Logo BeritaSatu

WHO Peringatkan Potensi Cacar Monyet Menyebar Tanpa Terdeteksi

Kamis, 2 Juni 2022 | 10:39 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Jenewa, Beritasatu.com- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan potensi cacar monyet menyebar tanpa terdeteksi. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Rabu (1/6/2022) WHO menyatakan ratusan kasus cacar monyet telah muncul di luar negara-negara Afrika, di mana penyakit itu biasanya ditemukan.

“Penyelidikan sedang berlangsung, tetapi kemunculan cacar monyet yang tiba-tiba di banyak negara pada saat yang sama menunjukkan bahwa mungkin ada penularan yang tidak terdeteksi untuk beberapa waktu,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawan, Rabu.

Menurut WHO, sejak Inggris pertama kali melaporkan kasus cacar monyet yang dikonfirmasi pada 7 Mei, lebih dari 550 kasus penyakit yang dikonfirmasi telah diverifikasi di 30 negara di luar negara-negara Afrika barat dan tengah di mana penyakit itu endemic.

Pakar cacar monyet dari badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Rosamund Lewis mengatakan bahwa munculnya begitu banyak kasus di sebagian besar Eropa dan negara-negara lain yang belum pernah terlihat sebelumnya.

“Situasi itu jelas menjadi perhatian, dan itu menunjukkan penularan yang tidak terdeteksi untuk sementara waktu,” katanya.

Cacar monyet terkait dengan cacar, yang membunuh jutaan orang di seluruh dunia setiap tahun sebelum diberantas pada tahun 1980. Tapi cacar monyet, yang menyebar melalui kontak dekat, jauh lebih ringan, dengan gejala yang biasanya termasuk demam tinggi dan ruam seperti cacar air yang hilang setelah beberapa minggu.

Sejauh ini, sebagian besar kasus telah dilaporkan di antara laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Meskipun demikian, para ahli menekankan tidak ada bukti bahwa cacar monyet ditularkan secara seksual.

“Siapa pun dapat terinfeksi cacar monyet jika mereka melakukan kontak fisik yang dekat dengan orang lain yang terinfeksi,” katanya.

Tedros mendesak semua orang untuk membantu memerangi stigma, yang tidak hanya salah. Hal itu juga dapat mencegah orang yang terinfeksi mencari perawatan, sehingga lebih sulit untuk menghentikan penularan.

“Kami tidak tahu apakah itu berminggu-minggu, berbulan-bulan atau mungkin beberapa tahun. Kami tidak benar-benar tahu apakah sudah terlambat untuk menahan," katanya.

WHO juga mendesak negara-negara yang terkena dampak untuk memperluas pengawasan.

Lewis bersikeras bahwa sangat penting bahwa semua pihak secara kolektif bekerja sama untuk mencegah penyebaran selanjutnya, melalui pelacakan kontak dan isolasi orang-orang dengan penyakit ini.

Vaksin yang dikembangkan untuk cacar juga telah ditemukan sekitar 85 persen efektif dalam mencegah cacar monyet, tetapi persediaannya terbatas.

Sementara itu, Direktur Kedaruratan WHO, Mike Ryan, memperingatkan pada Rabu bahwa wabah penyakit endemik termasuk cacar monyet dan demam lassa menjadi lebih persisten dan sering.

"Karena perubahan iklim berkontribusi pada kondisi cuaca yang berubah dengan cepat seperti kekeringan, hewan dan manusia mengubah perilaku mencari makanan mereka. Akibatnya, penyakit yang biasanya beredar pada hewan semakin banyak menyerang manusia," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Buntut Tragedi Kanjuruhan, Kapolres Malang Dicopot

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat terkait tersebut dilakukan imbas dari tragedi Kanjuruhan

NEWS | 3 Oktober 2022

Mendes PDTT: Dana Desa Berhasil Dongkrak Pembangunan Desa

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan dana desa  telah digunakan membangun jalan desa sepanjang 316.590 kilometer.

NEWS | 3 Oktober 2022

Hari Ini Ada 25 Pasien Covid-19 Dirawat di RSDC Wisma Atlet

Pasien Covid-19 yang dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, hingga hari ini Senin (3/10/2022) tersisa 25 orang.

NEWS | 3 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Mendes PDTT Sampaikan Duka Cita

Mendes PDTT menyampaikan bela sungkawa dan duka cita mendalam atas tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Ahli Waris Tragedi Kanjuruhan Dapat Santunan Rp 15 Juta

Pemerintah memberi perhatian kepada korban tragedi Kanjuruhan, Kabupaten Malang dengan memberikan santunan kepada ahli waris.

NEWS | 3 Oktober 2022

Jokowi Santuni Keluarga Para Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan santunan sebesar Rp 50 juta kepada masing-masing keluarga korban tewas tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Pemerintah Santuni 125 Ahli Waris Tragedi Kanjuruhan

Pemerintah memberikan santunan ahli waris kepada korban Tragedi Kanjuruhan, di Kantor Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur (3/10/2022).

NEWS | 3 Oktober 2022

Tak Ingin Tragedi Kanjuruhan Terulang, Presiden PKS Dorong Evaluasi Menyeluruh

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu tak menginginkan tragedi Kanjuruhan, usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.

NEWS | 3 Oktober 2022

KPK Duga Rektor Unila secara Sepihak Batasi Kuota Penerimaan Maba

KPK mendalami dugaan Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomani secara sepihak membatasi kuota penerimaan mahasiswa baru (maba)

NEWS | 3 Oktober 2022

Gocekan Jawaban Menko Airlangga Bikin Gibran Tepok Jidat

Airlangga dan Gibran menyempatkan untuk berbincang ringan dan bermain tebak-tebakan dan diunggah melalui akun media sosial Instagram.

NEWS | 3 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Buntut Tragedi Kanjuruhan, Kapolres Malang Dicopot

Buntut Tragedi Kanjuruhan, Kapolres Malang Dicopot

NEWS | 18 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings