Logo BeritaSatu

Cegah Euforia, Puan: Harus Ada Strategi Matang Cabut PPKM

Rabu, 25 Mei 2022 | 22:49 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah mempertimbangkan rencana pencabutan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Menurut Puan, pemerintah perlu menyiapkan strategi yang matang jika hendak mencabut kebijakan PPKM.

“Perlu ada strategi yang matang dan komprehensif mengenai rencana pencabutan PPKM agar tidak menimbulkan euforia berlebihan di tengah masyarakat,” kata Puan di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/5/2022).

Puan mengaku memahami kondisi Covid-19 di Indonesia yang sudah semakin terkendali. Meski begitu, menurut dia, perencanaan yang matang diperlukan untuk tetap membuat masyarakat awas terhadap virus Covid-19 yang masih ada.

“Kita semua harus bisa memahami bahwa Covid-19 masih ada di tengah-tengah kita. Harus ada antisipasi yang dilakukan supaya masyarakat tetap aware terhadap virus ini manakala kebijakan PPKM dicabut,” tuturnya.

Puan mengingatkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sampai saat ini belum resmi mencabut status pandemi Covid-19 dunia. Ia meminta pemerintah untuk terus bekerja sama dengan pakar dan epidemiologi untuk mengevaluasi kebijakan PPKM.

“Temukan formula yang tepat sehingga saat PPKM nantinya dicabut, masyarakat sudah siap dan memahami bagaimana agar tetap hati-hati dan waspada menjalankan aktivitas mereka sehari-hari,” jelas Puan.

“Kita tidak ingin pencabutan PPKM membentuk pola pikiran bahwa Indonesia sudah bebas dari Covid-19. Karena kurangnya awareness terhadap hal itu akan memicu lonjakan kasus,” tambah Menko PMK tersebut.

Puan pun meminta pemerintah mempertimbangkan kesiapan masyarakat menghadapi pelonggaran aturan. Termasuk psikologis masyarakat yang tentunya tidak lagi sama dengan sebelum pandemi Covid-19 melanda.

“Bagaimana juga psikososial masyarakat terhadap kebiasaan baru setelah adanya Covid-19. Jangan sampai ada gesekan terjadi karena kurangnya kesiapan masyarakat menghadapi era kehidupan baru pasca pandemi,” jelas Puan.

Cucu Proklamator RI Bung Karno itu juga meminta Pemerintah terus berkoordinasi dengan DPR terkait rencana pencabutan PPKM. Puan mengingatkan Pemerintah untuk mewaspadai berbagai kemungkinan yang bisa terjadi apabila kebijakan tersebut diterapkan.

“Pandemi Covid-19 masih menimbulkan ketidakpastian. Virus masih terus bermutasi. Kita juga perlu berkaca dari pengalaman negara lain yang kasusnya kembali meningkat ketika mulai melakukan pelonggaran secara masif,” katanya.

Terlepas dari itu, Puan merasa bersyukur karena kini banyak daerah yang mengalami peningkatan status PPKM. Ia mengajak masyarakat untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Dengan kesadaran untuk terus mewaspadai penyebaran Covid-19, saya optimistis situasi kita akan semakin membaik dan Indonesia akan lebih cepat menuju endemi Covid-19,” pungkas Puan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

3 Pekan Kasus Iko Uwais, Penyidik Belum Tetapkan Tersangka

Sudah tiga pekan kasus dugaan pengeroyokan yang melibatkan aktor laga Iko Uwais, tetapi hingga kini penyidik belum juga menetapkan seorang pun tersangka.

NEWS | 4 Juli 2022

Nyata, Penyebaran Narasi Radikalisme di Mimbar Keagamaan

Nasaruddin Umar menegaskan, penyebaran narasi intoleransi dan radikalisme melalui mimbar-mimbar keagamaan itu nyata.

NEWS | 4 Juli 2022

KPK Bakal Dalami Aliran Uang Waskita Karya ke Komisi II DPR

Jaksa KPK berjanji bakal mendalami aliran uang dari Waskita Karya ke Komisi II DPR terkait perkara dugaan korupsi proyek IPDN.

NEWS | 4 Juli 2022

Tarif TN Komodo Rp 3,75 Juta Per Orang, Sandiaga: Masih Dibahas

Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan kenaikan tarif harga tiket masuk TN Komodo masih dalam pembahasan.

NEWS | 4 Juli 2022

Positivity Rate Covid-19 Lampaui Standar WHO, Ini Penjelasan IDI

Meski positivity rate Covid-19 sudah melewati standar WHO, namun IDI menilai kebijakan pemerintah sudah tepat.

NEWS | 4 Juli 2022

Ibnu Khajar Sebut ACT Sudah Pangkas Gaji Para Petinggi

Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ibnu Khajar mengeklaim pihaknya telah memangkas besaran gaji serta operasional bagi para petingginya.

NEWS | 4 Juli 2022

VaksinBooster Kedua untuk Nakes, Ini Respons dari PB IDI

Sebelum vaksinasi booster kedua untuk nakes dilakukan, PB IDI mendorong agar target booster untuk masyarakat terpenuhi terlebih dahulu.

NEWS | 4 Juli 2022

Konflik Pertanahan, Mugaera: Letter C Tidak Ada yang Asli

Letter C atau girik, petok, verponding dan segala dokumen tanah yang lama sudah tidak berlaku sejak Oktober 1987.

NEWS | 4 Juli 2022

Kementerian PUPR Targetkan 9 Bendungan Rampung Tahun Ini

Kementerian PUPR menargetkan pembangunan sembilan bendungan di berbagau wilayah di Indonesia akan rampung tahun ini.

NEWS | 4 Juli 2022

2 Mingggu Lagi Syarat Vaksin Booster Diberlakukan Pemerintah

Pemberlakuan vaksin booster sebagai syarat mobilitas masyarakat baru akan diterapkan paling lama dua minggu lagi.

NEWS | 4 Juli 2022


TAG POPULER

# Apriyani/Fadia Juara


# Elon Musk


# Yusuf Mansur


# Ahmad Dhani


# KM Setia Makmur


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
3 Pekan Kasus Iko Uwais, Penyidik Belum Tetapkan Tersangka

3 Pekan Kasus Iko Uwais, Penyidik Belum Tetapkan Tersangka

NEWS | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings