Logo BeritaSatu

Di Wisuda UNP, Hasto: Pemikiran Geopolitik Soekarno Tidak Bisa Dilepaskan dari Bung Hatta

Minggu, 3 Juli 2022 | 12:44 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Padang, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa pemikiran geopolitik Soekarno tidak bisa dilepaskan dari pemikiran Bung Hatta.

Pemikiran Geopolitik Soekarno tidak terlepas dari pemikiran Bung Hatta,” kata Hasto ketika menyampaikan Orasi Ilmiah berjudul “Eksistensi Pemikiran Geopolitik Soekarno untuk Ketahanan Nasional”, bagi wisudawan ke-127 Universitas Negeri Padang (UNP), Minggu (3/7/2022).

Advertisement

Hasto mengatakan, ketika memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dalam realitas sistem internasional yang anarkis, yang kemudian melahirkan Perang Dingin, Bung Hatta menyampaikan teori geopolitiknya yang dikenal dengan “Mendayung Diantara Dua Karang”.

Hasto mengatakan itu adalah konsepsi kebijakan luar negeri bebas aktif, yang terbukti relevan hingga sekarang.

Menurut Hasto memahami hal tersebut menjadi penting. Sebab mempelajari pemikiran geopolitik Indonesia, tidak bisa terlepas dari tradisi intelektual para pendiri bangsa. Di dalam tradisi intelektual ini, Bung Karno dan Bung Hatta, hadir sebagai perpaduan pemimpin negarawan dan pemimpin pembelajar yang baik.

Hasto menyebutkan, sebagai sosok pembelajar, mereka terus bergulat dengan buku sebagai jendela pengetahuan. Buku dipelajari secara kritis. Dengan buku, para pendiri bangsa melakukan dialog imajiner dengan tokoh-tokoh dunia, dan kemudian membumikan dalam realitas kehidupan berbangsa, dan dengannya mencari arah masa depan.

Dwi Tunggal Soekarno-Hatta juga melahirkan pemahaman tentang kebijakan politik luar negeri bebas aktif. Dengannya bangsa Indonesia membangun rasa percaya sendiri untuk menjadi pemimpin di antara bangsa-bangsa. Yakni dengan menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika (KAA), Gerakan Non Blok (GNB), hingga Conferences of the New Emerging Forces (Conefo).

“Kepemimpinan Indonesia tersebut didasarkan pada ideologi Pancasila yang mengandung cita-cita bahwa kemerdekaan Indonesia ditujukan bagi persaudaraan dunia,” tegas Hasto.

Lebih lanjut, dalam pandangan geopolitik Bung Karno, Pancasila adalah ideologi geopolitik dunia. Pancasila lahir sebagai pandangan hidup bangsa dan sekaligus jawaban Indonesia atas keterbelahan dunia akibat perang dingin.

Pancasila juga lahir sebagai jawaban atas struktur dunia yang tidak adil, akibat berbagai belenggu penjajahan yang telah menyebabkan Perang Dunia I dan Perang Dunia II yang telah menghancurkan peradaban umat manusia.

“Atas dasar hal tersebut, teori geopolitik Bung Karno didasarkan postulat bahwa dunia akan damai dan berkeadilan apabila dunia bebas dari berbagai belenggu penjajahan,” jelas Hasto.


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pengamat Yakin Kepemimpinan Firli Dkk di KPK Berujung Manis

Pengamat dan praktisi hukum Masriadi Pasaribu meyakini kepemimpinan Firli Bahuri dan pimpinan KPK jilid V lainnya dalam memberantas korupsi akan berujung manis.

NEWS | 8 Agustus 2022

KPU Anggarkan Santunan Rp 36 Juta bagi Petugas Pemilu yang Meninggal Dunia

KPU menganggarkan santunan sebesar Rp 36 juta bagi petugas pemilu yang meninggal dunia saat menjalankan tugasnya pada Pilkada dan Pemilu 2024.

NEWS | 8 Agustus 2022

Polisi Pastikan Selidiki Pohon Koka di Kebun Raya Bogor

Polresta Bogor menyelidiki keberadaan pohon koka di Kebun Raya Bogor (KRB) terkait pengakuan penyelundup biji kokain yang mendapat bibit dari KRB.

NEWS | 8 Agustus 2022

RRI Raih Penghargaan Most Engaging Media

LPP RRI meraih penghargaan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai Most Engaging Media

NEWS | 8 Agustus 2022

Santri Dukung Ganjar Santuni Anak Yatim dan Difabel di 15 Provinsi

Santri Dukung Ganjar, salah satu relawan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 menyantuni anak yatim dan difabel di 15 provinsi untuk memperingati Asyura 10 Muharam.

NEWS | 8 Agustus 2022

Mayat Pria Gegerkan Pengunjung Hotel Somerset Jaksel

Jasad pria membuat geger pengunjung Hotel Somerset Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (8/8/2022)

NEWS | 8 Agustus 2022

15 Anggota Jamaah Islamiyah Jatim Ikrar Setia kepada NKRI

Sebanyak 15 mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) di Jawa Timur (Jatim) mengucapkan ikrar setia kepada NKRI, Senin (8/8/2022).

NEWS | 8 Agustus 2022

Waspada, Flu Singapura Menyerang Anak

Masyarakat diminta waspada terhadap penyakit flu Singapura yang dikenal dengan sebutan penyakit tangan, kaki, dan mulut dan lazim menyerang anak-anak

NEWS | 8 Agustus 2022

Asosiasi AS Ajak Indonesia Kembangkan Kratom Jadi Komoditas Ekspor

KSP mengapresiasi tawaran kerja sama asosiasi AS mengembangkan kratom sebagai tanaman herbal komoditas ekspor yang bermanfaat untuk kesehatan.

NEWS | 8 Agustus 2022

Kasus Brigadir J, Pengacara: Ungkap Alasan Bharada E

Bharada E mengaku bahwa dia menembak Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J atas perintah atasan kedinasannya.

NEWS | 8 Agustus 2022


TAG POPULER

# Brigadir RR


# Bharada E


# Jokowi


# Brigadir J


# MU


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Waspadai Fenomena Catfishing, Ini Cara Menghindarinya

Waspadai Fenomena Catfishing, Ini Cara Menghindarinya

LIFESTYLE | 22 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings