Logo BeritaSatu

Mardani Maming Hadirkan 3 Ahli di Sidang Praperadilan

Kamis, 21 Juli 2022 | 23:57 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakakrta, Beritasatu.com - Kuasa hukum Mardani Maming menghadirkan tiga orang ahli dalam sidang lanjutan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis (21/7/2022). Agenda sidang, yakni pembuktian dan ahli dari pihak Mardani.

Tiga ahli yang dihadirkan, yaitu ahli hukum tata negara (HTN) dan ilmu perundang-undangan Aan Eko Widiarto, ahli hukum pidana dan perdata Flora Dianti, dan ahli penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) kepailitan Teddy Anggoro. Para ahli tersebut menguatkan argumen pihak Mardani Maming bahwa KPK tidak berwenang menangani perkara tersebut.

Kuasa hukum Mardani Maming, Denny Indrayana menyebutkan kasus tersebut adalah murni perkara bisnis antarperusahaan. Para ahli yang dihadirkan, memperkuat gugatan praperadilan Mardani Maming terkait proses penetapan tersangka yang disebut melanggar melanggar hak asasi manusia (HAM).

“Ada ahli HTN dan ilmu perundang-undangan, acara pidana dan perdata, serta PKPU kepailitan. Ini untuk menjelaskan KPK tidak berwenang menangani perkara ini. Ada proses penyidikan yang melanggar HAM dan due process of law, dan yang terjadi adalah kriminalisasi transaksi bisnis,” kata Denny.

Keputusan Bersama antara KPK, Polri, dan Kejaksaan tahun 2012 yang diungkapkan ahli. KPK tidak dapat lagi memproses perkara yang sama, apabila institusi lain sudah memproses perkara itu.

“Ahli Aan menegaskan pemaknaan Pasal 50, KPK tidak berwenang menangani perkara Mardani Maming, karena sudah ada penanganan perkara yang sama di Kejaksaan Agung,” kata Denny.

Ahli menyebutkan apabila KPK menetapkan tersangka di awal proses penyidikan, maka proses itu salah dan status tersangka tidak sah. Berdasarkan ketentuan, penetapan tersangka dilakukan di akhir proses penyidikan setelah menjalani proses penyelidikan dan penyidikan.

“Pernyataan ahli Flora, proses dimulainya penyidikan tidak boleh menetapkan tersangka, itu ada cacat dan bisa membuat penetapan tersangka tidak sah,” ujar Denny.

Sementara itu, Teddy memaparkan proses hutang-piutang antarperusahaan dengan adanya perjanjian yang dibuat, maka itu masuk ke dalam ranah perdata.

“Teddy Anggoro mengungkapkan ini adalah murni transaksi bisnis. Hutang-piutang yang dimiliki perusahaan diakui piutang yang sah dan pembuktian hukumnya sempurna masuk dalam ranah perdata,” kata Denny.

Sidang akan dilanjutkan pada Jumat (22/7/2022) dengan agenda pembuktian dan menghadirkan saksi atau ahli dari pihak KPK.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Perguruan Tinggi Dunia Apresiasi Kemendikbudristek Selenggarakan Program IISMA

IISMA adalah salah satu program paling kompetitif dari Kemendikbudristek yang diminati. Tahun ini jumlah pendaftar mencapai 7.500 mahasiswa dari 31 provinsi.

NEWS | 9 Desember 2022

Top News, Wakil Wali Kota Pagar Alam Meninggal dan Kebakaran Gedung Kemenkumham

Berita meninggalnya Wakil Wali Kota Pagaralam, Sumatera Selatan Muhammad Fadli dan kebakaran gedung Kemenkumham paling banyak dibaca.

NEWS | 9 Desember 2022

Soal Motif Bom Bunuh Diri Bandung, Pengamat Singgung ISIS dan KUHP

Pengamat terorisme, Stanislaus Riyanta menyinggung soal ISIS dan KUHP terkait motif Agus Sujatno melakukan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung.

NEWS | 9 Desember 2022

Patahan Cugenang, Pemicu Gempa Cianjur Belum Pernah Teridentifikasi

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, selama ini patahan Cugenang, pemicu gempa Cianjur, Jawa Barat, belum teridentifikasi.

NEWS | 9 Desember 2022

Aksi Bom Bunuh Diri Bukan Bagian dari Amalan Jihad

Aksi bom bunuh diri seperti bom Bandung itu, menurut Sekum DDI KH Suaib Tahir, bukan bagian amalan jihad.

NEWS | 9 Desember 2022

Hendra Kurniawan Bantah Menemui Ferdy Sambo pada 13 Juli

Hendra Kurniawan membantah keterangan mantan staf pribadi Ferdy Sambo yang menyebutnya menemui Ferdy Sambo di ruang Kadiv Propam Polri pada 13 Juli 2022.

NEWS | 8 Desember 2022

Eks Napiter Tegaskan Ekonomi Bukan Motif Bom Bunuh Diri

Pujianto alias Raider Bakiyah, mantan narapidana terorisme (napiter) mengatakan ekonomi bukan motif teroris melakukan bom bunuh diri.

NEWS | 8 Desember 2022

Masyarakat Harus Dibekali Kemampuan Deteksi Dini Ancaman Terorisme

Masyarakat harus bersatu memerangi terorisme. Pemerintah harus mulai membekali masyarakat dengan kemampuan mendeteksi dan pencegahan dini.

NEWS | 8 Desember 2022

Pernikahan Kaesang, Erick Thohir: Jokowi Ingin Festival Budaya

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan Presiden Joko Widodo ingin konsep Festival Budaya sehingga dekat dengan rakyat saat menggelar pernikahan Kaesang Pangarep

NEWS | 8 Desember 2022

Ganjar Sebut 97 Perusahaan Relokasi Pabrik ke Jateng

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut, puluhan perusahaan melakukan relokasi pabrik ke berbagai daerah di Jateng.

NEWS | 8 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# UU KUHP


# Ferdy Sambo


# Piala Dunia 2022


# Gempa Sukabumi


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Fajar/Rian Harus Kerja Keras, Ini Jadwal BWF World Tour Finals 2022

Fajar/Rian Harus Kerja Keras, Ini Jadwal BWF World Tour Finals 2022

SPORT | 6 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE