Logo BeritaSatu

PKS Tegaskan Belum Terikat Koalisi dengan Nasdem

Rabu, 6 Juli 2022 | 20:11 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal PKS Habib Aboe Bakar Al-Habsy menegaskan hingga saat ini PKS belum terikat koalisi Pilpres 2024 dengan Nasdem. PKS, kata Aboe, masih terbuka koalisi dengan semua partai yang ada.

"Kita akan bicarakan secara bertahap perlahan, waktu kita masih panjang, semoga obrolan dalam taaruf kita makin kuat, tetapi belum ada yang terikat," kata Aboe di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/7/2022).

Advertisement

Aboe mengaku PKS dan Nasdem sedang membuat tim kecil untuk mempersiapkan koalisi Pilpres 2024. Namun, kata dia, tim kecil tersebut tidak mengikat PKS termasuk harus memutuskan capres dan cawapres yang akan diusung koalisi. Tim kecil tersebut hanya bagian dari penjajakan untuk koalisi.

"Iya dong harus kita buat tim-tim kecil itu penting supaya kita bisa berbicara lebih jauh apapun, tetapi belum ada yang mengikat," tandas dia.

Bahkan, kata dia, PKS masih membuka kemungkinan berkoalisi dengan partai-partai yang tergabung di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) atau Koalisi Semut Merah bersama PKB. Dia juga menegaskan, PKS tidak merasa ditinggalkan ketika PKB hendak berkoalisi dengan Partai Gerindra.

"Siapa ditinggalkan, enggak-lah PKS yang membuat (Koalisi Semut Merah) kok ditinggalkan. Santai saja, kita biasa ada yang bertepuk sebelah tangan, ada yang bersama tunggu saja keputusan nanti ya," ungkap dia.

Lebih lanjut, Aboe mengatakan PKS menghormati partai yang sudah mengumumkan nama bakal capres seperti yang dilakukan Nasdem. Namun, tutur dia, PKS tidak akan terburu-buru dalam menentukan bakal capres yang diusung.

Apalagi, menurut Aboe, capres dan cawapres dari PKS ditentukan dan diputuskan oleh majelis syura berdasarkan usulan dan rekomendasi dari pengurus wilayah Indonesia.

"PKS ini panjang memutuskan nama capres. PKS tidak semudah itu memutuskan nama sungguh pun orang sebut si A, si B, si C, dan si D tergantung Majelis Syuro, jadi majelis syura yang menentukan, problemnya jadi nggak mudah. Anda punya si A misalkan di majelis syura belum tentu bisa dapat situasi kedekatan, akan panjang dengan segala sisi yang akan kita lihat. Ojo kesusu, kata Jokowi," pungkas Aboe.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Berikut 6 Polisi dan Perannya yang Diduga Halangi Penyidikan Kasus Tewasnya Brigadir J

Polisi telah melakukan pemeriksaan terkait enam anggota Polri yang diduga melakukan obstruction of justice atau menghalangi penyidikan terkait tewasnya Brigadir J

NEWS | 20 Agustus 2022

Meksiko Tangkap Mantan Jaksa Kasus Hilangnya 43 Siswa

Meksiko menangkap seorang mantan jaksa yang memimpin penyelidikan kontroversial atas kasus hilangnya 43 siswa pada tahun 2014

NEWS | 20 Agustus 2022

Jadi Tersangka, DPR: Putri Candrawathi Pasti Akan Ditahan

DPR menyatakan, istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi akan segera ditahan pasca ditetapkan menjadi tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir J

NEWS | 20 Agustus 2022

KPK Perlu Tambahan 351 Pegawai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu penambahan pegawai di internal sebanyak 351 orang

NEWS | 20 Agustus 2022

151 Pasien Covid-19 Dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran

Pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, hingga hari ini Sabtu (20/8/2022) berjumlah 151

NEWS | 20 Agustus 2022

Kapolri Yakin dari 430.000 Polisi, Masih Banyak yang Baik

Kapolri meyakini dari seluruh personel kepolisian yang saat ini berjumlah  430.000 masih banyak anggota yang baik ketimbang yang buruk.

NEWS | 20 Agustus 2022

Mahfud MD: Birokrasi Korup Hambat Pelayanan Publik

Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan, birokrasi korupsi menghambat kerja-kerja pelayanan publik.

NEWS | 20 Agustus 2022

HA IPB dan Stakeholders Dukung Kementan Pertahankan Swasembada Beras

Prestasi swasembada beras mendapatkan apresiasi dari Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) dan stakeholders pertanian.

NEWS | 20 Agustus 2022

Ini 6 Nama Polisi yang Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Brigadir J

Polri hingga saat ini masih terus mendalami anggotanya yang terlibat obstruction of justice atau menghalangi penyidikan terkait kasus tewasnya Brigadir J.

NEWS | 20 Agustus 2022

Kanada Izinkan Vaksin Pfizer untuk Booster Anak 5-11 Tahun

Kanada mengatakan, telah mengizinkan penggunaan vaksin Pfizer dan BioNTech sebagai booster Covid-19 untuk anak-anak berusia lima hingga 11 tahun

NEWS | 20 Agustus 2022


TAG POPULER

# Rupiah


# Putri Candrawathi Tersangka


# Pembunuhan Brigadir J


# Jaringan Judi


# Polisi Tembak Polisi


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Berikut 6 Polisi dan Perannya yang Diduga Halangi Penyidikan Kasus Tewasnya Brigadir J

Berikut 6 Polisi dan Perannya yang Diduga Halangi Penyidikan Kasus Tewasnya Brigadir J

NEWS | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings