Logo BeritaSatu

Setengah Abad Revitalisasi Kota Tua Belum Kelar Juga

Selasa, 28 Juni 2022 | 01:12 WIB
Oleh : Mikael Niman, Dwi Argo Santosa / DAS

Terstruktur adalah melalui pembentukan joint venture dengan banyak fleksibilitas dan otoritas untuk mengelola.

"Kita tidak ingin menjadikan Kota Tua sebagai destinasi wisata semata, tetapi juga sebagai ekosistem ekonomi yang dinamis yang menarik orang untuk berkarya. Ada kehidupan di Kota Tua, dan kehidupan itulah yang menarik wisatawan untuk datang,” ujar Anies.

Joint venture tersebut selaras dengan sikap Erick Thohir yang ketika itu mengatakan revitalisasi akan mencakup gedung milik perusahaan negara di kawasan itu. “Tidak hanya gedung tapi juga fasilitas Sunda Kelapa yang ada di bawah Pelindo dapat disinergikan,” katanya.

Tujuan Wisatawan
Jakarta selama ini diakui merupakan tujuan wisata meeting, incentive, convention, exhibition (MICE), paling lengkap di Indonesia.

Wisatawan jenis ini akan tinggal lebih lama bila ada tempat-tempat wisata yang menarik dan nyaman dikunjungi. Kota Tua adalah salah satu pilihan paling ideal untuk membuat lama tinggal wisatawan lebih panjang.

Syaratnya, sejumlah museum dipercantik. Trotoar diperlebar. Tidak ada kemacetan karena kendaraan terbatas. Sebagian besar kawasan adalah tempat berjalan kaki atau sepeda.

Setengah Abad Revitalisasi Kota Tua Belum Kelar Juga
Pekerja menyelesaikan proyek revitalisasi trotoar di kawasan Kota Tua Jakarta, Selasa, 17 Mei 2022.

Seperti area serupa di negara-negara maju, terdapat tempat-tempat terbuka bagi turis melihat berbagai atraksi budaya.

Para artisnya bukan pengamen sembarangan melainkan mereka yang sudah diberdayakan dan bahkan dipekerjakan oleh pemerintah.

Bangunan-bangunan bersejarah dipercantik tanpa mengubah bentuk kemudian dimanfaatkan sebagai hotel, restoran, kafe atau butik yang memungkinkan wisatawan mudah mendapatkan kebutuhannya.

Sebagian dari cita-cita itu sudah terealisasi. Kawasan Kali Besar, misalnya, sudah ditata begitu cantik. Tinggal bagaimana kondisi itu dipertahankan. Jangan sampai ditelantarkan.

Demikian juga Gedung Kerta Niaga, Museum Sejarah Jakarta, dan Lokasi Binaan Pedagang Kaki Lima, Jalan Cengkeh, Jakarta Barat. Revitalisasi tersebut dilaksanakan di bawah Konsorsium Kota Tua Jakarta.

Keberhasilan itu bukan kerja Pemprov DKI semata. Di era Gubernur Jokowi, sejumlah pengusaha mendukung dengan membentuk konsorsium.

Pada November 2013 terbentuk PT Pembangunan Kota Tua Jakarta atau Jakarta Old Town Revitalization Corporation (JOTRC) dan Kelompok Pelestarian Budaya Kota Tua Jakarta atau Jakarta Endowment For Art and Heritage (Jeforah).

JOTRC bukan badan usaha milik daerah (BUMD) maupun BUMN.

JOTRC adalah konsorsium swasta berbadan hukum yang merupakan kolaborasi dari sektor privat, BUMN, Pemprov DKI dan stakeholder serta Jeforah, kelompok masyarakat yang peduli pada Kota Tua.

Entitas ini didukung oleh PT Jababeka Tbk, PT Agung Podomoro Group, PT Ciputra Surya Tbk, PT Agung Sedayu Group, PT Intilan, Central Cipta Murdaya Group, PT Plaza Indonesia Realty Tbk dan Saratoga Capital.

Dewan penasihat yang mewakili Pemprov DKI adalah Deputi Gubernur DKI bidang Pariwisata dan Kebudayaan Sylviana Murni, Kepala Disparbud DKI Arie Budiman, dan Deputi Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Sarwo Handayani.

Mereka yang terlibat di dalam kepengurusan Jeforah antara lain Ketua Dewan pembina SD Darmono (Jababeka) dan Ketua Dewan Penasihat Goenawan Mohamad.

Mantan Menteri BUMN Sofyan Djalil menjadi anggota Dewan Penasihat bidang Hubungan Kelembagaan.

Anggota Dewan Penasihat lainnya adalah Oei Hong Djien (Seni Rupa dan Museum), dan Han Awal (Arsitektur dan Heritage).

Sebagai CEO Board of Executive Lin Che Wei yang saat ini menjadi tersangka kasus minyak goreng. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki ketika itu adalah saha Vice CEO Board of Executive.

Gubernur Jokowi akhirnya meresmikan dimulainya revitalisasi Kota Tua pada 13 Maret 2014. Dalam peresmian itu Jokowi menandatangani komitmen kerja sama Pemprov DKI Jakarta dengan konsorsium yang akan melakukan revitalisasi.

Anggaran untuk revitalisasi Kota Tua ini, kata Jokowi, merupakan kombinasi dari APBD dan konsorsium.

Jeforah dan JOTRC pun segera melakukan percepatan revitalisasi. Tiga target jangka pendek digeber tahun itu. Pertama, merevitalisasi Taman Fatahillah.

Kedua, merampungkan pelaksanaan re-adaptive usage Kantor Pos Fatahillah untuk dijadikan sebagai visitor center dan Jakarta Museum of Contemporary Art.

Ketiga, mengadakan Fiesta Kota Tua di Fatahillah Square berupa public performance, food festival dan pesta rakyat.

Upaya tersebut cukup membuahkan hasil. Dalam waktu tidak terlalu lama Kota Tua baru menjadi pusat kegiatan dan wisata.

Jeforah menargetkan dalam lima tahun, artinya pada 2019, akan ada 85 gedung yang direnovasi.

Saat itu baru lima gedung yang direnovasi, yakni Kantor Pos, Jasindo, Jasa Raharja, gedung PPI (Perusahaan Perdagangan Indonesia), dan gedung Bahtera Adighuna.

Dalam perjalanan, kendala lama masih menjadi persoalan.

Pemprov DKI melalui Wagub Ahok sampai mengancam menaikkan pajak bumi bangunan (PBB) 10 kali lipat bila bangunan cagar budaya di Kota Tua ditelantarkan pemiliknya.

Jika tak mampu membayar pajak yang naik berlipat, maka banguan bakal disita. Sebaliknya, mereka yang merenovasi mendapatkan ekringanan PBB.

Pada 19 Agustus 2014, PT PPI yang menguasai 16 gedung di kawasan itu akhirnya menandatangani nota kesepakatan dengan konsorsium yang akan merevitalisasi.

Revitalisasi ini pelik karena harus menyelesaikan kesepakatan mengenai jangka waktu maupun nilai rupiah sewa.

Menghitung nilai rupiah tentu tidak bisa sembarangan mengingat kondisi gedung cukup beragam. Setidaknya ada tiga macam kondisi gedung, yakni sudah direnovasi dan produktif, belum direnovasi namun kondisi relatif baik dan tak terpakai, serta gedung yang terbengkalai dan dalam kondisi rusak parah.

Di sisi governance, aksi korporasi pemilik gedung tidak bisa begitu saja dilakukan. Harus ada izin direksi, komisaris, termasuk para pemegang saham.

Pada 2015, Ahok yang menjabat Gubernur DKI Jakarta, menginginkan 60 gedung segera direvitalisasi, selain 27 gedung yang diperbaiki JOTRC.

Apabila JOTRC tak mampu menyelesaikan 60 gedung lainnya maka Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta melelangnya kepada perusahaan yang bisa menangani revitalisasi.

Peliknya sisi kalkulasi rupiah serta izin dilengkapi dengan renovasi yang tidak sembarangan. Selain detail gaya arsitektur yang dipertahankan ada juga bangunan yang sudah rusak parah sehignga perbaikannya membutuhkan waktu.

Ada juga yang perlu kehati-hatian karena penurunan muka tanah. Sebagai contoh, permukaan gedung Onderlinge Levensverzekering Van Eigen Hulp (Olveh), turun 95 cm.

Gedung milik PT Asuransi Jiwasraya di seberang pintu selatan Stasiun Kota itu akhirnya berhasil direvitalisasi JOTRC.

Belakangan Ahok yang menggantikan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta mengaku kecewa terhadap kinerja JOTRC yang dinilai lamban. Setahun kemudian Ahok mengundurkan diri dan jabatan Gubernur diemban Djarot. Djarot kemudian digantikan Anies.

Baca selanjutnya
Kini revitalisasi Kota Tua ada di tangan Anies Baswedan yang bakal ...


hal 3 dari 4 halaman

Halaman: 1234selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

PWNU Jabar: Khilafah Hanya Cara Adu Domba untuk Tujuan Politik

PWNU Jabar menyatakan, argumen khilafah yang diusung oleh kelompok tertentu hanya cara untuk mengadu domba guna mewujudkan tujuan politik.

NEWS | 6 Desember 2022

Ricky Rizal Dianggap Berbohong dalam Sidang, Ini Respons Kuasa Hukum

Ricky Rizal ditegur Ketua Majelis Hakim Wahyu Imam Santosa dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J. Ricky Rizal dinilai berbohong

NEWS | 6 Desember 2022

Libur Nataru, Ganjar Pranowo Ajak Masyarakat Wisata Dalam Negeri

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengajak masyarakat di seluruh Indonesia untuk melakukan wisata dalam negeri saat libur nataru.

NEWS | 6 Desember 2022

Kuat Ma'ruf Mengaku Sempat Takut Ditembak Ferdy Sambo

Kuat Ma'ruf mengaku sempat takut ditembak Ferdy Sambo saat terjadinya pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

NEWS | 5 Desember 2022

Komisi III Minta Polisi Tindak Tegas dan Berantas Gangster

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak tegas dan memberantas gangster.

NEWS | 5 Desember 2022

Tak Bisa Hadiri Pernikahan Kaesang-Erina, Gus Miftah Minta Maaf

Pendakwah Gus Miftah menyatakan permohonan maafnya karena tak bisa hadir dalam acara resepsi pernikahan yang akan digelar pasangan Kaesang-Erina.

NEWS | 5 Desember 2022

Erupsi Semeru, Penerbangan di Bandara Lombok Tak Terdampak

Aktivitas penerbangan di Bandara Lombok, NTB hingga saat ini tidak terdampak erupsi Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

NEWS | 6 Desember 2022

Ubah Keterangan, Ricky Rizal Sebut Ferdy Sambo Tak Gunakan Sarung Tangan

Ricky Rizal mengubah keterangan bahwa terdakwa Ferdy Sambo tidak menggunakan sarung tangan ketika terjadi penembakan terhadap Brigadir J.

NEWS | 5 Desember 2022

Ganjar Targetkan 100 Persen Mal Pelayanan Publik (MPP) di Jateng

Saat ini ada sekitar 103 MPP di Indonesia dan 22 di antaranya di area Jateng. Ditargetkan, sebanyak 13 wilayah di Jateng akan punya MPP tidak lama lagi.

NEWS | 5 Desember 2022

PMI Dirikan 500 Huntara untuk Warga Korban Gempa Cianjur

PMI membangun hunian sementara (huntara) bagi korban gempa Cianjur di tiga desa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

NEWS | 6 Desember 2022


TAG POPULER

# Erupsi Semeru


# Rizky Febian


# Bahlil Lahadalia


# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Brasil Unggul 4-0 atas Korea Selatan di Babak Pertama

Brasil Unggul 4-0 atas Korea Selatan di Babak Pertama

SEMESTA BOLA 2022 | 28 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE