Logo BeritaSatu

Setengah Abad Revitalisasi Kota Tua Belum Kelar Juga

Selasa, 28 Juni 2022 | 01:12 WIB
Oleh : Mikael Niman, Dwi Argo Santosa / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Penataan Kota Tua di bagian utara Jakarta sudah muncul sejak era Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, setengah abad lalu.

Buktinya, SK Gubernur No cd 3/1/70 tentang Pernyataan Daerah Taman Fatahillah, Jakarta Barat, sebagai Daerah di Bawah Pemugaran Pemerintah DKI Jakarta yang Dilindungi UU Monumenten Ordonantie (Staatblad 1931 Nomor 238).

Ada juga, SK Gubernur No 111-b 11/4/54/73 tentang Pernyataan Daerah Jakarta Kota dan Pasar Ikan, Jakarta Barat dan Jakarta Utara, sebagai Daerah di Bawah Pemugaran Pemda DKI Jakarta yang Dilindungi UU Monumenten Ordonantie (Staatblad 1931 Nomor 238).

Lima puluh tahun kemudian upaya nyata menghidupkan kembali kawasan Kota Tua masih belum selesai.

Setengah Abad Revitalisasi Kota Tua Belum Kelar Juga
Menteri BUMN Erick Thohir mengamati kondisi salah satu gedung milik BUMN di kawasan Kota Tua, Jakarta, Minggu, 26 Juni 2022.

Harus diakui sudah ada kemajuan signifikan dalam upaya merevitalisasi kawasan sekitar Taman Fatahillah, Stasiun Kota, Pasar Pagi Perniagaan, Glodok, maupun Pinangsia.

Namun, impian menjadikan kawasan ini sebagai ikon Jakarta sekaligus destinasi wisatawan lokal dan mancanegara, belum sepenuhnya tercapai.

Dalam kondisi seperti itu, tiba-tiba Menteri BUMN Erick Thohir bicara soal revitalisasi ini saat ia berkunjung ke Kota Tua, Minggu (26/6/2022) lalu.

Di kawasan yang disebut Batavia Lama atau Oud Batavia di mana berdiri beberapa gedung milik BUMN, Erick Thohir mengungkapkan visinya mengubah Kota Tua agar lebih bermanfaat seperti halnya Gedung Sarinah di Jakarta Pusat.

Seperti diberitakan, Sarinah di Jl Thamrin Jakpus, direnovasi Kementerian BUMN era Erick Thohir.

Gedung yang berdiri 15 Agustus 1966 itu kini menjadi pusat perbelanjaan berstatus cagar budaya dengan konsep urban forest yang mengutamakan outdoor space di jantung Ibukota.

Setengah Abad Revitalisasi Kota Tua Belum Kelar Juga
Grafis Revitalisasi Kota Tua.


Erick ingin Kota Tua juga mengalami transformasi serupa.

Visi Erick bukan hal baru dan istimewa. Visi serupa juga dicanangkan oleh para pemimpin Jakarta sebelum Anies Baswedan.

Dihitung sejak Ali Sadikin berarti visi revitalisasi sudah berjalan selama masa jabatan 11 gubernur.

Tentu masing-masing gubernur memiliki intensitas berbeda dalam menggarap kawasan bersejarah peninggalan Belanda tersebut. Ada yang sekadar mengeluarkan aturan soal perlindungan bangunan bersejarah. Ada yang getol menggarap. Ada juga yang tidak memperhatikannya.

Tak mengherankan kawasan Kota Tua sempat menjadi kawasan kusam, tak terurus, dan cenderung menyeramkan.

Perubahan signifikan Kota Tua dari kawasan kumuh-suram menjadi pusat aktivitas masyarakat dimulai ketika Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta merevitalisasi pada 13 Maret 2014.

Revitalisasi dalam arti ada tindakan nyata. Bukan sekadar ucapan atau dalam bentuk aturan tertulis.

Singkat cerita, sebagian bangunan bersejarah di kawasan seluas 846 hektare itu direnovasi dan dimanfaatkan untuk tujuan bisnis penunjang pariwisata.

Kemacetan diurai. Akses masyarakat ke kawasan itu dibuka seluas-luasnya dengan menambah armada dan rute angkutan umum.

Ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang semrawut direlokasi. Area-area terbuka ditambah.

Setengah Abad Revitalisasi Kota Tua Belum Kelar Juga
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di depan pohon Natal yang dipajang di depan Museum Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, Desember 2021.

Perubahan fisik tersebut juga diisi dengan keberlanjutan geliat hidup berupa interaksi sosial dan bisnis. Karena itu sejumlah festival, pameran, bazar, atau pertunjukan digelar di sejumlah lokasi.

Kawasan Kota Tua dimanfaatkan untuk berbagai acara besar, di antaranya perayaan pergantian tahun. Kawasan Museum Fatahillah sudah lama menjadi tujuan wisata.

Pada Mei 2017, kawasan wisata Kota Tua menyambut kedatangan Raja Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia dari Swedia. Rombongan itu datang bersama 35 relasi bisnis yang menyelenggarakan "Indonesian Sweden Executive Forum".

Beberapa lokasi dijadikan tujuan wisatawan seperti Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang, Museum Seni Rupa & Keramik, Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, Museum 3D Art, serta Museum Bahari.

Selain pergelaran rutin musik, pada 2021 ruang terbuka di kawasan itu juga dimanfaatkan untuk perayaan Natal 2021.

Mengusung tema Harmony with History, Taman Fatahillah Kota Tua menjadi salah satu lokasi yang digunakan Cristmas Market yakni bazar UMKM, tur museum, Christmas tree, video mapping, dan live music gratis dan terbuka untuk umum.

Sekelumit contoh tadi adalah hasil usaha menghidupkan kembali Kota Tua.

Apa yang dimulai Jokowi dilanjutkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan kemudian oleh Djarot Saiful Hidayat.

Seperti diketahui, ketiganya adalah paket partai pemenang Pilgub DKI Jakarta 2012 sehingga program pembangunan tetap berkesinambungan.

Revitalisasi yang berlanjut itu tidak begitu saja berjalan mulus. Sejumlah kendala menghadang sehingga target waktu penuntasan pun tak tercapai.

Setengah Abad Revitalisasi Kota Tua Belum Kelar Juga
Ratusan pengunjung memenuhi pelataran kawasan kota tua, Jakarta Barat untuk berekreasi, Rabu 4 Mei 2022.

Kendala paling menonjol adalah sulitnya merevitalisasi 134 bangunan tua bernilai sejarah.

Pasalnya, dari jumlah itu hanya lima milik Pemprov, yakni Museum Sejarah Jakarta, Museum Bahari, Balai Konservasi, Museum Wayang, serta Museum Seni Rupa dan Keramik. Selebihnya milik BUMN dan swasta.

Pemprov tak punya hambatan merenovasi bangunan miliknya. Persoalannya, banyak gedung yang tak terawat dan bahkan ambruk adalah milik BUMN atau swasta yang tak mampu memperbaiki.

Pemprov DKI tidak bisa serta merta merenovasi atau membangun kembali properti swasta atau pihak di luar asetnya sendiri.

Karena itu, bisa disebut gayung bersambut manakala Erick Thohir menyatakan visinya merevitalisasi Kota Tua. Pasalnya, sebagian besar bangunan yang harus direnovasi itu adalah milik BUMN.

Setengah Abad Revitalisasi Kota Tua Belum Kelar Juga
Menteri BUMN Erick Thohir megunjungi kawasan Kota Tua, Jakarta, Minggu, 26 Juni 2022.

"Jika Sarinah mampu kita ubah, Kota Tua harus juga bisa,” kata Erick yang sukses sebagai Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc).

Erick membandingkan, jika Sarinah kini menjadi daya tarik dan ikon baru Jakarta maka Kota Tua akan hadir dengan impresi berbeda, namun memiliki manfaat yang luas bagi masyarakat karena juga akan ada UMKM, produk lokal, pentas seni dan budaya.

“Insyaallah, tahun depan kita akan coba sinergikan dengan pembangunan Kota Tua secara menyeluruh," kata Erick.

Erick tinggal melanjutkan apa yang sudah dimulai Jokowi hingga Djarot dan kemudian menyelaraskan dengan pola penataan era Anies Baswedan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku menggunakan cara baru.

Ia menggunakan istilah “transfromasi” dari kawasan Kota Tua-Sunda Kelapa sekarang menjadi tempat wisata yang bisa menjadi magnet bagi wisatawan.

“Transformasi kawasan Kota Tua-Sunda Kelapa ini sudah pernah dicanangkan sejak masa Gubernur Ali Sadikin, namun kali ini dilaksanakan dengan cara baru sehigga kita lebih optimis meraih sukses,” ujar Anies di acara head of agreement beberapa perusahaan di halaman Museum Fatahillah, Jakbar, Rabu (28/4/2021).

Kesepakatan dilakukan antara Jakarta Experience Board/PT Jakarta Tourisindo (JXB), Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).

Cara baru yang dimaksud Anies adalah kolaborasi, masif, dan terstruktur dalam melakukan transformasi.

Kolaborasi berarti melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, UKM, dan para pakar.

Masif artinya yang dikelola bukan hanya sejumlah bangunan tetapi kawasan seluas 240 hektare dari Sunda Kelapa hingga Kota Tua.

Terstruktur adalah melalui pembentukan joint venture dengan banyak fleksibilitas dan otoritas untuk mengelola.

"Kita tidak ingin menjadikan Kota Tua sebagai destinasi wisata semata, tetapi juga sebagai ekosistem ekonomi yang dinamis yang menarik orang untuk berkarya. Ada kehidupan di Kota Tua, dan kehidupan itulah yang menarik wisatawan untuk datang,” ujar Anies.

Joint venture tersebut selaras dengan sikap Erick Thohir yang ketika itu mengatakan revitalisasi akan mencakup gedung milik perusahaan negara di kawasan itu. “Tidak hanya gedung tapi juga fasilitas Sunda Kelapa yang ada di bawah Pelindo dapat disinergikan,” katanya.

Tujuan Wisatawan
Jakarta selama ini diakui merupakan tujuan wisata meeting, incentive, convention, exhibition (MICE), paling lengkap di Indonesia.

Wisatawan jenis ini akan tinggal lebih lama bila ada tempat-tempat wisata yang menarik dan nyaman dikunjungi. Kota Tua adalah salah satu pilihan paling ideal untuk membuat lama tinggal wisatawan lebih panjang.

Syaratnya, sejumlah museum dipercantik. Trotoar diperlebar. Tidak ada kemacetan karena kendaraan terbatas. Sebagian besar kawasan adalah tempat berjalan kaki atau sepeda.

Setengah Abad Revitalisasi Kota Tua Belum Kelar Juga
Pekerja menyelesaikan proyek revitalisasi trotoar di kawasan Kota Tua Jakarta, Selasa, 17 Mei 2022.

Seperti area serupa di negara-negara maju, terdapat tempat-tempat terbuka bagi turis melihat berbagai atraksi budaya.

Para artisnya bukan pengamen sembarangan melainkan mereka yang sudah diberdayakan dan bahkan dipekerjakan oleh pemerintah.

Bangunan-bangunan bersejarah dipercantik tanpa mengubah bentuk kemudian dimanfaatkan sebagai hotel, restoran, kafe atau butik yang memungkinkan wisatawan mudah mendapatkan kebutuhannya.

Sebagian dari cita-cita itu sudah terealisasi. Kawasan Kali Besar, misalnya, sudah ditata begitu cantik. Tinggal bagaimana kondisi itu dipertahankan. Jangan sampai ditelantarkan.

Demikian juga Gedung Kerta Niaga, Museum Sejarah Jakarta, dan Lokasi Binaan Pedagang Kaki Lima, Jalan Cengkeh, Jakarta Barat. Revitalisasi tersebut dilaksanakan di bawah Konsorsium Kota Tua Jakarta.

Keberhasilan itu bukan kerja Pemprov DKI semata. Di era Gubernur Jokowi, sejumlah pengusaha mendukung dengan membentuk konsorsium.

Pada November 2013 terbentuk PT Pembangunan Kota Tua Jakarta atau Jakarta Old Town Revitalization Corporation (JOTRC) dan Kelompok Pelestarian Budaya Kota Tua Jakarta atau Jakarta Endowment For Art and Heritage (Jeforah).

JOTRC bukan badan usaha milik daerah (BUMD) maupun BUMN.

JOTRC adalah konsorsium swasta berbadan hukum yang merupakan kolaborasi dari sektor privat, BUMN, Pemprov DKI dan stakeholder serta Jeforah, kelompok masyarakat yang peduli pada Kota Tua.

Entitas ini didukung oleh PT Jababeka Tbk, PT Agung Podomoro Group, PT Ciputra Surya Tbk, PT Agung Sedayu Group, PT Intilan, Central Cipta Murdaya Group, PT Plaza Indonesia Realty Tbk dan Saratoga Capital.

Dewan penasihat yang mewakili Pemprov DKI adalah Deputi Gubernur DKI bidang Pariwisata dan Kebudayaan Sylviana Murni, Kepala Disparbud DKI Arie Budiman, dan Deputi Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Sarwo Handayani.

Mereka yang terlibat di dalam kepengurusan Jeforah antara lain Ketua Dewan pembina SD Darmono (Jababeka) dan Ketua Dewan Penasihat Goenawan Mohamad.

Mantan Menteri BUMN Sofyan Djalil menjadi anggota Dewan Penasihat bidang Hubungan Kelembagaan.

Anggota Dewan Penasihat lainnya adalah Oei Hong Djien (Seni Rupa dan Museum), dan Han Awal (Arsitektur dan Heritage).

Sebagai CEO Board of Executive Lin Che Wei yang saat ini menjadi tersangka kasus minyak goreng. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki ketika itu adalah saha Vice CEO Board of Executive.

Gubernur Jokowi akhirnya meresmikan dimulainya revitalisasi Kota Tua pada 13 Maret 2014. Dalam peresmian itu Jokowi menandatangani komitmen kerja sama Pemprov DKI Jakarta dengan konsorsium yang akan melakukan revitalisasi.

Anggaran untuk revitalisasi Kota Tua ini, kata Jokowi, merupakan kombinasi dari APBD dan konsorsium.

Jeforah dan JOTRC pun segera melakukan percepatan revitalisasi. Tiga target jangka pendek digeber tahun itu. Pertama, merevitalisasi Taman Fatahillah.

Kedua, merampungkan pelaksanaan re-adaptive usage Kantor Pos Fatahillah untuk dijadikan sebagai visitor center dan Jakarta Museum of Contemporary Art.

Ketiga, mengadakan Fiesta Kota Tua di Fatahillah Square berupa public performance, food festival dan pesta rakyat.

Upaya tersebut cukup membuahkan hasil. Dalam waktu tidak terlalu lama Kota Tua baru menjadi pusat kegiatan dan wisata.

Jeforah menargetkan dalam lima tahun, artinya pada 2019, akan ada 85 gedung yang direnovasi.

Saat itu baru lima gedung yang direnovasi, yakni Kantor Pos, Jasindo, Jasa Raharja, gedung PPI (Perusahaan Perdagangan Indonesia), dan gedung Bahtera Adighuna.

Dalam perjalanan, kendala lama masih menjadi persoalan.

Pemprov DKI melalui Wagub Ahok sampai mengancam menaikkan pajak bumi bangunan (PBB) 10 kali lipat bila bangunan cagar budaya di Kota Tua ditelantarkan pemiliknya.

Jika tak mampu membayar pajak yang naik berlipat, maka banguan bakal disita. Sebaliknya, mereka yang merenovasi mendapatkan ekringanan PBB.

Pada 19 Agustus 2014, PT PPI yang menguasai 16 gedung di kawasan itu akhirnya menandatangani nota kesepakatan dengan konsorsium yang akan merevitalisasi.

Revitalisasi ini pelik karena harus menyelesaikan kesepakatan mengenai jangka waktu maupun nilai rupiah sewa.

Menghitung nilai rupiah tentu tidak bisa sembarangan mengingat kondisi gedung cukup beragam. Setidaknya ada tiga macam kondisi gedung, yakni sudah direnovasi dan produktif, belum direnovasi namun kondisi relatif baik dan tak terpakai, serta gedung yang terbengkalai dan dalam kondisi rusak parah.

Di sisi governance, aksi korporasi pemilik gedung tidak bisa begitu saja dilakukan. Harus ada izin direksi, komisaris, termasuk para pemegang saham.

Pada 2015, Ahok yang menjabat Gubernur DKI Jakarta, menginginkan 60 gedung segera direvitalisasi, selain 27 gedung yang diperbaiki JOTRC.

Apabila JOTRC tak mampu menyelesaikan 60 gedung lainnya maka Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta melelangnya kepada perusahaan yang bisa menangani revitalisasi.

Peliknya sisi kalkulasi rupiah serta izin dilengkapi dengan renovasi yang tidak sembarangan. Selain detail gaya arsitektur yang dipertahankan ada juga bangunan yang sudah rusak parah sehignga perbaikannya membutuhkan waktu.

Ada juga yang perlu kehati-hatian karena penurunan muka tanah. Sebagai contoh, permukaan gedung Onderlinge Levensverzekering Van Eigen Hulp (Olveh), turun 95 cm.

Gedung milik PT Asuransi Jiwasraya di seberang pintu selatan Stasiun Kota itu akhirnya berhasil direvitalisasi JOTRC.

Belakangan Ahok yang menggantikan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta mengaku kecewa terhadap kinerja JOTRC yang dinilai lamban. Setahun kemudian Ahok mengundurkan diri dan jabatan Gubernur diemban Djarot. Djarot kemudian digantikan Anies.

Kini revitalisasi Kota Tua ada di tangan Anies Baswedan yang bakal lengser tahun ini atau di tangan Erick Thohir yang menakhodai BUMN.

Seperti yang disampaikan Anies, kerja merevitalisasi kawasan butuh kolaborasi. Di masa Jokowi-Ahok ada konsosrsium pengusaha. Di masa Anies ada joint venture.

Pengalaman Jerman
Pada 2011, Wali Kota Lowenberg Jerman Andreas Thiede bersama pejabat parlemen negara itu berkunjung ke kawasan Kota Tua.

Kota Lowenberg memiliki pengalaman sukses merevitalisasi kawasan Kota Tua menjadi kawasan yang maju secara ekonomi dan pariwisata. Ketika itu Andreas Thiede berbagi pengalaman.

Lowenberg berdiri pada abad ke-17, lebih tua dari Batavia yang gedung-gedungnya berdiri sebad kemudian.

Persoalan penataan berawal dari para pemilik bangunan bersejarah yang ingin merenovasi menjadi bangunan moderen. Sebab merawat bangunan tua membutuhkan biaya renovasi dan pemeliharaan yang sangat mahal.

Setengah Abad Revitalisasi Kota Tua Belum Kelar Juga
Salah satu bangunan tua di Lowenberg, Jerman.

Lewat kebijakan ketat, pemerintah melarang keras pemilik mengubah bangunan bersejarah.

Namun, pemerintah kota terus menggalang bantuan dari banyak pihak. Pemerintah membrikan insentif guna memastikan bangungan-bangunan bersejarah di Lowenberg terpelihara dan tetap indah.

Sangat tidak mungkin revitalisasi ditanggung sendiri oleh pemerintah kota. Maka pemerintah mewujudkan program kredit ringan dari bank bagi pemilik bangunan.

Pemkot juga mengajukan anggaran besar ke pemerintah pusat. Bahkan, menurut Andreas Thiede, mereka juga mengajukan bantuan revitalisasi ke Uni Eropa.

Visi Erick Thohir dan kepiawaiannya mewujudkan visi menjadi energi pendorong revitalisasi Kota Tua siapa pun gubernurnya. Erick juga pasti lebih mengerti bahwa Sarinah tak sekompleks Kota Tua.

Sejarawan JJ Rizal menyambut positif gagasan untuk merevitalisasi kawasan Kota Tua, Jakarta Barat oleh Kementerian BUMN.

“Ini gagasan yang baik, tetapi jangan sampai nilai ekonomi kreatif dapat memperkosa nilai sejarah dari bangunan-bangunan yang sudah ada di Kota Tua tersebut,” kata JJ Rizal saat dihubungi pada Senin (27/6/2022).

Menurutnya, jangan sampai terjadi hanya demi mengejar nilai ekonomisnya, sebagai tempat berkumpulnya anak-anak muda dan milenial, lalu bangunan Kota Tua yang sarat dengan nilai sejarah mendapat perlakukan vandalisme, menjadi tempat kumuh dan berantakan karena berserakan dengan sampah-sampah pengunjung dan sebagainya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

PWNU Jabar: Khilafah Hanya Cara Adu Domba untuk Tujuan Politik

PWNU Jabar menyatakan, argumen khilafah yang diusung oleh kelompok tertentu hanya cara untuk mengadu domba guna mewujudkan tujuan politik.

NEWS | 6 Desember 2022

Ricky Rizal Dianggap Berbohong dalam Sidang, Ini Respons Kuasa Hukum

Ricky Rizal ditegur Ketua Majelis Hakim Wahyu Imam Santosa dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J. Ricky Rizal dinilai berbohong

NEWS | 6 Desember 2022

Libur Nataru, Ganjar Pranowo Ajak Masyarakat Wisata Dalam Negeri

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengajak masyarakat di seluruh Indonesia untuk melakukan wisata dalam negeri saat libur nataru.

NEWS | 6 Desember 2022

Kuat Ma'ruf Mengaku Sempat Takut Ditembak Ferdy Sambo

Kuat Ma'ruf mengaku sempat takut ditembak Ferdy Sambo saat terjadinya pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

NEWS | 5 Desember 2022

Komisi III Minta Polisi Tindak Tegas dan Berantas Gangster

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak tegas dan memberantas gangster.

NEWS | 5 Desember 2022

Tak Bisa Hadiri Pernikahan Kaesang-Erina, Gus Miftah Minta Maaf

Pendakwah Gus Miftah menyatakan permohonan maafnya karena tak bisa hadir dalam acara resepsi pernikahan yang akan digelar pasangan Kaesang-Erina.

NEWS | 5 Desember 2022

Erupsi Semeru, Penerbangan di Bandara Lombok Tak Terdampak

Aktivitas penerbangan di Bandara Lombok, NTB hingga saat ini tidak terdampak erupsi Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

NEWS | 6 Desember 2022

Ubah Keterangan, Ricky Rizal Sebut Ferdy Sambo Tak Gunakan Sarung Tangan

Ricky Rizal mengubah keterangan bahwa terdakwa Ferdy Sambo tidak menggunakan sarung tangan ketika terjadi penembakan terhadap Brigadir J.

NEWS | 5 Desember 2022

Ganjar Targetkan 100 Persen Mal Pelayanan Publik (MPP) di Jateng

Saat ini ada sekitar 103 MPP di Indonesia dan 22 di antaranya di area Jateng. Ditargetkan, sebanyak 13 wilayah di Jateng akan punya MPP tidak lama lagi.

NEWS | 5 Desember 2022

PMI Dirikan 500 Huntara untuk Warga Korban Gempa Cianjur

PMI membangun hunian sementara (huntara) bagi korban gempa Cianjur di tiga desa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

NEWS | 6 Desember 2022


TAG POPULER

# Erupsi Semeru


# Rizky Febian


# Bahlil Lahadalia


# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Hadapi Potensi Gempa, BNPB: Fasum dan Fasos Perlu Diperkuat

Hadapi Potensi Gempa, BNPB: Fasum dan Fasos Perlu Diperkuat

NEWS | 7 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE