Logo BeritaSatu

Bom Rusia Menarget Sekolah Ukraina, Hancurkan Masa Depan

Kamis, 26 Mei 2022 | 08:12 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Kyiv, Beritasatu.com- Serangan bom Rusia menarget bangunan sekolah Ukraina dan menghancurkan masa depan anak-anak. Seperti dilaporkan AP, rabu (25//2022), Pemerintah Ukraina menyatakan Rusia bahkan telah menembaki lebih dari 1.000 sekolah, menghancurkan 95 bangunan sekolah.

Pada 7 Mei, satu bom meratakan bangunan sekolah di desa timur Bilohorivka, seperti Sekolah No. 21 di Chernihiv, digunakan sebagai tempat perlindungan. Sebanyak 60 orang dikhawatirkan tewas akibat invasi Rusia ke Ukraina itu.

“Kenapa sekolah? Saya tidak bisa memahami motivasi mereka. Sangat menyakitkan untuk menyadari berapa banyak teman saya yang meninggal dan berapa banyak anak yang tinggal sendirian tanpa orang tua, mengalami trauma. Mereka akan mengingatnya sepanjang hidup mereka dan akan meneruskan kisah mereka ke generasi berikutnya,” ratap Inna Levchenko.

Di tengah pengeboman tanpa henti, Levchenko membuka Sekolah 21 di Chernihiv sebagai tempat perlindungan bagi keluarga yang ketakutan. Mereka melukis kata "anak-anak" dengan huruf besar dan tebal di jendela, berharap pasukan Rusia akan melihatnya dan menyelamatkan mereka. Bom tetap jatuh.

Pada 3 Maret, pukul 12.15 waktu setempat, Levchenko bersaksi telah mendengar ledakan yang telah menghancurkan sekolah tempat dia mengajar selama 30 tahun.

Saat terbaring terkubur di bawah puing-puing, kaki Levchenko ternyata patah dan matanya dibutakan oleh darah dan awan debu yang tebal, yang bisa didengar hanyalah jeritan.

Cerita tersebut adalah bagian dari investigasi yang sedang berlangsung dari The Associated Press dan seri PBS “Frontline” yang mencakup pengalaman interaktif War Crimes Watch Ukraina dan film dokumenter yang akan datang.

Sengaja menyerang sekolah dan infrastruktur sipil lainnya adalah kejahatan perang. Para ahli mengatakan puing-puing skala besar dapat digunakan sebagai bukti niat Rusia, dan untuk membantah klaim bahwa sekolah hanyalah kerusakan tambahan.

Tetapi penghancuran ratusan sekolah lebih dari sekadar merobohkan bangunan dan melukai tubuh, menurut para ahli, bagi para guru dan bagi orang lain yang selamat dari konflik di bekas Yugoslavia, di Suriah dan sekitarnya.

Kehancuran sekolah menghambat kemampuan suatu negara untuk bangkit kembali setelah pertempuran berhenti, melukai seluruh generasi dan menghancurkan harapan suatu negara untuk masa depan.

Dalam hampir tiga bulan sejak Rusia menginvasi Ukraina, The Associated Press dan serial PBS “Frontline” telah memverifikasi secara independen 57 sekolah yang dihancurkan atau dirusak dengan cara yang mengindikasikan kemungkinan kejahatan perang. Perhitungan kemungkinan hanya mewakili sebagian kecil dari potensi kejahatan perang yang dilakukan selama konflik dan daftarnya diperbarui setiap hari.

Di Chernihiv saja, dewan kota mengatakan hanya tujuh dari 35 sekolah kota yang tidak digempur. Tiga direduksi menjadi puing-puing.

Mahkamah Pidana Internasional (ICC), jaksa dari seluruh dunia dan jaksa agung Ukraina sedang menyelidiki lebih dari 8.000 laporan potensi kejahatan perang di Ukraina yang melibatkan 500 tersangka. Banyak yang dituduh sengaja membidik bangunan sipil seperti rumah sakit, tempat penampungan dan lingkungan perumahan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ironis, Skuadron Drone Inggris Tak Punya Armada Drone

Skuadron drone militer Inggris yang konon mewujudkan visi "futuristik dan ambisius" dari Royal Air Force (RAF) ternyata tidak memiliki drone.

NEWS | 5 Juli 2022

Jokowi: 28% Warga Nilai Tindakan Polri Belum Sesuai Visi

Jokowi mengingatkan hasil survei yang menyatakan masih ada 28,6% masyarakat menilai tindakan Polri belum sesuai visi presisi.

NEWS | 5 Juli 2022

Anggapan Galon Guna Ulang Membahayakan Dipertanyakan

Anggota Komisi IX DPR, Dewi Aryani mempertanyakan pihak-pihak yang menyatakan air galon guna ulang membahayakan kesehatan.

NEWS | 5 Juli 2022

Perpanjangan PPKM Jawa-Bali, Jabodetabek Naik ke Level 2

Perpanjangan PPKM ini, ada 14 daerah yang dinaikkan statusnya ke PPKM level 2 dari sebelumnya tidak ada sama sekali.

NEWS | 5 Juli 2022

Tiongkok Bantah Tuduhan NASA soal Ambisi Kuasai Bulan

Tiongkok membantah tuduhan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) soal ambisi menguasai Bulan untuk program militer.

NEWS | 5 Juli 2022

Jokowi Minta Polri Siaga, Waspada untuk Tiga Tugas Berat Ini

Jokowi meminta Polri siaga, waspada, dan siap dalam menjalankan tiga tugas berat yang sedang dihadapi bangsa dan negara Indonesia.

NEWS | 5 Juli 2022

Jokowi Tunjuk Tito Karnavian Jadi Menteri PAN dan RB Ad Interim

Penunjukkan ini Tito Karnavian dilakukan setelah Menteri PANRB Tjahjo Kumolo tutup usia pada Jumat, 1 Juli 2022.

NEWS | 5 Juli 2022

Pelaku Penembakan Massal di Illinois Sudah Ditangkap

Aparat keamanan Amerika Serikat (AS) mengklaim pelaku penembakan massal di Illinois sudah ditangkap, Senin (4/7/2022).

NEWS | 5 Juli 2022

Lucken Felario Resmi Pimpin Depicab Soksi Lampung Tengah

Lucken Felario mengajak keluarga besar Soksi Lampung Tengah untuk terus menjalin sinergitas dalam pembangunan daerah.

NEWS | 5 Juli 2022

HUT Bhayangkara, Jokowi: Rakyat Menilai Perilaku Polri

Presiden Joko Widodo meminta seluruh jajaran Polri bekerja berhati-hati, sebab seluruh aktivitasnya selalu dalam penilaian rakyat.

NEWS | 5 Juli 2022


TAG POPULER

# ACT


# Viktor Axelsen


# Santriwati Depok


# Piala AFF U-19


# Sri Lanka


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ironis, Skuadron Drone Inggris Tak Punya Armada Drone

Ironis, Skuadron Drone Inggris Tak Punya Armada Drone

NEWS | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings