Brigadir J Diduga Ditembak dari Jarak Berbeda-beda

Penulis: Muhammad Aulia Rahman | Editor: WBP
Selasa, 26 Juli 2022 | 15:00 WIB
Suasana Polisi menggelar prarekonstruksi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Sabtu, 23 Juli 2022.
Suasana Polisi menggelar prarekonstruksi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Sabtu, 23 Juli 2022. (BeritaSatu Photo/Ruht Semiono)

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menduga Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J ditembak dari jarak yang berbeda-beda. Hal itu berdasarkan pendalaman Komnas HAM terhadap luka pada Brigadir J.

"Kalau dari karakter luka, jaraknya memang tidak terlalu jauh. Namun ada beberapa karakter jarak yang berbeda-beda. Itu dari hasil pendalaman kami," ujar Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam di Jakarta, Selasa (26/7/2022).

Disebutkan, pada tubuh Brigadir J terdapat luka peluru masuk dan keluar. Hanya saja, dia tidak menjelaskan lebih lanjut terkait hal tersebut.

"Ada pertanyaan, kenapa kok jumlah lukanya masuk dan keluar berbeda? Jumlah luka masuk dan keluar berbeda karena memang ada yang masuk dan keluar pelurunya masih bersarang di tubuh, sehingga jumlahnya berbeda," ungkap Anam.

Diketahui, Komnas HAM telah memeriksa tim Dokkes Polri. Anam membenarkan pihak Dokkes Polri telah menyampaikan keterangan secara lengkap soal autopsi Brigadir J.

"Mulai sejarah kapan jenazah masuk ke rumah sakit, kapan diautopsi, dan lain sebagainya," ungkap Anam saat konferensi pers di Jakarta, Senin (25/7/2022).

Komnas HAM juga mengecek kondisi jenazah Brigadir J sebelum dan sesudah diautopsi. Tidak hanya itu, Komnas HAM juga mengecek karakter dan jenis luka pada jenazah Brigadir J.

"Berikutnya kami juga mengecek posisi luka itu memiliki sudut dengan karakter sudut tembak seperti apa, itu juga kami dikasih keterangan yang sangat komprehensif, ditunjukin buktinya, ditunjukkan logikanya, ditunjukkan karakter kenapa ini begitu, kenapa ini enggak seperti yang lain," tutur Anam.

Saat agenda pemeriksaan, Komnas HAM juga mencecar soal luka di wajah, hidung, mata, hingga dugaan luka jeratan. Komnas HAM sudah meminta pembuktian terkait sejumlah hal itu dan dijelaskan oleh pihak Dokkes dari Polri.

"Jadi kami mulai cek dari posisi jenazah ketika datang belum dimandikan sampai selesai autopsi itu. Semua kami cek, enggak ada yang kelewat. Bolak-balik kami cek, tanya ini bagaimana posisinya ini dan sebagainya," ungkap Anam.



Bagikan

BERITA TERKAIT

Kapolri Benarkan Pilot Susi Air Kapten Philips Disandera KKB Papua

Kapolri Benarkan Pilot Susi Air Kapten Philips Disandera KKB Papua

NEWS
Kapolri: Pilot dan Penumpang Susi Air yang Diamankan KBB Papua Sedang Dicari

Kapolri: Pilot dan Penumpang Susi Air yang Diamankan KBB Papua Sedang Dicari

NEWS
Gempa Turki, 104 WNI Tak Punya Tempat Tinggal Layak dan Segera Dievakusi ke Ankara

Gempa Turki, 104 WNI Tak Punya Tempat Tinggal Layak dan Segera Dievakusi ke Ankara

NEWS
Dubes RI: Gempa Turki, Ibu dan 2 Anak dari Indonesia Hilang Kontak

Dubes RI: Gempa Turki, Ibu dan 2 Anak dari Indonesia Hilang Kontak

NEWS
Erick Thohir Jelaskan ke Jokowi Simbol Baju Banser yang Dipakainya Saat Puncak 1 Abad NU

Erick Thohir Jelaskan ke Jokowi Simbol Baju Banser yang Dipakainya Saat Puncak 1 Abad NU

NEWS
Video Membeludaknya Warga Nahdliyin di Puncak 1 Abad NU

Video Membeludaknya Warga Nahdliyin di Puncak 1 Abad NU

NEWS

BERITA TERKINI

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon