Logo BeritaSatu

Indonesia Belum Capai Target Vaksinasi Endemi Covid-19

Selasa, 14 Juni 2022 | 14:38 WIB
Oleh : Yudo Dahono / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Ancaman Covid-19 di Tanah Air hingga saat ini belum mereda. Hal itu terjadi karena kembali terjadi kenaikan kasus selama tiga pekan terakhir yang disebabkan oleh Covid-19 Omicron subvarian baru BA.4 dan BA.5.

Subvarian baru ini dianggap tidak mematikan meski cenderung lebih cepat dalam penyabarannya. Berbagai pihak memperingatkan agar masyarakat waspada. Selain Presiden Jokowi dan Menkes Budi Gunadi Sadikin, sejumlah epidemiolog dan praktisi kesehatan melontarkan peringatan yang sama.

Berbagai pelonggaran yang dilakukan pemerintah Indonesia menjadi sorotan dari Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra.

“Kita harus sadar Covid-19 belumlah hilang atau berakhir dari Indonesia,” kata Hermawan saat dihubungi Beritasatu.com, Sabtu (11/6/2022).

Hermawan juga menggarisbawahi soal vaksinasi. Ketika grafik pandemi sudah mulai melandai, orang lupa akan pentingnya vaksinasi Covid-19.

Menurut Hermawan laju vaksinasi menurun. Vaksinasi booster masih di bawah 50% dari cakupan vaksinasi dosis kedua.

Sedangkan menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Siti Nadia Tarmidzi, angka vaksinasi booster yang belum mencapai 50% tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Indonesia belum mencapai standar vaksinasi Covid-19 yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk status endemi.

Standar endemi dari WHO adalah cakupan vaksinasi Covid-19 sebanyak 70 persen dari seluruh populasi penduduk.

"Sampai saat kurang lebih baru 168 juta masyarakat yang mendapatkan vaksinasi secara lengkap. Jadi kalau kita bandingkan, ini kurang lebih adalah 62 persen dari total populasi," ujar Nadia dalam gelar wicara "Tangkal Virus Yang Bermutasi dengan Vaksin Booster," Senin (13/6/2022).

Menurutnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi mengapa dosis kedua belum tercapai. Pertama, banyak penduduk yang belum bisa mendapatkan suntikan dosis kedua lantaran telah positif Covid-19. Walaupun gejalanya ringan, namun masih membutuhkan waktu untuk mendapatkan penyuntikan.

Kedua, situasi yang terus membaik membuat masyarakat merasa tidak perlu mendapatkan perlindungan dengan melengkapi vaksinasi Covid-19 sampai dengan dosis kedua.

"Artinya edukasi harus terus kita ingatkan bahwa situasi pandemi Covid-19 ini belum selesai," ujar Nadia.

Ketiga, adanya beberapa penduduk yang masih terhambat dengan permasalahan geografis. Petugas kesehatan membutuhkan waktu untuk mencapai daerah-daerah tertentu.

"Jumlah secara provinsi yang belum mendapat atau belum mencapai 70 persen itu hanya antara 6- 7 provinsi lagi. Tapi kalau kita berbicara kabupaten, kota memang masih cukup banyak tersebar ya. Bahkan di provinsi yang sudah secara total mencapai angka 70 persen, ternyata masih ada juga kabupaten kotanya yang belum mencapai 70 persen," ujar Nadia.

Oleh karena itu pemerintah perlu melakukan percepatan dengan membuka sentra vaksinasi lebih banyak, kembali mengajak para tokoh masyarakat menyosialisasikan pentingnya upaya vaksinasi, serta menjelaskan bahwa pandemi belum selesai.

Keempat, penting memerangi hoax yang menyebabkan masyarakat menjadi ragu-ragu untuk menerima vaksin dosis kedua.

Menkes Budi mengatakan akan meningkatkan vaksinasi booster atau vaksinasi dosis ketiga Covid-19 sebagai langkah pencegahan peningkatan kasus Covid-19.

Budi menyebutkan pada bulan Juni dan Juli ini semua negara bersiap-siap pada gelombang Covid-19 berikutnya.

"Pengamatan kami gelombang BA.4 dan BA.5 biasanya puncaknya tercapai 1 bulan sesudah penemuan kasus pertama. Seharusnya Minggu kedua dan ketiga Juli 2022 ini akan melihat puncak kasus dari penularan BA.4 dan BA.5 ini," kata Budi saat memberikan keterangan pers secara daring, Senin (13/6/2022).

Dikatakannya, jika laju vaksinasi booster di masyarakat berjalan baik, maka ada kemungkinan kasus tidak akan tinggi. Pasalnya, masyarakat yang sudah divaksin dosis ketiga memiliki daya tahan imunitas enam bulan.

Menurutnya, jika hal tersebut bisa dijaga, maka Indonesia akan menjadi satu negara yang pertama-tama dalam 12 bulan tidak mengalami lonjakan kasus Covid-19.

"Karena biasanya setelah 6 bulan lonjakan kasus itu terjadi," ucapnya.

Untuk itu, Budi mengimbau masyarakat untuk melakukan vaksinasi booster sehingga bisa meningkatkan kekebalan atau imunitas tubuh masyarakat untuk melindungi sampai enam ke depan.

"Mudah-mudahan Iduladha dan 17 Agustusan 2022 kita pun bisa merayakan hari raya dan hari kemerdekaan itu dengan baik," ujarnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Satu Desa Terisolasi Akibat Banjir Lahar Dingin Semeru

Warga Sumberlangsep yang terisolir itu harus melewati material bekas banjir lahar dingin Semeru untuk bisa beraktivitas keluar.

NEWS | 7 Desember 2022

Lord Rangga Mantan Pimpinan Sunda Empire Dikabarkan Meninggal Dunia

Kabar meninggalnya Lord Rangga yang dikenal dengan klaim pimpinan Sunda Empire beredar luas di media sosial.

NEWS | 7 Desember 2022

Hari Ini, Sebagian Besar Kota di Indonesia Cerah Berawan

BMKG menyebutkan sebagian besar kota di Indonesia diperkirakan cerah berawan pada Rabu (7/12/2022) siang.

NEWS | 7 Desember 2022

Tiongkok Hapuskan Syarat Tes PCR di Beijing dan 50 Kota Lain

Otoritas Kota Beijing dan 50 kota lain di Tiongkok menghapus persyaratan tes PCR bagi warga setempat setelah gelombang pandemi Covid-19 mereda.

NEWS | 7 Desember 2022

Top 5 News: Pengakuan Sambo soal Istrinya Diperkosa dan KKB Tembak Mati Tukang Ojek

Pengakuan Ferdy Sambo soal istrinya diperkosa Brigadir J dan Basarnas cari korban gempa Cianjur merupakan dua dari lima berita terpopuler (top 5 news).

NEWS | 7 Desember 2022

Inovasi Pendidikan Vokasi Untuk Kendaraan Listrik Indonesia Akan Terus Ditingkatkan

Inovasi-inovasi nyata karya anak bangsa untuk menangani krisis iklim semakin terakselerasi cepat, mulai dari tingkat SMK hingga perguruan tinggi.

NEWS | 7 Desember 2022

Wapres: Perlu Kerja Bersama Turunkan Angka Stunting di Indonesia

Wapres KH Ma'ruf Amin menegaskan perlu kerja bersama yang makin intens antara semua stakeholder dalam menurunkan angka stunting di Indonesia.

NEWS | 7 Desember 2022

Destinasi Wisata di Nusa Penida Disiapkan Secara Optimal

Destinasi wisata Kepulauan Nusa Penida, Klungkung disiapkan secara optimal karena memiliki pemandangan alam yang indah yang dapat dinikmati oleh wisatawan.

NEWS | 7 Desember 2022

Drone Serang Pangkalan Udara Rusia, Analis: Sistem Pertahanan Gagal

Dua serangan drone di pangkalan udara di dalam wilayah Rusia telah membuat Moskwa mendapat pukulan besar.

NEWS | 7 Desember 2022

Musra XIX Digelar di DIY Awal Tahun Depan

Daerah Istimewa Yogyakarta atau DIY bakal menjadi tuan rumah Musyawarah Rakyat alias Musra ke XIX bulan Januari tahun depan.

NEWS | 7 Desember 2022


TAG POPULER

# Ricky Rizal


# Kecelakaan Beruntun di Jaktim


# Pernikahan Kaesang


# Piala Dunia 2022


# Gempa Cianjur


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Meski Biaya Tinggi, Penerbitan Obligasi 2023 Tetap Marak

Meski Biaya Tinggi, Penerbitan Obligasi 2023 Tetap Marak

EKONOMI | 20 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE