Logo BeritaSatu

Setelah Gempa, Taliban Desak Pencairan Aset Bank Sentral Afghanistan

Minggu, 26 Juni 2022 | 22:58 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

abul, Beritasatu.com- Pemerintahan Taliban mendesak pemerintah internasional untuk mencairkan aset bank sentral Afghanistan setelah gempa maut. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Sabtu (25/6/2022), gempa itu menewaskan 1.000 orang dan telah menyebabkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal minggu ini.

Saat bantuan kemanusiaan terus mengalir ke Afghanistan, dana yang dibutuhkan untuk pembangunan jangka panjang negara itu dihentikan ketika Taliban menguasai negara itu pada Agustus lalu.

Advertisement

Sejak itu, miliaran dolar dalam cadangan bank sentral Afghanistan tetap dibekukan di luar negeri di tengah sanksi internasional terhadap pemerintah Taliban. Sanksi internasional telah menghambat sektor perbankan domestik dan membuat penguasa baru negara itu hanya memiliki sedikit cadangan.

"Imarah Islam meminta dunia untuk memberikan hak paling dasar kepada warga Afghanistan, yaitu hak mereka untuk hidup dan itu melalui pencabutan sanksi dan pencairan aset kami dan juga memberikan bantuan," kata Abdul Qahar Balkhi, juru bicara kementerian luar negeri.

Balkhi mengatakan hak warga Afghanistan atas dana penyelamatan jiwa harus menjadi prioritas.

Gempa bumi yang melanda bagian timur negara itu pada Rabu pagi merusak atau menghancurkan 10.000 rumah dan juga melukai sekitar 2.000 orang, membebani sistem kesehatan negara yang rapuh dan menjadi ujian besar bagi pemerintah Taliban.

Organisasi bantuan mengeluh bahwa, di masa lalu, otoritas Taliban telah mencoba mengalihkan bantuan ke daerah dan orang-orang yang mendukung pandangan mereka – atau bahkan menyita barang untuk didistribusikan sendiri dan mengklaim kredit.

Khan Mohammad Ahmad, seorang pejabat senior Taliban di provinsi Paktika yang dilanda bencana, mengatakan organisasi internasional yang membantu upaya bantuan tidak akan diganggu.

“Apakah itu WFP, UNICEF atau organisasi lain, komunitas internasional atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mereka akan melakukan distribusi sendiri,” kata Khan.

“Orang-orang yang bertanggung jawab dari Imarah Islam ada di sini, anggota kami akan selalu bersama mereka [untuk membantu],” tambahnya, merujuk pada nama baru Taliban untuk Afghanistan.

Afghanistan sering dilanda gempa bumi, terutama di pegunungan Hindu Kush, dekat pertemuan lempeng tektonik Eurasia dan India. Pengiriman bantuan menjadi lebih sulit karena gempa melanda daerah yang sudah terkena dampak hujan lebat, menyebabkan longsoran batu dan tanah longsor yang menyapu dusun-dusun yang bertengger di lereng gunung.

Komunikasi juga terganggu dengan menara telepon seluler dan kabel listrik tumbang. Para pejabat mengatakan hampir 10.000 rumah hancur, jumlah yang mengkhawatirkan di daerah di mana ukuran rumah tangga rata-rata lebih dari 20 orang.

Bahkan sebelum pengambilalihan Taliban, tim tanggap darurat Afghanistan dikerahkan untuk menangani bencana alam yang sering melanda negara itu. namun hanya segelintir pesawat dan helikopter yang layak terbang yang tersisa sejak Taliban kembali berkuasa. Kemampuan Taliban untuk merespons bencana terbaru semakin terbatas.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kemendagri: Percepat Realisasi APBD Tahun Anggaran 2022

Kemendagri mengingatkan para kepala daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk mempercepat realisasi APBD tahun anggaran (TA) 2022.

NEWS | 19 Agustus 2022

Curi 141 Motor, Begal Asal Kabupaten Bogor Ditangkap

Berdasar pengakuan komplotan begal asal Kabupaten Bogor itu, mereka berhasil mencuri 141 motor sejak 2011.

NEWS | 19 Agustus 2022

PPDI Gandeng IFES dan UMJ Selenggarakan Engage Training

PPDI berkolaborasi dengan IFES dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menyelenggarakan Program Engage Training.

NEWS | 19 Agustus 2022

Pemkot Bogor Membekukan Izin Operasional 1.010 Angkot

Pemkot Bogor membekukan izin trayek 1.010 angkot di wilayahnya. Sanksi pembekuan izin lantaran pemilik kendaraan tidak memenuhi kewajibannya.

NEWS | 19 Agustus 2022

Srikandi KIB Gelar Pelatihan Pembuatan Roti dan Pastri

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) memanfaatkan momen HUT ke-77 RI untuk mengonsolidasikan kekuatan.

NEWS | 19 Agustus 2022

Putri Candrawathi Tersangka, DPR: Gugur Motif Cemburu

Trimedya Panjaitan angkat bicara soal penetapan tersangka Putri Candrawathi dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

NEWS | 19 Agustus 2022

Burhanuddin Minta Seluruh Jaksa Jadi Teladan di Masyarakat

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengingatkan jaksa sebagai abdi negara harus selalu mengingat peran, tugas dan tanggung jawab yang diberikan.

NEWS | 19 Agustus 2022

Parpol Catut NIK Staf Bawaslu, Ketua KPU: Sipol Berjalan

Ketua KPU  Hasyim Asy'ari mengatakan kasus pencatutan NIK dua staf Bawaslu di Yogyakarta menjadi bukti sipol berjalan efektif.

NEWS | 19 Agustus 2022

Rayakan HUT Ke-77 RI, BP2MI Meriahkan dengan Beragam Lomba

BP2MI merayakan momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-77 Tahun, 17 Agustus 2022 dengan beraneka ragam kegiatan.

NEWS | 19 Agustus 2022

Kekompakan Kasad, Kasal, dan Kasau Dinilai Layak Diapresiasi

Kekompakan Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, dan Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dinilai layak diapresiasi.

NEWS | 19 Agustus 2022


TAG POPULER

# Rupiah


# Putri Candrawathi Tersangka


# Pembunuhan Brigadir J


# Jaringan Judi


# Polisi Tembak Polisi


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kemendagri: Percepat Realisasi APBD Tahun Anggaran 2022

Kemendagri: Percepat Realisasi APBD Tahun Anggaran 2022

NEWS | 6 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings