Logo BeritaSatu

Wamenkumham Pastikan Pemerintah Mendengar Kritik soal RUU KUHP

Kamis, 23 Juni 2022 | 18:48 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej memastikan pemerintah mendengar setiap masukan dan kritik dari masyarakat dalam menyusun Rancangan Undang-undang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RUU KUHP). Eddy menegaskan, pemerintah tidak buta dan tuli menanggapi setiap masukan dan kritik masyarakat tersebut.

"Kita mendengar betul, kita tidak tuli dan tidak buta," kata Eddy dalam diskusi RUU KUHP di Jakarta yang disiarkan kanal Youtube Pusdatin KumHam, Kamis (23/6/2022).

Pembahasan RUU KUHP saat ini menggunakan mekanisme carry over atau melanjutkan dari pembahasan yang sempat dihentikan 2019 lalu. Dengan mekanisme carry over, RUU yang sudah memasuki pambahasan daftar inventaris masalah (DIM) pada periode sebelumnya dapat dilanjutkan periode selanjutnya tanpa harus memulai dari awal. Dikatakan, sudah ada dua undang-undang yang disahkan melalui mekanisme carry over, yakni UU Bea Materai dan UU Minerba. Pengesahan dua UU itu dapat menjadi preseden untuk segera mengesahkan RUU KUHP.

"Karena apa? Karena yang saya sebutkan tadi, UU Bea Materai dan UU Minerba posisinya sama persis sebangun dengan RKUHP. Ketika distop pada 2019 itu dalam posisi sudah persetujuan tingkat pertama, maka berdasarkan UU peraturan Perundang-undangan tinggal disahkan di rapat paripurna," katanya.

Namun, pemerintah dan DPR tidak melakukan hal tersebut terhadap RUU KUHP. Hal ini karena pemerintah dan DPR tidak hidup di ruang hampa. Apalagi, terdapat 14 isu dalam draf RUU KUHP pada 2019 yang menimbulkan kontroversi.

"Lalu kemudian presiden waktu itu memanggil, lalu ada kesepakatan antara pemerintah dan DPR untuk menyosialisaikan 14 isu tersebut kepada masyarakat, dan itu sudah dilakukan oleh Kemenkumham selama tahun 2021 mulai dari 25 Februari 2021 di Medan dan berakhir 14 Juni di Jakarta," katanya.


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

MUI: ACT Aset, Perlu Dibersihkan Tetapi Jangan Dimatikan

MUI menilai lembaga amal ACT tidak harus dimatikan atau dihilangkan, tetapi harus diselamatkan.

NEWS | 7 Juli 2022

Isu Boris Johnson, Rusia Berharap Orang Profesional Pimpin Inggris

Rusia menyatakan, mereka berharap lebih banyak orang yang profesional memimpin Inggris, di saat pemberitaan mengenai Boris Johnson mundur.

NEWS | 7 Juli 2022

Izin Dibekukan Kemensos, ACT Depok Hentikan Operasional

Kemensos membekukan sementara izin penyelenggaraan Aksi Cepat Tanggap atau ACT. ACT di Depok pun langsung menghentikan operasional,

NEWS | 7 Juli 2022

Penjelasan soal Penghinaan Presiden dalam Draf RUU KUHP

Dalam draf RUU KUHP yang diserahkan Kemenkumham kepada Komisi III DPR, terdapat pasal penghinaan terhadap presiden. Berikut penjelasan pasal tersebut.

NEWS | 7 Juli 2022

Manajemen Resto Basque Jakarta Buka Pintu Musyawarah

Manajemen restoran Basque Bar de Tapas Jakarta membuka pintu musyawarah terkait insiden yang terjadi beberapa waktu yang lalu.

NEWS | 7 Juli 2022

DPR Sahkan RUU Pendidikan dan Layanan Psikologi Jadi UU

Dalam rapat paripurna, Kamis (7/7/2022), DPR mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pendidikan dan Layanan Psikologi menjadi Undang-Undang (UU).

NEWS | 7 Juli 2022

Boris Johnson Disebut-sebut Bakal Mundur dari Jabatan PM Inggris

Boris Johnson disebut-sebut akan mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri (PM) Inggris.

NEWS | 7 Juli 2022

RUU Pembentukan Papua Barat Daya Jadi Usul Inisiatif DPR

Rapat paripurna DPR menyetujui RUU Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya menjadi RUU usul inisiatif DPR. Sebelumnya, DPR telah mengesahkan tiga UU DOB Papua.

NEWS | 7 Juli 2022

Pak RT Ungkap Detik-detik Napoleon Bonaparte Lumuri M Kace

Pak RT alias Harmeniko alias Choky mengungkap detik-detik terdakwa Irjen Pol Napoleon Bonaparte melumuri muka youtuber M Kace.

NEWS | 7 Juli 2022

Polisi Bekuk Sopir Halangi Penangkapan Putra Kiai Tersangka Cabul

Polisi menangkap sopir mobil yang menghalang-halangi petugas saat hendak menangkap MSAT, putra seorang kiai ternama di Jombang berstatus tersangka cabul

NEWS | 7 Juli 2022


TAG POPULER

# Pertalite


# Kepala RS Tewas Ditikam


# Timnas U-19


# Presidential Threshold


# Covid-19 di Jepang


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tutup Masa Sidang DPR, Puan Ungkap Pentingnya RUU KIA

Tutup Masa Sidang DPR, Puan Ungkap Pentingnya RUU KIA

NEWS | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings