Logo BeritaSatu

Pelancong Domestik yang Sudah Vaksin Booster Tak Perlu Tes PCR

Minggu, 10 Juli 2022 | 22:28 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Jakarta, Beritasatu.com- Para pelancong domestik yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga atau vaksin booster tidak wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen. Aturan tersebut mulai berlaku pada Minggu (17/7/2022).

Kebijakan itu diatur Kementerian Perhubungan yang menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi baik di dalam negeri maupun luar negeri di Masa Pandemi Covid-19.

SE Kemenhub ini merujuk pada SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 21 dan 22 Tahun 2022 tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri dan luar negeri pada masa pandemi Covid-19,” demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati, Minggu (10/7/2022)

Untuk perjalanan dalam negeri, Kemenhub menerbitkan sebanyak 4 (empat) SE yaitu: SE No. 68 (transportasi laut), SE No. 70 (transportasi udara), SE No. 72 (perkeretaapian), SE No. 73 (transportasi darat). Sementara untuk perjalanan luar negeri, Kemenhub menerbitkan sebanyak 3 (tiga) SE yaitu: SE No. 69 (transportasi laut), SE No. 71 (transportasi udara), dan SE No. 74 (transportasi darat).

Adapun secara umum yang diatur di dalam SE tersebut yakni, Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) dengan moda transportasi udara, laut, darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum, penyeberangan, dan kereta api antarkota dari dan ke daerah di seluruh Indonesia berlaku ketentuan sebagai berikut:

1) PPDN yang mendapatkan vaksinasi dosis ketiga (booster) tidak wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen;

2) PPDN yang mendapatkan vaksinasi dosis kedua wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam atau hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan dan dapat melakukan vaksinasi dosis ketiga (booster) on-site saat keberangkatan;

3) PPDN yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan;

4) PPDN dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksinasi dikecualikan terhadap ketentuan vaksinasi, namun wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan dan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19;

5) PPDN dengan usia 6-17 tahun wajib menunjukkan kartu/sertifikat vaksin dosis kedua tanpa menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen; atau

6) PPDN dengan usia di bawah 6 tahun dikecualikan dari ketentuan vaksinasi dan tidak wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen, namun wajib melakukan perjalanan dengan pendamping yang telah memenuhi ketentuan vaksinasi dan pemeriksaan Covid-19 serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Aturan ini dikecualikan untuk: khusus perjalanan rutin dengan moda transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum, dan kereta api dalam satu wilayah/kawasan aglomerasi perkotaan, dan untuk moda transportasi perintis termasuk di wilayah perbatasan, daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), dan pelayaran terbatas sesuai dengan kondisi daerah masing-masing.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Teraktif, Gunung Semeru Telah Alami 56 Kali Erupsi Eksplosif

PVMBG Badan Geologi melaporkan bahwa Gunung Semeru telah mengalami 56 kali erupsi eksplosif sejak 1818 dan menjadi gunung api teraktif di Pulau Jawa.

NEWS | 7 Desember 2022

Polda Sumatera Utara Perketat Pengamanan Usai Teror Bom Bandung

Polda Sumatera Utara (Sumut) dan jajarak polres dan polsek memperketat pengamanan usai aksi teror bom Bandung.

NEWS | 7 Desember 2022

Bom Bunuh Diri, Polisi Selidiki Motif “KUHP: Hukum Syirik/Kafir”

Bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar, polri masih menyelidiki motif berkaitan dengan tulisan  “KUHP: Hukum Syirik/Kafir”.

NEWS | 7 Desember 2022

Polisi Dalami Tulisan soal KUHP Produk Kafir di Motor Pelaku Bom Bandung

Polisi mendalami tulisan atau pesan soal KUHP di motor pelaku bom Bandung. Pesan itu tertempel pada bagian depan motor.

NEWS | 7 Desember 2022

Motor Berpelat Solo Diduga Dipakai Pelaku Bom Bunuh Diri

Motor yang diduga digunakan pelaku bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar Bandung, berpelat “AD” atau dari wilayah Solo.

NEWS | 7 Desember 2022

Kapolri Tinjau Lokasi Pasca Bom Bunuh Diri di Bandung

Kapolri tiba di Kantor Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, untuk meninjau situasi pasca-ledakan bom bunuh diri, Rabu (7/12/2022) siang.

NEWS | 7 Desember 2022

Lord Rangga Pernah Jadi Manajer Klub Bola di Brebes

Lord Rangga menghebohkan publik pada 2020 melalui kehadiran Sunda Empire di Bandung, Jawa Barat. Ia kerap membuat pernyataan nyeleneh.

NEWS | 7 Desember 2022

Pelaku Bom Bunuh Diri Bandung, Kapolda: Bawa Dua Bom

Kapolda Jabar mengatakan pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung diduga membawa dua unit bom ke lokasi.

NEWS | 7 Desember 2022

Update Bom Bunuh Diri Bandung: 10 Korban Anggota Polisi dan 1 Sipil

Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Polisi Suntana menyebutkan ada 11 orang yang menjadi korban dalam peristiwa ledakan bom bunuh diri.

NEWS | 7 Desember 2022

Waspada, PVMBG: Gunung Semeru Masih Berstatus Awas

PVMBG Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melaporkan aktivitas Gunung Semeru masih ada pada level tertinggi yakni level IV atau Awas.

NEWS | 7 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# Ferdy Sambo


# Gempa Cianjur


# Pernikahan Kaesang


# KKB Tembak Mati


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Teraktif, Gunung Semeru Telah Alami 56 Kali Erupsi Eksplosif

Teraktif, Gunung Semeru Telah Alami 56 Kali Erupsi Eksplosif

NEWS | kurang dari 1 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE