Logo BeritaSatu

Bahas Cacar Monyet, WHO Gelar Pertemuan Darurat

Sabtu, 21 Mei 2022 | 10:38 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Jenewa, Beritasatu.com- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggelar pertemuan darurat pada Jumat (20/5/2022) untuk membahas wabah cacar monyet baru-baru ini. Seperti dilaporkan Reuters, infeksi virus yang lebih umum di Afrika barat dan tengah itu, telah dikonfirmasi lebih dari 100 kasus di Eropa.

Dalam apa yang digambarkan Jerman sebagai wabah terbesar di Eropa, kasus telah dilaporkan di setidaknya sembilan negara - Belgia, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia, dan Inggris - serta Amerika Serikat, Kanada dan Australia.

Spanyol melaporkan 24 kasus baru pada Jumat (20/5), terutama di wilayah Madrid. Di sana, pemerintah daerah menutup sauna yang terkait dengan sebagian besar infeksi.

Satu rumah sakit di Israel merawat seorang pria berusia 30-an yang menunjukkan gejala yang konsisten dengan penyakit tersebut setelah baru saja tiba dari Eropa Barat.

Pertama kali diidentifikasi pada monyet, penyakit ini biasanya menyebar melalui kontak dekat dan jarang menyebar ke luar Afrika, sehingga rangkaian kasus ini memicu kekhawatiran.

Namun, para ilmuwan tidak memperkirakan wabah tersebut berkembang menjadi pandemi seperti Covid-19, mengingat virus tersebut tidak menyebar semudah SARS-COV-2.

Cacar monyet biasanya merupakan penyakit virus ringan, ditandai dengan gejala demam serta ruam bergelombang yang khas.

“Ini adalah wabah cacar monyet terbesar dan paling luas yang pernah terlihat di Eropa,” kata layanan medis angkatan bersenjata Jerman, yang mendeteksi kasus pertamanya di negara itu pada Jumat.

Pertemuan komite WHO untuk membahas masalah ini adalah Kelompok Penasihat Strategis dan Teknis tentang Bahaya Menular dengan Potensi Pandemi dan Epidemi (STAG-IH), yang memberi saran tentang risiko infeksi yang dapat menimbulkan ancaman kesehatan global.

Komite tidak akan bertanggung jawab untuk memutuskan apakah wabah harus dinyatakan sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional, bentuk kewaspadaan tertinggi WHO, yang saat ini diterapkan pada pandemi Covid-19.

"Tampaknya ada risiko rendah bagi masyarakat umum saat ini," kata seorang pejabat senior pemerintah AS.

Fabian Leendertz, dari Robert Koch Institute, menggambarkan wabah itu sebagai epidemi.

"Namun, sangat kecil kemungkinan epidemi ini akan berlangsung lama. Kasus-kasus tersebut dapat diisolasi dengan baik melalui contact tracing dan ada juga obat-obatan dan vaksin efektif yang dapat digunakan jika diperlukan," katanya.

Namun, kepala WHO Eropa mengatakan dia khawatir bahwa infeksi dapat meningkat di wilayah itu ketika orang-orang berkumpul untuk pesta dan festival selama bulan-bulan musim panas.

Menurut WHO, tidak ada vaksin khusus untuk cacar monyet, tetapi data menunjukkan bahwa vaksin yang digunakan untuk membasmi cacar hingga 85 persen efektif melawan cacar monyet.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Peringatan Medvedev: Krimea Disentuh NATO, Perang Dunia III

Dmitry Medvedev menegaskan, setiap pelanggaran di Krimea oleh NATO dianggap deklarasi perang yang bisa mengarah pada "Perang Dunia III".

NEWS | 28 Juni 2022

Kebocoran Gas Klorin di Yordania, 12 Tewas dan 251 Terluka

12 orang tewas dan 251 terluka dalam kebocoran gas klorin dari tangki penyimpanan di pelabuhan Aqaba Yordania.

NEWS | 28 Juni 2022

Satgas: Masyarakat Menilai Covid-19 sebagai Flu Biasa

Satgas menyebut banyak masyarakat sudah kurang mewaspadai pandemi karena menganggap Covid-19 sebagai flu biasa.

NEWS | 28 Juni 2022

BMKG: Jakarta Diguyur Hujan dari Siang hingga Malam

BMKG menerangkan, hujan berpotensi mengguyur Jakarta dari siang hingga malam dengan intensitas ringan, Selasa (28/6/2022). 

NEWS | 28 Juni 2022

Satgas: Waspadai Indonesia Menuju Gelombang Keempat Covid-19

Satgas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat luas untuk mewaspadai Indonesia yang menuju gelombang keempat.

NEWS | 28 Juni 2022

"Tolong, Anakku Butuh Ganja Medis", Ini Kata Polisi

Ganja tetap dilarang tidak bisa digunakan, kalau mau mengubah Undang-Undang kewenangannya bukan di kita, tetapi di DPR.

NEWS | 28 Juni 2022

Rompi Penurun Suhu, Pertolongan Pertama Heat Stroke Jemaah Haji

Kemenkes memanfaatkan teknologi carbon cool yang didesain menjadi rompi penurun suhu untuk penanganan kasus heat stroke pada haji di Arafah.

NEWS | 28 Juni 2022

RUU KIA Bisa Jadi Pedang Bermata 2 bagi Perempuan Pekerja

Penggiat keseteraan gender yang juga perempuan pengusaha menilai RUU KIA bisa jadi pedang bermata dua.

NEWS | 28 Juni 2022

Setengah Abad Revitalisasi Kota Tua Belum Kelar Juga

Menteri BUMN Erick Thohir akan menggarap revitalisasi Kota Tua di kawasan Jakarta Utara, tahun depan.

NEWS | 28 Juni 2022

Jika Mangkir Lagi, Iko Uwais Akan Dijemput Paksa Polisi

Polda Metro Jaya meminta aktor laga Iko Uwais bersikap kooperatif dalam menghadapi proses hukum. Jika mangkir lagi, Iko Uwais akan dijemput paksa.

NEWS | 27 Juni 2022


TAG POPULER

# MotoGP 2022


# Ukraina


# Persik


# Sirkuit Formula E


# Holywings


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
UNOC 2022, Indonesia Tawarkan Laut Sehat untuk Ketahanan Pangan Dunia

UNOC 2022, Indonesia Tawarkan Laut Sehat untuk Ketahanan Pangan Dunia

EKONOMI | 17 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings