Logo BeritaSatu

Summarecon di Pusaran Kasus Korupsi Dua Kepala Daerah

Minggu, 5 Juni 2022 | 10:16 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / ALD

Jakarta, Beritasatu.com – PT Summarecon Agung Tbk tengah berada di pusaran kasus dugaan korupsi yang menjerat dua kepala daerah, yakni mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti dan Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi. Hal ini tak lepas dari ditetapkannya petinggi Summarecon yakni Oon Nusihono sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus Haryadi, dan temuan aliran dana Summarecon kepada Rahmat Effendi.

Kini, Oon menjadi salah satu tersangka dan ditahan dalam kasus dugaan suap terkait perizinan pembangunan apartemen Royal Kedhaton di kawasan Malioboro, Yogyakarta, yang menjerat Haryadi. Oon, yang merupakan Vice President Real Estate Summarecon, diduga menyuap Haryadi sebesar US$ 27.258 demi memuluskan izin mendirikan bangunan (IMB) apartemen Royal Kedhaton.

Perlu diketahui, sebelumnya KPK sempat menjadwalkan pemeriksaan terhadap Oon sebagai saksi untuk kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Rahmat Effendi. Hanya saja, Oon tidak memenuhi panggilan periksa dari tim penyidik KPK.

Direktur Summarecon Soegianto Nagaria sempat memberikan klarifikasi soal ketidakhadiran Oon tersebut. Dikatakan, pihak Summarecon telah menyampaikan permohonan ke KPK agar agenda pemeriksaan dijadwal ulang. Dia turut mengungkapkan alasan ketidakhadiran pihak Summarecon dalam agenda pemeriksaan tersebut.

“Terkait adanya surat panggilan dari KPK untuk meminta keterangan dari pihak Summarecon, pada tanggal 11 April 2022, jam 9 pagi, panggilan tersebut tidak dapat dipenuhi karena surat panggilan baru diterima di hari yang sama yaitu tanggal 11 April 2022 jam 10 pagi,” kata Soegianto saat dikonfirmasi, Rabu (13/4/2022).

Ditegaskan Soegianto, pihak Summarecon berkomitmen untuk bekerja sama dalam menegakkan hukum sebagai wujud itikad baik, terutama dalam hal pemberantasan korupsi di Indonesia. “Untuk itu kami telah mengajukan permohonan kepada KPK untuk menjadwalkan ulang pemanggilan tersebut,” ujar Soegianto.

Dalam perkembangannya, nama Summarecon kemudian muncul dalam surat dakwaan terhadap Rahmat Effendi. Disebutkan, Rahmat Effendi didakwa menerima suap dan gratifikasi dari sejumlah pihak dengan total mencapai Rp 19,5 miliar. Salah satu pihak yang diduga memberikan gratifikasi ke Pepen, sapaan akrab Rahmat Effendi adalah Summarecon senilai Rp 1 miliar.

Baca selanjutnya
Hal itu terungkap dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa KPK, Amir ...


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tragedi Kanjuruhan, DPR: Aparat Harus Tahu Larangan Penggunaan Gas Air Mata

Pengunaan gas air mata menjadi salah satu hal yang disorot publik dalam tragedi Kanjuruhan, usai pertandingan Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022

DPR: Tragedi Kanjuruhan Akan Sangat Berpengaruh terhadap Olahraga Nasional

Wakil Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian menyampaikan keprihatinannya atas tragedi Kanjuruhan, usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, GMPI Jawa Timur: "Aremania vs Gas Air Mata"

Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Jawa Timur (Jatim) menyayangkan terjadinya tragedi Kanjuruhan, usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

NEWS | 2 Oktober 2022

Komnas HAM Kirim Tim Usut Tragedi Kanjuruhan yang Tewaskan 174 Orang

Komnas HAM turunkan tim penyelidikan terkait tragedi Kanjuruhan di Stadion Kanjuruhan, Malang yang dilaporkan telah tewaskan 174 orang.

NEWS | 2 Oktober 2022

Komnas HAM Minta Polisi Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta jajaran kepolisian untuk mengusut tuntas tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Mahfud Nilai Sepak Bola Kerap Pancing Suporter Emosi

Mahfud MD menyampaikan penyesalan pemerintah atas terjadinya tragedi Kanjuruhan usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022).

NEWS | 2 Oktober 2022

Ahmad Sahroni Kecam Penggunaan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengecam pengunaan gas air mata dalam kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

NEWS | 2 Oktober 2022

Komnas HAM Kantongi Berbagai Video Terkait Kerusuhan Kanjuruhan

Komnas HAM mengantongi berbagai video terkait kerusuhan Kanjuruhan seusai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya di Malang.

NEWS | 2 Oktober 2022

174 Tewas di Tragedi Kanjuruhan, Salah Satu Bencana Stadion Terburuk di Dunia

174 orang tewas terinjak-injak pada pertandingan sepak bola Indonesia yang dikenal dengan tragedi Kanjuruhan dan menjadi salah satu bencana stadion terburuk di dunia.

NEWS | 2 Oktober 2022

Segera ke Malang, Mantan CEO Arema: Saya Ingin Bersama Aremania

Mantan CEO Arema, Agoes Soerjanto segera bergegas ke Malang, karena ingin bersama-sama dengan Aremania, usai tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Soroti Isu Perempuan, G-20 Empower Rumuskan Draf <em>Leaders Declaration</em>

Soroti Isu Perempuan, G-20 Empower Rumuskan Draf Leaders Declaration

EKONOMI | 4 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings