Logo BeritaSatu

KPK Tak Segan Jerat Summarecon Agung di Kasus Suap Haryadi Suyuti

Kamis, 23 Juni 2022 | 16:55 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan tidak segan menjerat PT Summarecon Agung sebagai tersangka korporasi dalam kasus dugaan suap kepada mantan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti terkait pengurusan IMB Apartemen Royal Kedhaton. Penetapan Summarecon sebagai tersangka korporasi akan dilakukan KPK sepanjang ditemukan bukti yang cukup.

"Bila kemudian memang ditemukan adanya cukup bukti keterlibatan pihak lain, siapa pun itu termasuk Korporasi maka akan kami tindak lanjuti," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (23/6/2022).

Advertisement

Untuk itu, Ali memastikan, tim penyidik masih terus mengembangkan dan mengusut kasus ini. Termasuk mengusut keterlibatan pihak lainnya.

"Kami pasti kembangkan lebih lanjut informasi dan data yang kami peroleh dalam proses penyidikan saat ini," ujar Ali.

Meski demikian, untuk saat ini, KPK sedang fokus melengkapi berkas para tersangka, termasuk Haryadi Suyuti dan Vice Presiden Real Estate PT Summarecon Agung, Oon Nusihono. Hal itu dilakukan penyidik dengan memeriksa sejumlah saksi dan melengkapi bukti lainnya.

"Beberapa keterangan saksi dan alat bukti lain sejauh ini menguatkan pembuktian dugaan perbuatan para tersangka dimaksud," tutur Ali.

Sebelumnya, KPK mengusut dugaan sumber uang suap untuk Haryadi Suyuti berasal dari aktivitas keuangan atau kas perusahaan PT Summarecon Agung. Diduga, PT Summarecon Agung menyiapkan dana khusus dari hasil keuntungannya untuk menyuap Haryadi Suyuti demi memperlancar pengurusan IMB Apartemen Royal Kedhaton.

Dugaan ini didalami tim penyidik KPK dengan memeriksa enam saksi pada Selasa (21/6/2022). Salah satunya, Direktur Utama PT Summarecon Agung Adrianto Pitojo Adhi.

"Dikonfirmasi antara lain terkait aktivitas keuangan dari PT SA (Summarecon Agung) Tbk dan dugaan adanya peruntukan dana khusus untuk memperlancar pengusulan penerbitan izin ke Pemkot Yogyakarta," kata Ali.

Diberitakan, KPK menetapkan mantan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan IMB Apartemen Royal Kedhaton. Selain Haryadi Suyuti, KPK juga menjerat Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemkot Yogyakarta, Nurwidhihartana dan sekretaris pribadi Haryadi, Triyanto Budi Yuwono, serta Vice President Real Estate Summarecon Agung, Oon Nusihono.

Dalam kasus ini, Haryadi melalui Triyanto dan Nurwidhihartana diduga menerima suap US$ 27.258 dari Oon untuk memuluskan izin mendirikan bangunan (IMB) apartemen Royal Kedhaton yang digarap anak usaha Summarecon Agung, PT Java Orient Property.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Beredar CCTV Perjalanan Istri Ferdy Sambo hingga Menghilangnya Brigadir J

Beredar video rekaman CCTV yang mengabadikan peristiwa runtut perjalanan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi hingga menghilangnya Brigadir J.

NEWS | 12 Agustus 2022

Ke Bareskrim, Integrity Beberkan Dugaan Korupsi Penerbitan HGU

Bareskrim Polri memberi atensi khusus atas laporan dugaan korupsi di areal kerja PT Inhutani II, Kotabaru, Kalsel yang dilaporkan Integrity Law Firm.

NEWS | 12 Agustus 2022

Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 11 Agustus 2022

Berikut ini Data Nasional Penerima Vaksin Covid-19 sampai 11 Agustus 2022 sesuai data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 11 Agustus 2022

Kasus Positif & Kematian Covid-19 di Jakarta, 11 Agustus 2022

Berikut ini Kasus Positif & Kematian Covid-19 di Jakarta, 11 Agustus 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 11 Agustus 2022

Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 11 Agustus 2022

Berikut ini Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 11 Agustus 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 11 Agustus 2022

Prevalensi Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi, 11 Agustus 2022

Berikut ini data Prevalensi Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi, 11 Agustus 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 11 Agustus 2022

Daftar 24 Polisi yang Diduga Langgar Etik Terkait Kasus Tewasnya Brigadir J

Itsus Polri masih terus melakukan pemeriksaan terhadap anggota yang diduga melanggar kode etik terkait kasus Brigadir J. Ada 24 polisi yang diduga langgar etik.

NEWS | 11 Agustus 2022

Data Positivity Rate Covid-19 sampai 11 Agustus 2022

Berikut ini Data Nasional Positivity Rate Covid-19 sampai 11 Agustus 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 11 Agustus 2022

Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi, 11 Agustus 2022

Berikut ini Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi, 11 Agustus 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 11 Agustus 2022

Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 11 Agustus 2022

Berikut ini Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 11 Agustus 2022 seperti data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 11 Agustus 2022


TAG POPULER

# Puan Maharani


# Pohon Koka


# Brigadir J


# Ferdy Sambo


# Mahfud MD


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ke Bareskrim, Integrity Beberkan Dugaan Korupsi Penerbitan HGU

Ke Bareskrim, Integrity Beberkan Dugaan Korupsi Penerbitan HGU

NEWS | 16 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings