Logo BeritaSatu

Ukraina Berharap Dapat Hibah Kapal Selam dari Jerman

Minggu, 5 Juni 2022 | 12:41 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Berlin, Beritasatu.com- Ukraina berharap mendapatkan hibah kapal selam dari Jerman. Seperti dilaporkan RT, Sabtu (4/6/2022), ketua parlemen Ukraina mengatakan senjata modern dan keputusan cepat adalah kunci untuk “kemenangan bersama” atas Rusia.

“Berlin mungkin menyediakan kapal selam bagi Kyiv,” kata ketua parlemen Ukraina, Ruslan Stefanchuk, saat berkunjung ke Jerman di tengah operasi militer Rusia yang sedang berlangsung di negaranya.

Berbicara menjelang pertemuan dengan Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht pada Jumat (3/6), kepala parlemen mengatakan "pasokan peralatan paling modern ke Ukraina" dan pengambilan keputusan yang cepat tentang masalah ini akan membawa "kemenangan bersama" atas Rusia lebih dekat.

Stefanchuk menyatakan harapan bahwa sistem rudal permukaan-ke-udara IRIS-T akan segera dikirim ke Ukraina untuk menghadapi invasi Rusia.

“Saya tidak menutup kemungkinan menerima kapal selam dari Jerman, karena kami siap menjadi perbatasan pertahanan timur untuk seluruh Eropa,” tambahnya.

Lambrecht menyatakan bahwa negaranya akan terus melakukan segalanya untuk mendukung Ukraina, tidak hanya saat ini, tetapi juga dalam jangka panjang.

Menyimpulkan hasil kunjungan ke Jerman dalam satu wawancara dengan Welt TV, Stefanchuk menegaskan bahwa Kyiv membutuhkan senjata modern “yang pertama dan terutama.”

“Kami juga bisa bertarung dengan senjata lama dari stok lama, tapi senjata baru lebih efektif,” katanya.

Stefanchuk menambahkan bahwa Ukraina mengharapkan Jerman untuk menyediakan kendaraan lapis baja Marder dan tank Leopard, yang digambarkan oleh Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba bulan lalu sebagai “impian” Kyiv.

Serangan militer Rusia di Ukraina mendorong Jerman untuk membatalkan kebijakan yang telah lama dipegangnya terhadap pengiriman senjata ke zona konflik aktif, dan kemudian membalikkan pendiriannya untuk tidak memberikan senjata mematikan kepada Kyiv.

Moskwa telah berulang kali memperingatkan Barat agar tidak "memompa" Ukraina dengan senjata. Tindakan itu hanya akan memperpanjang konflik dan menciptakan masalah jangka panjang. Rusia juga telah menjelaskan bahwa mereka menganggap sebagai senjata asing di Ukraina menjadi target yang sah.

Rusia menyerang negara Ukraina pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina untuk mengimplementasikan persyaratan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Moskwa atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.

Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.

Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS. Kyiv menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan telah membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik dengan paksa.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Disanksi Demosi 4 Tahun, AKBP Raindra Tak Ajukan Banding

 AKBP Raindra Ramadhan Syah tidak mengajukan banding saat putusan sanksi demosi empat tahun imbas dari kasus tewasnya Brigadir J

NEWS | 28 September 2022

Kasus Brigadir J, AKBP Raindra Disanksi Demosi 4 Tahun

Mantan Kasubdit 1 Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Raindra Ramadhan Syah disanksi demosi 4 tahun terkait kasus tewasnya Brigadir J

NEWS | 28 September 2022

Jokowi Diberi Gelar Dada Ma Dopo Malomo oleh Sultan Ternate

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianugerahi Gelar Kehormatan Adat Kesultanan Ternate, yaitu Dada Ma Dopo Malomo

NEWS | 28 September 2022

Gobel: Mendikbudristek Tak Paham Kebutuhan Indonesia

Wakil Ketua DPR Bidang Korinbang, Rachmat Gobel mengkritik pernyataan Mendikbudristek Nadiem Makarim tentang keberadaan tim bayangan

NEWS | 28 September 2022

Komisi III Gelar Fit and Proper Test 2 Calon Pimpinan KPK

Komisi III DPR akan menggelar fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan dua calon pimpinan KPK pengganti Lili Pintauli Siregar

NEWS | 28 September 2022

Sidang Putusan, KPK Yakin Eks Dirjen Kemendagri Dinyatakan Bersalah

Eks Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Mochammad Ardian Noervianto bakal menghadapi sidang dengan agenda pembacaan putusan

NEWS | 28 September 2022

Jokowi Dianugerahi Gelar Kehormatan Adat Kesultanan Ternate

Jokowi dianugerahi gelar kehormatan adat Kesultanan Ternate pada acara yang diselenggarakan di Kedaton Sultan Ternate, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara

NEWS | 28 September 2022

Program Vaksinasi Covid-19 Diperluas untuk WNA

emerintah memperluas program vaksinasi Covid-19, yakni tidak hanya untuk masyarakat Indonesia, tetapi juga menyasar WNA.

NEWS | 28 September 2022

Dapat Kewarganegaraan Rusia, Edward Snowden Tak Ikut Perang Ukraina

Presiden Vladimir Putin telah memberikan kewarganegaraan Rusia kepada pelapor Badan Keamanan Nasional AS (NSA) Edward Snowden.

NEWS | 28 September 2022

Anggaran Pemilu 2024 KPU Kota Bogor Capai Rp 4,1 Miliar

Pemerintah mengucurkan anggaran Rp 4,1 miliar untuk penyelenggaraan Pemilu 2024 kepada KPU Kota Bogor

NEWS | 28 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Surplus APBN


# Kompor Listrik


# AKBP Arif Rachman


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Disanksi Demosi 4 Tahun, AKBP Raindra Tak Ajukan Banding

Disanksi Demosi 4 Tahun, AKBP Raindra Tak Ajukan Banding

NEWS | 5 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings