Logo BeritaSatu

Tuntut Kasus Indosurya Segera Disidang, Korban Gelar Demo di Mabes Polri

Selasa, 28 Juni 2022 | 13:59 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Korban kasus penipuan investasi dana nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya menggelar demonstasi di depan Museum Polri, Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Selasa (28/6/2022). Ratusan massa tersebut menuntut kasus Indosurya segera naik ke persidangan.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com di lapangan, massa mulai berkumpul di depan Museum Polri sekitar pukul 11.30 WIB. Selanjutnya, mereka akan melakukan orasi dan longmarch ke Kejaksaan Agung (Kejagung)

Advertisement

"Jadi aksi hari ini merupakan aspirasi masyarakat yang diluangkan dan dieskpresikan secara damai. Jadi, para korban ini terutama investasi bodong sangat kecewa dengan proses penegakan hukum. Karena kasus Indosurya ini lepas artinya tidak disidangkan, enggak P21," kata Kuasa hukum korban Indosurya, Alvin Lim kepada wartawan di Museum Polri.

Dikatakan Alvin, pihaknya menduga ada sejumlah oknum yang turut membuat kasus Indosurya tidak berjalan hingga ke proses persidangan.

"Jadi bukan institusinya, institusinya baik, tetapi oknum inilah yang harus dibenahi oleh Kapolri. Kemudian, kami mau fokuskan tentang janji Kapolri, semboyan prinsipnya yaitu Presisi Berkeadilan dan pernyataannya untuk mempersilakan masyarakat memberikan kritik. Inilah (aksi demonstrasi) kritik yang membangun itu," ucapnya.

Sebelumnya, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri membebaskan dari tahanan dua tersangka kasus penipuan investasi dana nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya, HS dan JI.

"Masa penahanan di Polri habis selama 120 hari, berkas perkaranya belum dikembalikan dari jaksa ke Polri, maka penyidik harus mengeluarkan tersangka yang ditahan demi hukum," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (26/6/2022).

Whisnu menyebutkan, perkara ini tetap berjalan meskipun para tersangka tidak ditahan. Dibebaskannya kedua tersangka dari penahanan sesuai dengan KUHAP.

"Setiap orang (tersangka) maksimal ditahan selama 120 hari. Maksimal sesuai undang-undang KUHAP, tidak boleh lebih, bisa melanggar HAM," kata Whisnu.

Whisnu mengaku tidak mengetahui apa yang menjadi kendala berkas kasus ini belum juga dinyatakan lengkap oleh kejaksaan. Menurut dia, sudah lima kali proses pelimpahan tahap I, berkas dikembalikan dan dipenuhi oleh penyidik sesuai arahan jaksa peneliti.

"Berkas perkara yang kami sampaikan ke kejaksaan belum dinyatakan lengkap masih ada kekurangan. Kekurangannya kami belum tahu karena sampai saat ini berkas perkara ada di kejaksaan," ungkap Whisnu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Upaya Pemerintah Uzbekistan Wujudkan Toleransi Beragama

Pemerintah Uzbekistan mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan toleransi antarumat beragama.

NEWS | 15 Agustus 2022

Disdik DKI Beri Sanksi Tegas ke Guru Intoleran di Sekolah

Disdik DKI bakal memberikan sanksi tegas kepada guru intoleran di sekolah. Disdik menjamin proses edukasi tentang keberagaman di seluruh sekolah.

NEWS | 15 Agustus 2022

Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 15 Agustus 2022

Berikut ini Data Nasional Penerima Vaksin Covid-19 sampai 15 Agustus 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 15 Agustus 2022

Deolipa Gugat Bharada E, Ronny Talapessy, dan Kabareskrim

Deolipa Yumara menggugat Bharada E, Ronny Talapessy selaku pengacara baru Bharada E, dan Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.

NEWS | 15 Agustus 2022

Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 15 Agustus 2022

Berikut ini data Kasus Positif & Kematian Covid-19 di Jakarta, 15 Agustus 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 15 Agustus 2022

Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 15 Agustus 2022

Berikut ini Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 15 Agustus 2022 sesuai dengan data dari kementerian Kesehatan.

NEWS | 15 Agustus 2022

Data Prevalensi Covid-19 di 10 Provinsi, 15 Agustus 2022

Berikut ini data Prevalensi Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi, 15 Agustus 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 15 Agustus 2022

Jelang Pemilu, KPK Diminta Lebih Gencarkan Mitigasi Pencegahan Korupsi

Kini, menjelang digelarnya Pemilu 2024, KPK diminta lebih menggencarkan mitigasi pencegahan korupsi.

NEWS | 15 Agustus 2022

Data Positivity Rate Covid-19 sampai 15 Agustus 2022

Berikut ini Data Positivity Rate Covid-19 sampai 15 Agustus 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 15 Agustus 2022

Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi, 15 Agustus 2022

Berikut ini data Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi, 15 Agustus 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 15 Agustus 2022


TAG POPULER

# Carlo Ancelotti


# Cacar Monyet


# Man City


# Parsindo


# Korea Utara


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Disdik DKI Beri Sanksi Tegas ke Guru Intoleran di Sekolah

Disdik DKI Beri Sanksi Tegas ke Guru Intoleran di Sekolah

NEWS | 2 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings