Logo BeritaSatu

Pemilu 2024 Penentu Kualitas Demokrasi Indonesia

Jumat, 24 Juni 2022 | 20:07 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Pemilu 2024 yang tahapannya sudah dimulai sejak 14 Juni 2024 dinilai sebagai penentu kualitas demokrasi Indonesia. Hal ini mengingat kualitas demokrasi Indonesia yang terus mengalami kemunduran beberapa tahun belakangan ini.

Demikian disampaikan Direktur Pusat Media dan Demokrasi LP3ES, Wijayanto saat Pembukaan Sekolah Demokrasi LP3ES bekerjasama sama dengan Undip dan KITLV Belanda, Kamis (23/6/2022).

Advertisement

"Periode 2024–2025 adalah masa paling kritis dalam perkembangan demokrasi di Indonesia di tengah kemunduran kualitas demokrasi yang sangat serius dalam beberapa tahun belakangan," kata Wijayanto.

Untuk itu, Wijayanto meminta seluruh elemen masyarakat mengawal dan menjaga proses Pemilu 2024. Dengan demikian diharapkan hasil pemilu dapat mencerminkan berinteraksinya gagasan-gagasan segar mengatasi berbagai permasalahan krusial bangsa, seperti ketimpangan ekonomi, kesenjangan lahan, oligarki yang merusak, politik uang, pelemahan pemberantasan korupsi, represi yang terjadi pada ruang-ruang kebebasan sipil untuk berpendapat, dan lainnya.

"Jadi pemilu sebaiknya tidak melulu berbicara terkait koalisi parpol, quick count dan sebagainya," tegasnya.

Wijayanto menyatakan, Sekolah Demokrasi LP3ES merupakan salah satu upaya masyarakat sipil dalam merefleksikan nasib bangsa ke depan, terutama periode 2024-2025.

"Hal ini bersamaan dengan rencana LP3ES untuk melakukan kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga lain dalam menyusun peta jalan demokrasi ke depan," katanya.

Ketua Dewan Pengurus LP3ES, Didik J Rachbini mengaku khawatir wajah perpolitikan Indonesia akan tetap terbelah. Selain itu, Didik menyatakan, problem serius perpolitikan nasional adalah banyaknya bandit dalam sistem demokrasi modern.

"Sistemnya memang modern, tetapi perilaku yang muncul adalah perilaku bandit. Sebagaimana dikatakan Mancur Olson, dalam sejarah transisi kekuasaan/pemerintahan terjadi evolusi sejak era anarki lalu ke tirani dan pada sistem demokrasi dan rule of law," katanya.

Dalam kesempatan ini, Didik juga menyoroti persoalan perekonomian dalam negeri. Dikatakan, dampak pandemi Covid-19 yang masih terasa terus mempengaruhi perkembangan perekonomian dalam negeri. Dikatakan, dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) sudah mencapai Rp 700 triliun untuk menangani pandemi Covid-19 sampai saat ini.

"Setiap tahun, dampak Covid-19 harus menelan subsidi pemerintah sebesar Rp 500 triliun," ungkap Didik yang juga Rektor Universitas Paramadina.

Selain itu, Didik juga menyoroti persoalan APBN, utang, dan subsidi pemerintah yang terus membengkak. Persoalan serius lainnya menyangkut kesenjangan ekonomi dan stabilitas sosial. Dikatakan, kesenjangan sampai sekarang harus disubidi dengan dana luar biasa.

"Sementara melonjaknya utang akan berdampak pada Presiden Indonesia berikutnya," katanya.


hal 1 dari 3 halaman

Halaman: 123selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pembunuhan Brigadir J, Kommnas HAM Siapkan Kesimpulan Akhir

Komnas HAM tengah mengebut tahap akhir penyelidikan terhadap perkara kematian Brigadir J.  

NEWS | 15 Agustus 2022

Satgas PMK: 320.457 Hewan Ternak Telah Berhasil Sembuh

Satgas PMK mencatat sebanyak 320.457 ekor ternak telah berhasil sembuh dari Penyakit Mulut dan Kuku.

NEWS | 15 Agustus 2022

Lemkapi Minta Proses Penyidikan Kasus Brigadir J Dipercepat

Lemkapi meminta agar Polri segera mempercepat penyelesaian penyidikan pembunuhan Brigadir J.

NEWS | 15 Agustus 2022

Kasus Binomo, Tersangka Ayah Vanessa Khong Segera Disidang

Berkas tersangka ayah Vanessa Khong, Rudiyanto Pei dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang Selatan terkait kasus aplikasi binary option Binomo.

NEWS | 15 Agustus 2022

Kejagung Tahan Surya Darmadi di Rutan Salemba

Kejagung menahan bos PT Duta Palma Group/Darmex Group Surya Darmadi alias Apeng di Rutan Salemba, Jakarta Pusat.

NEWS | 15 Agustus 2022

Polemik Pembangunan Masjid, Pemkot Bogor Minta Bantuan Pusat

Pemkot Bogor berencana meminta bantuan ke Pemerintah Pusat terkait polemik pembangunan Masjid Imam Ahmad bin Hanbal

NEWS | 15 Agustus 2022

Vaksinasi Booster Covid-19 Capai 58,64 Juta Dosis Hari Ini

Update vaksinasi booster Covid-19 telah diberikan kepada 58.642.419 orang hingga hari ini, Senin (15/8/2022).

NEWS | 15 Agustus 2022

Satgas Sebut Kesadaran Prokes Pengelola Ruang Publik Menurun

Satgas Penanganan Covid-19 mengungkapkan kesadaran prokes yang dijalankan oleh pengelola ruang publik mengalami penurunan.

NEWS | 15 Agustus 2022

Update Covid-19: Turun, Kasus Konfirmasi Hari Ini 3.588

Update Covid-19 pada Senin (15/8/2022), kasus positif mengalami kenaikan sebanyak 3.588 kasus.

NEWS | 15 Agustus 2022

‎Komnas HAM Tak Temukan Indikasi Penganiayaan terhadap Brigadir J

Komnas HAM tidak menemukan indikasi penganiyaan terhadap Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

NEWS | 15 Agustus 2022


TAG POPULER

# Carlo Ancelotti


# Cacar Monyet


# Man City


# Parsindo


# Korea Utara


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Baznas Kedepankan Transparansi Pengelolaan Dana Zakat

Baznas Kedepankan Transparansi Pengelolaan Dana Zakat

EKONOMI | 16 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings