Logo BeritaSatu

Kasus Mamberamo Tengah, KPK Sita Dokumen Aliran Uang

Kamis, 7 Juli 2022 | 20:12 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / FFS

Jakarta, Beritasatu.com – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah lokasi di Bekasi, Jakarta Pusat, dan Sleman dalam upaya mengusut kasus dugaan suap terkait pelaksanaan proyek di Pemkab Mamberamo Tengah. Dari penggeledahan itu, tim penyidik mengamankan sejumlah dokumen transaksi aliran uang yang diduga terkait dengan kasus suap proyek di Pemkab Mamberamo Tengah tersebut.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri menuturkan, lokasi-lokasi yang digeledah merupakan kediaman serta apartemen para pihak terkait dengan kasus dugaan suap di Mamberamo Tengah.

Advertisement

“Ditemukan dan diamankan berbagai bukti untuk menguatkan unsur dugaan perbuatan pidana korupsi dimaksud di antaranya berupa dokumen transaksi aliran sejumlah uang yang diduga diterima oleh pihak yang terkait dengan perkara,” tutur Ali dalam keterangannya, Kamis (7/7/2022).

Ali menuturkan, bukti-bukti yang diamankan tersebut akan dianalisis serta disita oleh KPK. Selanjutnya, bukti-bukti tersebut akan dikonfirmasi kepada para pihak yang dipanggil sebagai saksi serta para tersangka.

“Pada saat penyidikan ini cukup, kami pastikan KPK akan umumkan siapa saja pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini,” tutur Ali.

Sebagai informasi, lembaga antikorupsi telah meningkatkan status kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengerjaan sejumlah proyek di Pemkab Mamberamo Tengah ke tahap penyidikan. Hanya saja, lembaga antisaruah itu belum mengungkapkan mengenai para tersangka yang ditetapkan, kronologis perkara, serta pasal yang disangkakan dalam kasus tersebut.

“Terkait dengan pengumuman pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, kronologis perkara dan dugaan pasal yang disangkakan akan disampaikan pada saat penyidikan cukup dan saat telah dilakukan upaya paksa penangkapan ataupun penahanan oleh tim penyidik,” ungkap Ali.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pengamat Yakin Kepemimpinan Firli Dkk di KPK Berujung Manis

Pengamat dan praktisi hukum Masriadi Pasaribu meyakini kepemimpinan Firli Bahuri dan pimpinan KPK jilid V lainnya dalam memberantas korupsi akan berujung manis.

NEWS | 8 Agustus 2022

KPU Anggarkan Santunan Rp 36 Juta bagi Petugas Pemilu yang Meninggal Dunia

KPU menganggarkan santunan sebesar Rp 36 juta bagi petugas pemilu yang meninggal dunia saat menjalankan tugasnya pada Pilkada dan Pemilu 2024.

NEWS | 8 Agustus 2022

Polisi Pastikan Selidiki Pohon Koka di Kebun Raya Bogor

Polresta Bogor menyelidiki keberadaan pohon koka di Kebun Raya Bogor (KRB) terkait pengakuan penyelundup biji kokain yang mendapat bibit dari KRB.

NEWS | 8 Agustus 2022

RRI Raih Penghargaan Most Engaging Media

LPP RRI meraih penghargaan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai Most Engaging Media

NEWS | 8 Agustus 2022

Santri Dukung Ganjar Santuni Anak Yatim dan Difabel di 15 Provinsi

Santri Dukung Ganjar, salah satu relawan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 menyantuni anak yatim dan difabel di 15 provinsi untuk memperingati Asyura 10 Muharam.

NEWS | 8 Agustus 2022

Mayat Pria Gegerkan Pengunjung Hotel Somerset Jaksel

Jasad pria membuat geger pengunjung Hotel Somerset Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (8/8/2022)

NEWS | 8 Agustus 2022

15 Anggota Jamaah Islamiyah Jatim Ikrar Setia kepada NKRI

Sebanyak 15 mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) di Jawa Timur (Jatim) mengucapkan ikrar setia kepada NKRI, Senin (8/8/2022).

NEWS | 8 Agustus 2022

Waspada, Flu Singapura Menyerang Anak

Masyarakat diminta waspada terhadap penyakit flu Singapura yang dikenal dengan sebutan penyakit tangan, kaki, dan mulut dan lazim menyerang anak-anak

NEWS | 8 Agustus 2022

Asosiasi AS Ajak Indonesia Kembangkan Kratom Jadi Komoditas Ekspor

KSP mengapresiasi tawaran kerja sama asosiasi AS mengembangkan kratom sebagai tanaman herbal komoditas ekspor yang bermanfaat untuk kesehatan.

NEWS | 8 Agustus 2022

Kasus Brigadir J, Pengacara: Ungkap Alasan Bharada E

Bharada E mengaku bahwa dia menembak Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J atas perintah atasan kedinasannya.

NEWS | 8 Agustus 2022


TAG POPULER

# Brigadir RR


# Bharada E


# Jokowi


# Brigadir J


# MU


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Waspadai Fenomena Catfishing, Ini Cara Menghindarinya

Waspadai Fenomena Catfishing, Ini Cara Menghindarinya

LIFESTYLE | 33 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings