Logo BeritaSatu

KPK Usut Dugaan Penggunaan Tanah Warga untuk IMB Summarecon

Rabu, 29 Juni 2022 | 13:58 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan penggunaan tanah dari warga untuk pengajuan izin mendirikan bangunan (IMB) oleh PT Summarecon Agung (SA) Tbk lewat anak usahanya PT Java Orient Property (JOP). Dugaan itu didalami melalui pemeriksaan saksi atas nama Andreas AB Prasetyo selaku Ketua Rukun Warga (RW), Selasa (28/6/2022).

Perlu diketahui, pemeriksaan kali ini berkaitan dengan kasus dugaan suap yang menjerat mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti.

"Dikonfirmasi antara lain terkait dugaan adanya penggunaan kepemilikan tanah dari warga untuk pengajuan IMB apartemen oleh PT SA Tbk melalui PT JOP," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (29/6/2022).

Selain itu, KPK juga telah memeriksa saksi lainnya yakni Kepala BPKAD Kota Yogyakarta, Wasesa; Koordinator Penanaman Modal Dinas PMPTSP, Wiwin Giri Doriawani; Koordinator PTSP Dinas PMPTSP, Nitya Raharjanta; serta staf pengamanan PT Java Orient Property, S Haryo Dewantoro alias Yoyok. Mereka diperiksa untuk mendalami proses pengusulan IMB apartemen ke Pemkot Yogyakarta.

"Dikonfirmasi antara lain terkait dengan proses usulan IMB apartemen dari PT SA Tbk melalui PT JOP ke Pemkot Yogyakarta," ungkap Ali.

Diberitakan, KPK menetapkan mantan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan IMB Apartemen Royal Kedhaton. Selain Haryadi Suyuti, KPK juga menjerat Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemkot Yogyakarta, Nurwidhihartana dan sekretaris pribadi Haryadi, Triyanto Budi Yuwono, serta Vice President Real Estate Summarecon Agung, Oon Nusihono.

Dalam kasus ini, Haryadi melalui Triyanto dan Nurwidhihartana diduga menerima suap US$ 27.258 dari Oon untuk memuluskan izin mendirikan bangunan (IMB) apartemen Royal Kedhaton yang digarap anak usaha Summarecon Agung, PT Java Orient Property.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

MAKI: Lukas Enembe Cukup Sehat Jalani Pemeriksaan KPK

MAKI menilai Gubernur Papua Lukas Enembe cukup sehat sehingga dapat menjalani pemeriksaan yang diagendakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

NEWS | 25 September 2022

Tak Masuk Prolegnas, Ini Pasal Kontroversial RUU Sisdiknas

RUU Sisdiknas batal masuk dalam Prolegnas prioritas tahun 2022, berikut berbagai pasal kontroversial yang tercantum di dalamnya.

NEWS | 25 September 2022

Kasus Lukas Enembe, KSP Tegaskan Tak Ada Kaitan dengan Politik

Tenaga Ahli Utama KSP Theo Litaay menegaskan kasus Lukas Enembe murni kasus hukum dan tak ada kaitannya dengan masalah politik.

NEWS | 25 September 2022

Cerita Rektor UGM Saat Jadi Mahasiswa Almarhum Samekto

Rektor UGM Ova Emilia menceritakan kisahnya saat masih menjadi mahasiswa almarhum Samekto Wibowo. 

NEWS | 25 September 2022

Mendag Zulhas Usulkan Rp 100 Triliun Serap Hasil Petani

Mendag Zulkifli Hasan mengusulkan anggaran sebesar Rp 100 triliun per tahun untuk menyerap komoditas bahan pokok hasil para petani.

NEWS | 25 September 2022

32 Pasien Covid-19 Jalani Perawatan di RSDC Wisma Atlet

Pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, hingga hari ini Minggu (25/9/2022) tersisa 32 orang.

NEWS | 25 September 2022

Puisi Terakhir Karya Prof Samekto Dibacakan, Pelayat Menitikkan Air Mata

Saat puisi terakhir karya Prof Samekto dibacakan, para pelayat menitikkan air mata. Samekto Wibowo meninggal karena terseret ombak.

NEWS | 25 September 2022

Guru Besar UGM Meninggal Terseret Ombak, Ini Imbauan BNPB

Terkait periwisata guru besar UGM yang meninggal terseret ombak, BNPB mengingatkan masyarakat terkait keamanan berwisata di pantai.

NEWS | 25 September 2022

Jelang Kunjungan Kamala Harris, Korut Lepas Rudal Balistik

Jelang kunjunan Wapres AS Kamala Harris, Korut menembakkan rudal balistik ke arah timur di lepas pesisir pantai pada Minggu (25/9/2022).

NEWS | 25 September 2022

Perubahan Jam Kerja Dinilai Belum Maksimal Kurangi Kemacetan Jakarta

Rekayasa lalu lintas seperti pengaturan jam kerja tidak bisa dijadikan satu-satunya tumpuan kebijakan dan belum maksimal kurangi kemacetan di Jakarta.

NEWS | 25 September 2022


TAG POPULER

# OTT Hakim Agung


# Penipuan Jam Tangan


# Pertalite


# Curacao


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Timnas Wushu Indonesia Sabet 5 Emas dan 3 Perak di Turki

Timnas Wushu Indonesia Sabet 5 Emas dan 3 Perak di Turki

SPORT | 6 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings