidak bisa menerima dan menghargai keberagaman agama.

MHA dalam keterangan di situs resminya juga menyebut UAS berusaha masuk ke Singapura dengan berpura-pura untuk melakukan kunjungan sosial. Pemerintah Singapura memandang serius setiap orang yang menganjurkan kekerasan dan mendukung ajaran ekstrimis dan segregasi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

13.809 Mahasiswa Jalani Pendidikan Profesi Guru di 72 LPTK

Kemendikbudristek menyerahkan 13.809 mahasiswa program Pendidikan Profesi Guru (PPG) ke 72 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

NEWS | 30 September 2022

Lantik 3 Anggota MRP, Wamendagri: Jangan Terjebak Dinamika Politik Praktis

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) John Wempi Wetipo melantik tiga anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) sisa masa jabatan 2017-2022.

NEWS | 30 September 2022

Legislator: RUU Sisdiknas Tak Ikuti Peta Jalan Pendidikan

Syaiful Huda menuturkan bahwa RUU Sisdiknas dibuat tidak berdasarkan peta jalan pendidikan nasional.

NEWS | 30 September 2022

Pemuka Gereja Kingmi Papua Minta Lukas Enembe Jujur ke KPK

Pemuka gereja Kingmi, Yones Wenda meminta Gubernur Papua Lukas Enembe untuk jujur kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

NEWS | 30 September 2022

Moeldoko: Pemerintah Akselerasi Reformasi Fundamental Sektor Kesehatan

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menegaskan pemerintah sedang mengakselerasi reformasi besar-besaran di sektor kesehatan, terutama di daerah.

NEWS | 30 September 2022

Bangun PLTS, Green Lifestyle DPR Dinilai Patut Dicontoh

Langkah DPR membangun PLTS untuk memenuhi tambahan kebutuhan energi di lingkungan kompleks parlemen, Gedung DPR, Senayan, Jakarta mendapat apresiasi.

NEWS | 30 September 2022

Parpol Mulai Tawar-Menawar Koalisi Menuju Pilpres 2024

Partai politik (parpol) mulai tawar-menawar koalisi menuju Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024.

NEWS | 30 September 2022

Wamendagri Tegaskan Peran MRP Perjuangkan Kepentingan Orang Asli Papua

Wamendagri, John Wempi Wetipo membeberkan peran strategis MRP dalam memperjuangkan kepentingan orang asli Papua. 

NEWS | 30 September 2022

Stunting Bisa Berpengaruh pada Penurunan Kecerdasan Anak

Stunting harus mendapatkan perhatian dan penanganan yang serius karena bisa berdampak ke penurunan kecerdasan anak.

NEWS | 30 September 2022

PDIP Sebut Bakal Ada Kejutan dalam Safari Politik Puan ke Airlangga Hartarto

Politikus PDIP Bambang Wuryanto menyatakan bakal ada kejutan baru dalam safari politik Ketua DPR Puan Maharani ke Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

NEWS | 30 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
13.809 Mahasiswa Jalani Pendidikan Profesi Guru di 72 LPTK

13.809 Mahasiswa Jalani Pendidikan Profesi Guru di 72 LPTK

NEWS | 9 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings