Logo BeritaSatu

Rusia Tuding Sanksi Barat Merusak Ketahanan Pangan

Sabtu, 21 Mei 2022 | 07:48 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Moskwa, Beritasatu.com- Rusia menuding sanksi Barat terkait perang Ukraina telah merusak ketahanan pangan. Seperti dilaporkan RT, Kamis (19/5/2022), Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat (AS) Anatoly Antonov mengatakan sanksi terkait Ukraina telah memperburuk masalah yang ada.

“Masalah muncul jauh sebelum dimulainya operasi khusus Rusia di Ukraina. Mereka diperparah oleh gelombang sanksi anti-Rusia sepihak, tidak sah, yang merusak kepercayaan pada negara-negara Barat karena perilaku mereka yang tidak menentu,” katanya, seperti dikutip oleh media sosial kedutaan.

Antonov mengatakan ketahanan pangan global saat ini berada di bawah ancaman karena keputusan ekonomi makro yang tidak kompeten dari Barat dan dampak pandemi Covid-19.

“[Sanksi] juga mengganggu rantai pasokan dan aliran keuangan internasional. Selain itu, ancaman pembatasan tambahan menyebabkan lebih banyak kepanikan dan ketidakstabilan,” tambahnya.

Tuduhan itu muncul sebagai tanggapan atas klaim yang datang dari AS bahwa tindakan militer Rusia di Ukraina menyebabkan krisis pangan global. Menteri Luar Negeri Antony Blinken menyalahkan Moskwa atas meningkatnya kekurangan pangan dalam pidatonya pada pertemuan PBB di New York pada Rabu (18/5).

“Beberapa pihak telah mencoba menyalahkan AS dan banyak negara lain atas sanksi yang dijatuhkan pada Federasi Rusia sehingga memperburuk krisis ini. Pandangan ini salah,” tambahnya.

Menurut Blinken, ketika menjatuhkan sanksi kepada Rusia untuk mengakhiri perang secepat mungkin, AS dengan sengaja dan hati-hati membuat pengecualian untuk barang-barang pertanian dan pupuk.

“Seperti keputusannya untuk memulai perang yang tidak dapat dibenarkan ini, tanggung jawab atas gangguan pasokan ini dan penderitaan yang ditimbulkannya di seluruh dunia terletak tepat dan semata-mata pada pemerintah Rusia,” ujarnya.

Namun Duta Besar Antonov membantah dan menyebut klaim pengecualian AS adalah “gaslighting”. Sanksi keuangan dan transportasi berdampak langsung pada pasar pangan global.

Dalam pidato pada Rabu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan agar semua pembatasan makanan dan pupuk Rusia dicabut.

“Jika tidak, puluhan juta orang [akan terjerumus] ke dalam kerawanan pangan, diikuti oleh kekurangan gizi, kelaparan massal dan kelaparan, dalam krisis yang bisa berlangsung selama bertahun-tahun,”serunya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bamsoet: Surya Paloh Usul MPR Undang Capres Sampaikan Visi misi

Ketua MPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mengatakan, Ketum Partai Nasdem, Surya Paloh, mengusulkan MPR mengundang capres yang maju di Pilpres 2024.

NEWS | 1 Juli 2022

Korut Klaim Benda Asing di Perbatasan Penyebab Wabah Covid-19

Korut mengklaim, wabah Covid-19 pertama di negara itu dimulai dengan pasien yang menyentuh "benda asing" di dekat perbatasan.

NEWS | 1 Juli 2022

Butuh 3 Bulan Ketahui Penyebab Banjir Bandang di Bogor

BPBD Kabupaten Bogor membutuhkan waktu tiga bulan untuk melakukan investigasi penyebab banjir bandang dan longsor di Kecamatan Pamijahan dan Leuwiliang

NEWS | 1 Juli 2022

Ini Momen Peti Jenazah Tjahjo Kumolo Dipindahkan ke Mobil

Peti jenazah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo dipindahkan menggunakan mobil.

NEWS | 1 Juli 2022

HUT Ke-76 Bhayangkara, 665 Polisi di Papua Naik Pangkat

Sebanyak 665 anggota Polri di Polda Papua dan polres jajarannya menerima kenaikan pangkat di HUT ke-76 Bhayangkara pada hari ini.

NEWS | 1 Juli 2022

Kasus Mingguan Covid-19 Melonjak, Satgas: Gunakan Masker!

Satgas Covid-19 mengimbau masyarakat mentaati prokes serta memakai masker usai Indonesia jadi negara dengan kasus mingguan Covid-19 tertinggi.

NEWS | 1 Juli 2022

Tol Puncak, Pemkab Bogor Tunggu Tugas dari Kementerian PUPR

Hingga saat ini Pemkab Bogor masih menunggu pembagian peran dan tugas dari Kementerian PUPR terkait rencana pembangunan Tol Puncak

NEWS | 1 Juli 2022

Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Bekasi Tembus 100 Orang Per Hari

Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Bekasi kembali naik hingga menembus angka 100 orang per hari dalam dua pekan terakhir ini.

NEWS | 1 Juli 2022

Presiden Jokowi Bertemu Presiden UEA di Istana Al Shatie

Presiden Jokowi melakukan pertemuan dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan (MBZ) di Istana Al Shatie, Abu Dhabi.

NEWS | 1 Juli 2022

Pemkab Bogor Harap Korban Longsor Tak Tolak Direlokasi

Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan mengharapkan tak ada penolakan relokasi dari korban longsor di Pamijahan setelah beberapa rumah di sekitar bencana hancur.

NEWS | 1 Juli 2022


TAG POPULER

# Malaysia Open


# Rusia


# Roy Suryo


# Tjahjo Kumolo Meninggal


# Ayu Anjani


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Pacu Bisnis UMKM, Esta Dana Ventura Kembali Gandeng 9 BPR

Pacu Bisnis UMKM, Esta Dana Ventura Kembali Gandeng 9 BPR

EKONOMI | 12 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings