Logo BeritaSatu

Mahathir Mohamad Koreksi Pernyataan soal Kepri dan Singapura

Jumat, 24 Juni 2022 | 08:28 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Kuala Lumpur, Beritasatu.com- Mahathir Mohamad mengoreksi pernyataan soal Kepulauan Riau dan Siangpura di media berita Singapura, The Straits Times. Mantan perdana menteri itu mengatakan tidak meminta Malaysia untuk melakukan klaim dan berita The Straits Times (ST) tersebut tidak akurat.

Seperti dilaporkan Malaymail.com, pada Kamis (23/6/2022), Mahathir mengatakan pernyataan “merebut kembali Singapura” seperti yang dilaporkan media, adalah di luar konteks.

“Saya tidak meminta Malaysia untuk mengklaim tanah yang telah kami hilangkan. Saya mencoba untuk menunjukkan bahwa kami sangat khawatir kehilangan Pulau Batu Puteh yang seukuran meja tetapi tidak pernah tentang bagian yang lebih besar dari Malaysia ketika mereka diambil dari kami. Kehilangan bukanlah masalah besar. Namun adalah kesalahan pemerintah Johor untuk menyangkal bahwa batu itu milik Johor,” ujarnya.

Ucapan kontroversial dari Mahathir itu muncul setelah dia berbicara dalam satu acara yang digelar sejumlah organisasi non-pemerintah di bawah bendera Kongres Survival Melayu di Selangor, Malaysia, pada Minggu (19/6) waktu setempat. Acara itu diberi judul "Aku Melayu: Survival Bermula".

“Jika penolakan itu tidak dilakukan, tidak akan ada perselisihan sekarang. Kita patut bersyukur pengadilan dunia menganugerahkan Pulau Ligitan dan Sipadan kepada kita. Dua pulau itu jauh lebih berharga daripada Pulau Batu Puteh yang hanya singkapan batu. Kita patut bersyukur bahwa Indonesia tidak mempermasalahkan penghargaan tersebut. Sungguh, kami tidak bersyukur atas keuntungan kami,” katanya.

ST melaporkan Mahathir yang mengatakan Malaysia tidak boleh berhenti mengklaim Pedra Branca, tetapi juga Singapura dan Kepulauan Riau karena ini pernah menjadi bagian dari negara tersebut.

Pada tahun 2008, Mahkamah Internasional (ICJ) memutuskan bahwa Pedra Branca (Pulau Batu Puteh) milik Singapura, sedangkan kedaulatan atas Terumbu Karang Tengah di dekatnya diberikan kepada Malaysia.

Pada tahun 2017, pemerintah Malaysia mengajukan permohonan peninjauan kembali atas keputusan ICJ tetapi pemerintah Pakatan Harapan (PH) di bawah Dr Mahathir menarik permohonan tersebut sebelum kasus tersebut dijadwalkan untuk disidangkan pada 11 Juni 2018.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

NEC Indonesia akan Tampilkan Solusi Keuangan Digital di WFIS 2022

PT NEC Indonesia (NEC Indonesia) akan menampilkan solusi keuangan digitalnya termasuk solusi electronic Positive Identification (ePID)di gerai NEC pada acara “World Financial Innovation Series (WFIS) 2022” yang akan digelar pada 4-5 Oktober 2022 di Hotel Mulia Senayan, Jakarta.

NEWS | 4 Oktober 2022

Moeldoko Sebut Lahan di Bima Cocok untuk Budidaya Sorgum

Moeldoko menyebutkan lahan di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai cocok untuk budidaya tanaman sorgum.

NEWS | 4 Oktober 2022

Nasdem Calonkan Anies, Wagub Riza: Itu Hak Setiap Parpol

Nasdem mengusung Gubernur Anies Baswedan sebagai calon presiden pada Pemilu 2024. Wagub Riza menilai, keputusan itu merupakan hak setiap parpol.

NEWS | 4 Oktober 2022

Anies Maju Capres 2024, Wagub: Saya Dukung Prabowo

Anies Baswedan dicalonkan sebagai presiden pada Pemilu 2024. Namun, Wagub DKI Riza Patria hanya akan mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

NEWS | 4 Oktober 2022

Capaian Vaksinasi Rendah, Alasan Pemerintah Perpanjang PPKM

Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang PPKM, baik di Jawa-Bali maupun di luar Jawa-Bali, salah satu alasannya karena vaksinasi Covid-19 masih rendah.

NEWS | 4 Oktober 2022

Pengamat Militer: Oknum Prajurit TNI “Tendangan Kungfu” Harus Disanksi Tegas

Khairul Fahmi meminta agar oknum prajurit TNI yang melakukan kekerasan “tendangan kungfu” diberi sanksi tegas.

NEWS | 4 Oktober 2022

Surya Paloh Pastikan Pencapresan Anies Baswedan Tidak Terkait Isu di KPK

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menegaskan langkah pencapresan Anies Baswedan tidak terkait dengan isu dugaan kasus korupsi Formula E Jakarta di KPK.

NEWS | 4 Oktober 2022

Besok, Ferdy Sambo Dkk Dilimpahkan ke Kejari Jaksel

Polri akan melimpahkan Ferdy Sambo dan kawan-kawan (dkk), tersangka kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J

NEWS | 4 Oktober 2022

Stok Habis, Vaksinasi Covid-19 Kota Bogor Dihentikan Sementara

Seluruh sentra vaksinasi Covid-19 di Kota Bogor, Jawa Barat (Jabar), dihentikan sementara, karena stok vaksin tak tersedia.

NEWS | 4 Oktober 2022

KPK Buka Peluang Ungkap Hasil Penyelidikan Kasus Formula E

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang untuk mengungkapkan hasil yang diperoleh dalam proses penyelidikan kasus Formula E Jakarta.

NEWS | 4 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Centratama Borong 397 Menara PTAC Senilai Rp 1,17 Triliun

Centratama Borong 397 Menara PTAC Senilai Rp 1,17 Triliun

EKONOMI | 11 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings