Logo BeritaSatu

Embargo Gas Rusia, IMF Peringatkan Risiko Resesi di Eropa

Kamis, 21 Juli 2022 | 10:31 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Washington, Beritasatu.com- Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan risiko resesi di Eropa akibat penutupan gas Rusia. Seperti dilaporkan RT, Rabu (20/7/2022), IMF menyebut embargo gas alam Rusia akan menyebabkan resesi mendalam di Hungaria, Slovakia, Republik Ceko, dan Italia.

“Penutupan total pasokan gas Rusia ke UE dapat mengurangi PDB negara-negara anggota yang paling rentan hingga 6% dan mengirim mereka ke dalam resesi,” kata IMF dalam satu posting blog pada Selasa.

Advertisement

Peringatan itu muncul di tengah kekhawatiran bahwa pengiriman gas Rusia ke Eropa melalui pipa Nord Stream 1 mungkin tidak dilanjutkan setelah pemeliharaan rutin tahunan berakhir pada Kamis.

Awal pekan ini, Wall Street Journal, mengutip Komisaris Anggaran Eropa Johannes Hahn, melaporkan bahwa Komisi Eropa tidak mengharapkan pipa untuk memulai kembali.

Pada Selasa, juru bicara komisi mengatakan pihaknya merencanakan semua skenario mengenai aliran gas Rusia ke Eropa melalui pipa Nord Stream 1. Menurut sumber Reuters, aliran gas akan dimulai kembali sesuai jadwal “tetapi lebih rendah dari kapasitas penuhnya.”

IMF mencatat bahwa Eropa tidak memiliki rencana yang komprehensif untuk mengatasi kekurangan gas, yang dapat menyebabkan kenaikan harga energi dan pertumbuhan yang lebih lambat. IMF yang berbasis di Washington mengatakan bahwa Hungaria, Slovakia, dan Republik Ceko adalah tiga negara anggota UE yang kemungkinan paling menderita jika terjadi penghentian total.

Pada Selasa (19/7), Reuters melaporkan, Hungaria akan paling menderita secara ekonomi dari embargo gas Rusia, dengan pengurangan lebih dari 6 persen dalam produk domestik bruto (PDB), sementara Slovakia, Republik Ceko dan Italia dapat melihat PDB menyusut sebesar 5 persen jika pasokan gas alternatif, termasuk dari gas alam cair (LNG), terhambat mengalir bebas ke tempat yang dibutuhkan.

Di bawah skenario yang lebih optimis dari pasar yang terintegrasi penuh, kerusakan ekonomi berkurang, dengan Hongaria melihat pengurangan PDB lebih dari 3 persen, Slovakia dan Italia menderita pengurangan PDB lebih dari 2 persen dan PDB Republik Ceko menyusut kurang dari 2 persen.

PDB Jerman akan menyusut dengan kisaran 2 persen yang tinggi di bawah skenario yang lebih mengerikan dan hanya di atas 1 persen di bawah skenario yang lebih optimis, karena akses ke sumber energi alternatif dan kemampuan untuk menurunkan konsumsi.

Tetapi aktivitas ekonomi Jerman dapat dikurangi sebesar 2,7 persen pada tahun 2023, dengan harga gas grosir yang lebih tinggi mendorong inflasi Jerman naik 2 poin persentase lagi pada tahun 2022 dan 2023.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Sudinkes Jakpus Catat Peningkatan Kasus Campak pada Anak

Sempat menurun pada akhir tahun 2022 lalu, kasus penyakit campak di wilayah Jakarta Pusat kembali mengalami peningkatan pada awal tahun 2023.

NEWS | 27 Januari 2023

Kasus Perintangan Penyidikan, Ini yang Memberatkan Arif Rachman Arifin

Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut agar majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan hukuman 1 tahun  penjara pada Arif Rachman Arifin

NEWS | 27 Januari 2023

Pasukan Israel Serang Tepi Barat, 10 Warga Palestina Tewas

Pasukan Israel menyerang wilayah Tepi Barat yang menewaskan 10 warga Palestina pada Kamis (26/1/2023).

NEWS | 27 Januari 2023

Vape Masuk Perda KTR Surabaya, Sanksi Denda Diterapkan

Ery Cahyadi menyatakan, Pemkot Surabaya akan memberikan sanksi tegas bagi para perokok, baik penguna rokok konvensional maupun rokok elektrik atau vape.

NEWS | 27 Januari 2023

Keluarga Mahasiswa UI yang Ditabrak Pertanyakan SP3

Keluarga mahasiswa UI yang tewas ditabrak, Muhammad Hasya Athallah Saputra, mempertanyakan terbitnya SP3 kasus tersebut.

NEWS | 27 Januari 2023

Wali Kota Depok Sebut Larangan Vape Sudah Diatur dalam Perda KTR

Pemkot Depok mengeklaim larangan vape atau rokok elektrik sudah diterapkan sejak ditetapkannya Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok Nomor 02 Tahun 2020.

NEWS | 27 Januari 2023

Kasus Perintangan Penyidikan, Arif Rachman Arifin Dituntut 1 Tahun Penjara

JPU menuntut Arif Rachman Arifin dihukum penjara 1 tahun karena terlibat dalam perintangan penyidikan kasus pembunuhan Brigadir J.

NEWS | 27 Januari 2023

Kualitas Udara Kota Bangkok Tak Sehat, Warga Disarankan Tetap di Rumah

Kualitas udara di Kota Bangkok telah mencapai tingkat tidak sehat dengan penduduk di ibu kota Thailand disarankan untuk menghindari atau mengurangi aktivitas di luar.

NEWS | 27 Januari 2023

Mahasiswa Hasya Tewas Ditabrak Pensiunan Polisi Malah Tersangka, Iluni UI Turun Gunung

Mahasiswa UI Hasya Athalah tewas diduga ditabrak oleh pensiunan polisi di Jagakarsa, Jakarta Selatan ditetapkan tersangka.

NEWS | 27 Januari 2023

Sebulan Terendam Banjir, 3.700 Hektare Sawah di Kudus Puso

Hampir sebulan lamanya, ribuan hektare lahan sawah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah terendam banjir.

NEWS | 27 Januari 2023


TAG POPULER

# Pleidoi Ferdy Sambo


# Serial Killer


# RUU Kesehatan


# Insiden Lion Air


# Biaya Haji 2023


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Sudinkes Jakpus Catat Peningkatan Kasus Campak pada Anak

Sudinkes Jakpus Catat Peningkatan Kasus Campak pada Anak

NEWS | 13 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE