Logo BeritaSatu

Emisi Gas AS dan Tiongkok Rugikan Ekonomi Global Rp 26.958 Triliun

Kamis, 14 Juli 2022 | 07:39 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Hanover, Beritasatu.com- Emisi gas rumah kaca Amerika Serikat (AS) telah menyebabkan kerugian ekonomi global lebih dari US$1,8 triliun (Rp 26.958 triliun). Seperti dilaporkan CNBC, Selasa (12/7/2022), studi baru di Dartmouth College menyatakan AS dan Tiongkok, dua penghasil gas rumah kaca terbesar di dunia, masing-masing telah menyebabkan kerugian ekonomi global dari tahun 1990 hingga 2014.

“Penelitian ini memberikan jawaban atas pertanyaan apakah ada dasar ilmiah untuk klaim kewajiban iklim – jawabannya adalah ya. Kami telah menghitung kesalahan masing-masing negara atas perubahan pendapatan historis yang didorong oleh suhu di setiap negara lain,” kata Christopher Callahan, kandidat doktor di Dartmouth dan penulis studi.

Laporan tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal Climatic Change pada Selasa (12/7), menemukan bahwa beberapa negara penghasil emisi terbesar bertanggung jawab menyebabkan kerugian ekonomi besar bagi negara-negara miskin yang lebih rentan terhadap pemanasan global.

Para peneliti mengatakan bahwa perubahan iklim telah membebani negara-negara dengan kerugian ekonomi global dengan merusak hasil pertanian, mengurangi produktivitas tenaga kerja dan membatasi hasil industri.

Menurut laporan tersebut, hanya lima dari penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia yang menyebabkan kerugian ekonomi global sebesar US$ 6 triliun (Rp 89.862 triliun) melalui pemanasan global dari tahun 1990 hingga 2014. Rusia, India, dan Brasil masing-masing menyebabkan kerugian ekonomi masing-masing melebihi US$ 500 miliar (Rp 7.488 triliun) selama periode yang sama.

Tuntutan hukum terkait iklim secara historis menargetkan tindakan perusahaan minyak dan gas daripada tanggung jawab masing-masing negara. Namun, lebih banyak negara dalam beberapa tahun terakhir telah meminta negara-negara kaya untuk membayar “kerugian dan kerusakan” dari emisi yang mengubah iklim.

AS telah menolak kemungkinan bahwa negara-negara dengan tingkat emisi yang tinggi harus memberikan kompensasi kepada negara-negara yang lebih rentan atas kerusakan tersebut. Laporan tersebut menghitung kerusakan yang dilakukan oleh emisi satu negara terhadap ekonomi negara individu lain di antara sampel 143 negara yang datanya tersedia.

Negara-negara yang mengalami kerugian ekonomi dari emisi AS memiliki suhu yang lebih hangat dan lebih miskin dari rata-rata global, menurut penelitian tersebut. Mereka umumnya berada di belahan dunia Selatan atau daerah tropis.

Misalnya, AS dari tahun 1990 hingga 2014 merugikan Meksiko dengan total kerugian ekonomi sebesar US$ 79,5 miliar (Rp 1.190 triliun) sehubungan dengan emisi yang dihasilkan dari wilayah AS, menurut penelitian tersebut. AS juga merugikan Filipina dengan kerugian ekonomi sebesar US$ 34 miliar (Rp 509 triliun).



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Naik 5,6 Persen, UMP DKI Jakarta Jadi Rp 4,9 Juta

UMP DKI Jakarta tahun 2023 naik sebesar 5,6 persen. Kenaikan itu menjadi Rp 4.900.798 dari yang sebelumnya sebesar Rp 4.641.854.

NEWS | 28 November 2022

Anak Tega Bunuh Ayah Kandung di Indramayu

Seorang anak tega bunuh ayah kandungnya sendiri di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.

NEWS | 28 November 2022

Ini Pertimbangan Organisasi Profesi Tolak RUU Kesehatan Omnibus Law

Sejumlah organisasi profesi mempunyai beragam alasan untuk menolak penyusunan RUU Kesehatan Omnibus Law oleh Badan Legislasi DPR.

NEWS | 28 November 2022

Prabowo Subianto Pastikan Jokowi Pilih Calon Panglima TNI secara Profesional

Prabowo Subianto memastikan calon Penglima TNI pengganti Jenderal TNI Andika Perkasa telah dipilih oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara profesional.

NEWS | 28 November 2022

Diresmikan Jokowi Besok, BIN Persiapkan AMN Secara Optimal

Peresmian Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) akan dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada besok Selasa, 29 November 2022.

NEWS | 28 November 2022

Fraksi PDIP: Draf RUU Kesehatan yang Beredar Bukan dari DPR

Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPR menerima para perwakilan organisasi kesehatan yang berdemontrasi di depan gedung DPR untuk menolak RUU Kesehatan.

NEWS | 28 November 2022

Agus Nurpatria Minta Peti Jenazah Terbaik Buat Brigadir J

Arif Rachman Arifin mengungkap soal permintaan Agus Nurpatria kepadanya. Agus meminta kepasa Arif agar dicarikan peti jenazah terbaik untuk Brigadir J.

NEWS | 28 November 2022

Saksi Ini Ungkap Momen Ferdy Sambo Menangis Lihat Foto Keluarga

Saksi Arif Rachman Arifin mengungkap momen saat Ferdy Sambo menangis ketika melihat foto keluarganya.

NEWS | 28 November 2022

Nelayan Dilibatkan dalam Pencarian 3 Kru Helikopter Polri yang Jatuh

Nelayan dilibatkan dalam pencarian 3 kru helikopter Polri yang jatuh di perairan Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung, Minggu (28/11/2022).

NEWS | 28 November 2022

Kasal Sematkan Brevet Hiu Kencana kepada Ketua DPR

Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono menyematkan Brevet Hiu Kencana kepada Ketua DPR Puan Maharani di KRI Alugoro-405 saat berlayar ke Teluk Jakarta.

NEWS | 28 November 2022


TAG POPULER

# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


# Vaksinasi Booster


# Pushbike


# Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Naik 5,6 Persen, UMP DKI Jakarta Jadi Rp 4,9 Juta

Naik 5,6 Persen, UMP DKI Jakarta Jadi Rp 4,9 Juta

NEWS | 17 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE