Logo BeritaSatu

Tiga Hari Gelombang Panas, 84 Warga Spanyol Meninggal

Minggu, 17 Juli 2022 | 09:37 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Madrid, Beritasatu.com- Sejumlah 84 warga Spanyol meninggal dunia setelah gelombang panas melanda selama tiga hari. Seperti dilaporkan Xinhua, Sabbtu (16/7/2022), data jumlah korban meninggal disampaikan Institut Kesehatan Carlos III, yang melapor kepada Kementerian Kesehatan Spanyol.

Semua kasus kematian, yang dilaporkan pada 10-12 Juli, dapat dikaitkan dengan panas terik yang melebihi 40 derajat Celsius di sebagian besar negara itu. Suhu bahkan naik di atas 45 derajat Celsius di selatan dan barat daya negara itu.

Gelombang panas diperkirakan akan berlanjut hingga minggu depan, dan jumlah korban tewas dikhawatirkan akan meningkat.

"Ini adalah gelombang panas besar kedua tahun ini di Spanyol. Yang pertama berlangsung dari 11 Juni hingga 20 Juni dan merenggut nyawa 829 orang di seluruh negeri," kata Kementerian Kesehatan. Saat itu, suhu panas mencapai puncaknya pada 44,5 derajat Celsius.

Pihak berwenang merekomendasikan agar orang minum banyak air, menahan diri dari olahraga berlebihan dan tinggal di dalam rumah sebanyak mungkin.

Di negara tetangga Spanyol, petugas pemadam kebakaran berjuang melawan serangkaian kobaran api pada hari Sabtu setelah berhari-hari suhu panas luar biasa tinggi yang mencapai hingga 45,7 derajat Celsius.

Gelombang panas selama hampir seminggu telah menyebabkan 360 kematian terkait panas, menurut angka dari Carlos III Health Institute.

Lebih dari 3.000 orang kini telah dievakuasi dari rumah akibat kebakaran besar di dekat Mijas, satu kota di provinsi Malaga yang populer di kalangan wisatawan Eropa utara, kata layanan darurat kawasan itu dalam sebuah tweet pada Sabtu pagi.
Banyak yang dibawa ke tempat penampungan di pusat olahraga provinsi.

"Polisi melaju di jalan dengan sirene mereka dan semua orang disuruh pergi. Pergi saja. Tidak ada instruksi ke mana harus pergi," kata pensiunan Inggris John Pretty, 83 tahun.

"Ini menakutkan... karena Anda tidak tahu apa yang terjadi," kata penduduk Belgia Jean-Marie Vandelanotte, 68 tahun.

Di tempat lain di Spanyol, gumpalan asap hitam tebal membubung ke udara dekat Casas de Miravete di wilayah Extremadura ketika helikopter membuang air ke api yang telah menghanguskan 3.000 hektar, memaksa evakuasi dua desa dan mengancam akan mencapai taman nasional Monfrague. Kebakaran juga terjadi di wilayah tengah Castille dan Leon dan di Galicia di utara.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Korban Tewas Akibat Bom Bunuh Diri di Ruang Kelas di Kabul Jadi 35 Orang

PBB pada Sabtu (1/10/2022) melaporkan, jumlah korban tewas akibat bom bunuh diri di sebuah ruang kelas di Kabul, Afghanistan telah meningkat menjadi 35 orang.

NEWS | 2 Oktober 2022

Pemkab Malang Tanggung Semua Biaya Korban Kerusuhan Kanjuruhan

Pemkab Malang, Jatimmenanggung semua biaya perawatan korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jatim, Sabtu malam.

NEWS | 2 Oktober 2022

Cerita di Balik Guntur Hamzah Jadi Hakim MK Gantikan Aswanto

Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi (MK) Guntur Hamzah awalnya mengaku tidak tahu akan menjadi hakim konstitusi usulan DPR untuk menggantikan Aswanto.

NEWS | 2 Oktober 2022

Korban Tragedi Kanjuruhan Jadi 127 Tewas, 2 di Antaranya Polisi

Sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, (tragedi Kanjuruhan).

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, PSSI Hentikan Liga 1 Selama Sepekan

Buntut tragedi Kanjuruhan, PSSI memutuskan untuk menghentikan BRI Liga 1 2022/2023 selama satu pekan dan melarang Arema FC menjadi tuan rumah.

NEWS | 2 Oktober 2022

Korban Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan Dikabarkan Bertambah Jadi 62 Orang

Korban tewas dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya dikabarkan bertambah menjadi 62 orang. 

NEWS | 2 Oktober 2022

Arema FC Akan Dilarang Jadi Tuan Rumah di Sisa Musim Liga 1

Komisi Disiplin PSSI menegaskan bahwa Arema FC bisa terkena sanksi tidak dapat menjadi tuan rumah di sisa laga BRI Liga 1 2022/2023.

NEWS | 2 Oktober 2022

Video: Gas Air Mata Bikin Massa di Kanjuruhan Panik

Insiden tragis pasca pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya, Sabtu (1/10/2022) diduga disebabkan karena penggunaan gas air mata di Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Ini Video Ribuan Suporter Merangsek Masuk Lapangan

Beredar video yang menunjukkan suporter merangsek masuk lapangan usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan: Aturan FIFA, Gas Air Mata Terlarang

Insiden tragis pasca pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) diduga disebabkan karena penggunaan gas air mata.

NEWS | 2 Oktober 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tragis! Semangat Panitia Berujung pada Tragedi Kanjuruhan

Tragis! Semangat Panitia Berujung pada Tragedi Kanjuruhan

NEWS | 13 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings