Logo BeritaSatu

BNPT: Radikalisme Paham yang Menjiwai Semua Aksi Terorisme

Sabtu, 25 Juni 2022 | 22:32 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menegaskan radikalisme adalah paham yang menjiwai semua aksi terorisme. Hal ini karena penganut paham radikalisme selalu mendoktrin dengan membenturkan agama dan budaya, agama dan sosial, agama dan Pancasila.

“Misalnya, saat melakukan doktrin mereka akan menanyakan membela ideologi agama atau ideologi Islam. Membela Islam atau NKRI. Pancasila atau Al-Qur'an,” ujar Direktur Pencegahan BNPT Brigjen (Pol) R Ahmad Nurwakhid, dalam keterangannya, Sabtu (25/6/2022).

Advertisement

Menurut Nurwakhid, terorisme dijiwai oleh paham radikalisme yang akarnya adalah ideologi. Sementara ideologi dipahami oleh manusia.

“Setiap manusia punya potensi baik dan jahat. Ada potensi moderat dan radikal. Keduanya akan muncul dengan adanya faktor korelatif yakni agama, politik, dan sebagainya. Faktor ekonomi bukan akar melainkan pemicu. Faktor ekstremisme dan radikalisme menjadi faktor pemicu adanya suatu permasalahan. Melawan ideologi Pancasila,” paparnya.

Nurwakhid, yang sebelumnya menjadi pembicara seminar nasional Gebyar Keputeraan Universitas Pembangunan Panca Budi, Medan, Kamis (23/6/2022), menjelaskan, radikalisme adalah paham yang menghendaki adanya perubahan, pergantian, dan penjebolan terhadap suatu sistem masyarakat sampai ke akarnya.

Radikal terorismenya adalah dari oknum yang beragama. Radikalisme dalam terminologi asing dikatakan ekstremisme.

“Terorisme adalah tindakan atau kekuatan yang menggunakan ancaman kekerasan, terutama kekerasan verbal dan menimbulkan banyak kerugian termasuk objek vital dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan,” jelasnya.

Hal ini pula yang melatarbelakangi negara menetapkan separatis KKB sebagai terorisme.

“Karena negara kita adalah negara demokrasi dan pilar negara demokrasi itu adalah negara informasi hukum. Hukum kita yang terkait dengan terorisme adalah UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Tindak Pidana Terorisme,” terang Nurwakhid.

Ia menambahkan, teroris separatis Papua punya motif ideologi karena tidak mengakui adanya Pancasila. Mereka berpolitik ingin memisahkan diri dari NKRI yang sudah menjadi konsensus nasional dan diakui oleh PBB.

Selain itu, lanjut Nurwakhid, yang perlu digarisbawahi adalah tidak ada kaitan antara terorisme dengan agama, karena tidak ada agama yang mengaitkannya. Terorisme biasanya didominasi oleh umat beragama di suatu wilayah dan biasanya didominasi oleh umat beragama di suatu wilayah.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

RRI Raih Penghargaan Most Engaging Media

LPP RRI meraih penghargaan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai Most Engaging Media

NEWS | 8 Agustus 2022

Santri Dukung Ganjar Santuni Anak Yatim dan Difabel di 15 Provinsi

Santri Dukung Ganjar, salah satu relawan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 menyantuni anak yatim dan difabel di 15 provinsi untuk memperingati Asyura 10 Muharam.

NEWS | 8 Agustus 2022

Mayat Pria Gegerkan Pengunjung Hotel Somerset Jaksel

Jasad pria membuat geger pengunjung Hotel Somerset Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (8/8/2022)

NEWS | 8 Agustus 2022

15 Anggota Jamaah Islamiyah Jatim Ikrar Setia kepada NKRI

Sebanyak 15 mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) di Jawa Timur (Jatim) mengucapkan ikrar setia kepada NKRI, Senin (8/8/2022).

NEWS | 8 Agustus 2022

Waspada, Flu Singapura Menyerang Anak

Masyarakat diminta waspada terhadap penyakit flu Singapura yang dikenal dengan sebutan penyakit tangan, kaki, dan mulut dan lazim menyerang anak-anak

NEWS | 8 Agustus 2022

Asosiasi AS Ajak Indonesia Kembangkan Kratom Jadi Komoditas Ekspor

KSP mengapresiasi tawaran kerja sama asosiasi AS mengembangkan kratom sebagai tanaman herbal komoditas ekspor yang bermanfaat untuk kesehatan.

NEWS | 8 Agustus 2022

Kasus Brigadir J, Pengacara: Ungkap Alasan Bharada E

Bharada E mengaku bahwa dia menembak Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J atas perintah atasan kedinasannya.

NEWS | 8 Agustus 2022

Malam-malam, Kuasa Hukum Bharada E Datangi Bareskrim, Ada Apa?

Kuasa hukum Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, Deolipa Yumara menyambangi Bareskrim Polri pada Senin (8/8/2022) malam. Ada apa?

NEWS | 8 Agustus 2022

Honor Petugas KPPS Cs Naik di Pemilu 2024, Ini Perinciannya

KPU mengungkapkan, pemerintah menyetujui kenaikan honor badan ad hoc penyelenggara pemilu, yakni PPK, PPS, dan KPPS di Pemilu 2024. Begini Perinciannya. 

NEWS | 8 Agustus 2022

Kasal Resmikan Kapal Angkut Tank KRI Teluk Calang-524

Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Jenis Angkut Tank (AT)-7 KRI Teluk Calang-524 diresmikan oleh Kasal Laksmana Yudo Margono, Senin (8/8/2022).

NEWS | 8 Agustus 2022


TAG POPULER

# Brigadir RR


# Bharada E


# Jokowi


# Brigadir J


# MU


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
RRI Raih Penghargaan Most Engaging Media

RRI Raih Penghargaan Most Engaging Media

NEWS | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings