Logo BeritaSatu

WHO Sebut Kasus Cacar Monyet Global Tembus 18.000

Kamis, 28 Juli 2022 | 10:45 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Jenewa, Beritasatu.com- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kasus cacar monyet sudah lebih dari 18.000 kasus dan telah dilaporkan di 78 negara. Seperti dilaporkan VoA, Rabu (27/7/2022), hal itu disampaikan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Tedros merilis informasi tersebut selama pidato pembukaan di pembaruan Covid-19 regulernya. Dia mengatakan ada lima kematian cacar monyet sementara 10% kasus dirawat di rumah sakit.

Tedros mengatakan wabah itu dapat diatasi selama negara, komunitas, dan individu mengambil risiko virus dengan serius.

Saat ini, 98% kasus terjadi pada pria yang berhubungan seks dengan pria lain. Direktur jenderal merekomendasikan mereka mengurangi jumlah pasangan seksual.

Tedros juga menekankan pentingnya tidak melakukan diskriminasi terhadap suatu populasi, karena segala bentuk stigma atau kebencian “bisa sama berbahayanya dengan virus apa pun dan dapat memicu wabah.”

Cacar monyet yang dinyatakan WHO sebagai darurat global minggu lalu, dapat menyebar dari orang ke orang melalui kontak seksual, ciuman, pelukan dan melalui pakaian, handuk, dan seprai yang terkontaminasi.

WHO merekomendasikan vaksinasi yang ditargetkan untuk mereka yang telah terpapar dan bagi mereka yang berisiko tinggi terpapar, seperti petugas kesehatan, pekerja laboratorium, dan mereka yang memiliki banyak pasangan seksual. WHO menentang rencana vaksinasi massal saat ini.

Vaksin cacar, yang dikenal sebagai MVA-BN, telah disetujui untuk digunakan melawan cacar monyet di Kanada, Uni Eropa, dan Amerika Serikat. Meskipun demikian, WHO masih kekurangan data tentang efektivitas vaksin dan oleh karena itu mendesak semua negara yang menggunakan vaksin untuk membagikan datanya.

Vaksin cacar monyet dapat memakan waktu hingga beberapa minggu sebelum perlindungan berlaku, dan WHO menyarankan untuk terus mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari paparan.

WHO ingin negara-negara yang memiliki akses ke vaksin cacar untuk membaginya dengan mereka yang tidak.

Tedros mengatakan bahwa sementara vaksin akan menjadi alat penting, pengawasan, diagnosis dan pengurangan risiko tetap menjadi faktor kunci dalam mencegah penyebaran lebih lanjut.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Komnas HAM: Korban Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan 153 Orang

Komnas HAM mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperoleh hingga Minggu  pagi ini, korban tewas dalam tragedi Kanjuruhan mencapai 153 orang.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Penyelenggara Dapat Dipidanakan

Tragedi Kanjuruhan, pihak penyelenggara bisa dipidanakan karena kelalaian menyebabkan tewasnya pihak lain.

NEWS | 2 Oktober 2022

Gaji dan Tunjangan Makan PMI di Hong Kong Resmi Naik

Per 1 Oktober 2022 resmi gaji minimum dan uang tunjangan PMI yang bekerja di Hong Kong mengalami kenaikan.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Polri Turunkan Tim DVI ke Malang

Mabes Polri menurunkan Tim DVI ke Malang untuk mengusut tragedi di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 127 orang.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD Ungkap Panitia Abaikan Usulan Aparat

Mahfud MD mengungkapkan adanya faktor ulah panitia dalam Tragedi Kanjuruhan usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

NEWS | 2 Oktober 2022

Sedia Payung, Cuaca Jakarta Bakal Hujan dari Pagi hingga Malam

Cuaca Jakarta pada hari ini Minggu (2/10/2022) akan diwarnai hujan yang turun hujan ringan hingga sedang seharian.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Mahfud Sebut Korban Tewas karena Terinjak-injak

Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan korban yang berjatuhan dalam traegid di Stadion Kanjuruhan, Malang, akibat para korban terinjak-injak.  

NEWS | 2 Oktober 2022

Usut Tragedi Kanjuruhan, Mabes Polri: Tim Sedang Bekerja

Mabes Polri sebut tim dari kepolisian, TNI, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sedang bekerja mengusut tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022

Ditolak PM Inggris, Raja Charles III Batal ke KTT Iklim di Mesir

Raja Charles III tidak akan melakukan perjalanan ke KTT iklim COP27 bulan depan di Mesir setelah PM Inggris Liz Truss "menolak".

NEWS | 2 Oktober 2022

Pendidikan Ala Pendiri NU Jadi Inspirasi Menteri Nadiem

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim mengaku terinspirasi dengan model pendidikan yang diterapkan pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari.  

NEWS | 2 Oktober 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tragedi Kanjuruhan, Penyelenggara Dapat Dipidanakan

Tragedi Kanjuruhan, Penyelenggara Dapat Dipidanakan

NEWS | 9 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings