Logo BeritaSatu

Pengadilan Rusia Denda Google hingga Rp 5,4 Triliun

Selasa, 19 Juli 2022 | 10:37 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Moskwa, Beritasatu.com- Pengadilan Rusia menjatuhkan denda kepada Google senilai US$ 366 juta atau Rp 5,4 triliun. Seperti dilaporkan RT, Senin (18/7/2022), raksasa TI yang berbasis di AS gagal menghapus informasi yang dilarang di Rusia untuk kedua kalinya.

Pengadilan Distrik Tagansky Moskwa telah menjatuhkan denda berbasis turnover pada perusahaan teknologi informasi karena penolakannya berulang kali untuk menghapus informasi yang dilarang oleh hukum Rusia. Roskomnadzor, pengawas internet dan media nasional, sebelumnya meminta perusahaan untuk menghapus semua "informasi menyesatkan" mengenai serangan militer Rusia di Ukraina, dari YouTube.

Sebelum putusan pengadilan, Roskomnadzor telah mengirim pemberitahuan kepada Google 17 yang mengharuskannya mematuhi hukum Rusia, tetapi raksasa teknologi itu gagal mematuhinya. Total denda sama dengan sepersepuluh dari omset tahunan perusahaan dan struktur afiliasinya di Rusia.

Rusia telah lama mengkritik cara platform asing mendistribusikan konten daring yang melanggar hukum nasional. Desember lalu, perusahaan Silicon Valley itu didenda 7,2 miliar rubel (sekitar US$ 98,1 juta atau Rp 1,4 triliun) karena gagal menghapus konten yang dilarang, yang merupakan pertama kalinya perusahaan Teknologi Informasi didenda di Rusia dengan penalti terkait dengan pendapatannya.

Pada akhir Juni, Roskomnadzor menyelesaikan laporan tentang apa yang dikatakannya sebagai kegagalan berulang Google untuk menghapus konten terlarang. Roskomnadzor mengatakan bahwa perusahaan tersebut belum menghapus setidaknya 7.000 "materi ilegal" dari Youtube.

Pada saat itu, pengawas menuduh raksasa Teknologi Informasi mempromosikan informasi palsu tentang konflik Ukraina, dan menjadi tuan rumah materi yang mendukung ekstremisme dan mendorong anak-anak untuk berpartisipasi dalam protes massal yang tidak sah.

Seperti dilaporkan RT, Selasa (26/4/2022), pengadilan Arbitrase Rusia telah membekukan aset anak perusahaan Google di Rusia hingga 500 juta rubel (US$ 6,6 juta atau Rp 95,4 miliar). Raksasa teknologi AS menghadapi gugatan setelah YouTube memblokir akun saluran hiburan Rusia.

“Hakim memutuskan mendukung 'Entertainment Television' Rusia, yang menggugat raksasa teknologi itu setelah YouTube memblokir salah satu salurannya,” menurut kantor berita Interfax.

Penggugat menuntut agar Google memulihkan akses penuh ke akun saluran TNT atau membayar denda.

Selain anak perusahaan Google Rusia, American Google LLC serta Google Ireland Limited dan Google Commerce Limited semuanya disebut sebagai terdakwa dalam dokumen pengadilan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ini Pernyataan Lengkap Jokowi soal Tragedi Kanjuruhan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan pernyataan resmi merespons tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur (Jatim).

NEWS | 2 Oktober 2022

Tokoh Pemuda Papua: Lukas Enembe Harus Dijemput Paksa jika Mangkir Lagi

Ketua Generasi Garuda Sakti Indonesia Provinsi Papua, Apbsalom Yarisetouw menegaskan Gubernur Papua Lukas Enembe harus dijemput paksa jika mangkir lagi.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Giring Ganesha: Semoga Menjadi yang Terakhir

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya ratusan orang dalam tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Skema Pengamanan di Stadion Dipertanyakan

Tragedi Kanjuruhan, terjadi usai pertandingan Arema FC vs Persebaya. Peristiwa yang menyebabkan ratusan orang meninggal dunia tersebut menyisakan pilu.

NEWS | 2 Oktober 2022

Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 2 Oktober 2022

Infografik penerima vaksin Covid-19 sampai 2 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 2 Oktober 2022

Pelatih Timnas Shin Tae-yong Merespons Tragedi Kanjuruhan

Pelatih tim nasional sepak bola Indonesia, Shin Tae-yong menyatakan turut berduka atas tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

NEWS | 2 Oktober 2022

200 Aktivis Lingkungan Dibunuh di Seluruh Dunia, Tahun 2021

Sekitar 200 aktivis lingkungan dibunuh di seluruh dunia pada tahun 2021, termasuk sekitar 54 orang di Meksiko.

NEWS | 2 Oktober 2022

Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia sampai 2 Oktober 2022

Infografik kasus aktif Covid-19 sampai 2 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 2 Oktober 2022

Ridwan Kamil: Siapa pun Presidennya Harus Didukung

Ridwan Kamil mengungkapkan, siapa pun presiden yang terpilih pada 2024, masyarakat harus mendukung dan menerima hal itu.

NEWS | 2 Oktober 2022

Prevalensi Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi pada 2 Oktober

Infografik prevalensi tertinggi Covid-19 di 10 provinsi pada 2 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 2 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Mahfud MD: Jaksa Perkara Ferdy Sambo Dikarantina agar Tidak Diteror

Mahfud MD: Jaksa Perkara Ferdy Sambo Dikarantina agar Tidak Diteror

NEWS | 8 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings