Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Pedagang Pasar di Cikarang Belum Terapkan PeduliLindungi Beli Minyak Goreng

Selasa, 5 Juli 2022 | 16:05 WIB
Oleh : Mikael Niman / JEM
Pasar tradisional Tegaldanas, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi belum menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi pembeli minyak goreng curah rakyat (MGCR) pada Selasa, 5 Juli 2022.

Bekasi, Beritasatu.com - Sejumlah pedagang bahan pokok di Pasar Tegaldanas, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, mengaku belum menggunakan aplikasi PeduliLindungi bagi pelanggan yang membeli minyak goreng curah. Alasannya, bikin repot pembeli maupun pedagang yang melayani.

"Tidak menggunakan aplikasi maupun KTP (kartu tanda penduduk), bikin repot," kata penjaga di Toko Sembako Meri, Ujang (26) saat ditemui di Pasar Tegaldanas pada Selasa (5‎/7/2022) siang.

Sejak pemerintah menerapkan pembelian minyak goreng curah‎ rakyat (MGCR) pada Senin, 27 Juni 2022 lalu, para pedagang di pasar tradisional tersebut belum menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi maupun menggunakan KTP sebagai persyaratan pembelian minyak goreng curah. Mengingat, penerapan aplikasi tersebut membuat sulit bagi pembeli dan pedagang.

Pemerintah masih melakukan sosialisasi pembelian minyak goreng curah dengan aplikasi PeduliLindungi sejak 27 Juni hingga tiga bulan ke depan.

Bersebelahan dengan Toko Sembako Meri, juga terdapat toko sembako yang menjual minyak goreng curah. Toko sembako ini juga belum menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi maupun penggunaan KTP saat membeli minyak goreng curah.

BeritaSatu.com mencoba masuk lebih dalam ke Pasar Tradisional Tegaldanas‎. Tidak ada satu pun toko yang menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi dan penggunaan KTP.

"Selama stok minyak goreng masih mencukupi, kita ‎jual tanpa persyaratan. Dulu, pernah stok langka tapi sekarang sudah normal lagi," sambung pedagang sembako lainnya, Wahyu (32).

Pasar Tegaldanas menyediakan minyak goreng curah seharga Rp 15.000 per kilogram (kg). Tampak, stok minyak goreng curah di pasar ini cukup melimpah. Minyak goreng curah telah dikemas dalam kantong plastik putih ukuran 1 kg yang disimpan dalam ember ukuran besar. Sedikitnya, ada sekitar 20 kg kemasan siap jual. Belum lagi, dalam kantong plastik putih ukuran 1/2 kg dan 1/4 kg, minyak goreng curah di pasar ini cukup melimpah.

‎"Stok minyak goreng sudah normal lagi," tutur Wahyu.

Sedangkan, minyak goreng kemasan ukuran 2 liter dibanderol Rp 44.000. Tak lagi, dijual seharga Rp 50.000 hingga Rp 52.000 per 2 liter. Tampaknya, stok di minyak goreng di pasar ini cukup melimpah. "Kami masih menyimpan stok minyak goreng di gudang," bebernya.

Minyak goreng curah maupun kemasan yang dipajang di toko kelontong ini‎ hanya sebagian. Pemilik toko masih menyimpan stok minyak goreng di gudang.

Terkait dengan penerapan aplikasi PeduliLindungi, kata dia, tidak ada pihak yang mengawasi atau memberikan sanksi apabila pedagang atau pembeli tidak menggunakan aplikasi ini. "Siapa yang mengawasi? Tidak ada makanya tidak digunakan aplikasinya," imbuhnya.

Saat ini, pemerintah pusat masih memberlakukan masa sosialisasi hingga tiga bulan ke depan. Setelah masa sosialisasi selesai, warga yang ingin membeli minyak goreng curah dengan harga eceran tertinggi (HET) mesti menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Minyak goreng curah masih dibutuhkan oleh pedagang gorengan, rumah makan atau warteg atau usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lainnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

TERKINI