Logo BeritaSatu

Perubahan Iklim Jadi Penyebab Utama Gelombang Panas di Inggris

Sabtu, 30 Juli 2022 | 10:01 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

London, Beritasatu.com- Perubahan iklim menjadi penyebab paling potensial dari gelombang panas yang menghanguskan Inggris, pekan lalu. Seperti dilaporkan Reuters, Kamis (28/9/2022), para ilmuwan melaporkan gelombang panas terjadi setidaknya 10 kali lebih mungkin karena perubahan iklim.

Pada 19 Juli, suhu naik di atas 40 derajat celsius di Bandara Heathrow dan rekor dipecahkan di 46 stasiun pemantauan lokal di seluruh negeri. Panggilan darurat untuk ambulans melonjak dan serangkaian kebakaran rumput terjadi di sekitar London.

Menurut para ilmuwan, tanpa perubahan iklim yang disebabkan manusia, yang telah menghangatkan dunia 1,2 derajat celsius di atas suhu pra-industri, peristiwa seperti itu akan sangat tidak mungkin.

"Kita hidup di dunia di mana suhu meningkat sangat cepat. Pada 1,3 derajat celsius atau 1,4 derajat celsius, kejadian seperti ini sudah jauh lebih jarang terjadi," kata Friederike Otto, ilmuwan iklim di Imperial College London.

Perubahan iklim membuat gelombang panas lebih sering dan lebih parah, menurut World Weather Attribution, satu kolaborasi penelitian internasional yang mengungkap peran perubahan iklim dalam peristiwa ekstrem.

Untuk menentukan bagaimana perubahan iklim memengaruhi peluang gelombang panas spesifik ini di Inggris, 21 ilmuwan iklim dari World Weather Attribution, termasuk Otto, melakukan analisis cepat terhadap peristiwa tersebut menggunakan data cuaca dan simulasi komputer untuk membandingkan iklim saat ini dengan masa lalu.

Sebelum revolusi industri dan munculnya emisi pemanasan planet, mereka menemukan bahwa gelombang panas akan jauh lebih kecil kemungkinannya terjadi dan akan menjadi 4 derajat celsius lebih dingin.

Namun, para ilmuwan menambahkan bahwa perkiraan mereka konservatif, karena suhu ekstrem di Eropa barat telah meningkat lebih dari yang disimulasikan oleh model iklim mereka.

"Model iklim memiliki bias sistematis karena mereka meremehkan tren suhu ekstrem di musim panas di Eropa barat karena perubahan iklim," kata Otto.

Pada Mei, World Weather Attribution mencatat bahwa gelombang panas Asia Selatan pada bulan Maret dan April tahun ini telah dibuat 30 kali lebih mungkin karena perubahan iklim. Sementara gelombang panas tahun lalu di Pacific Northwest akan "hampir tidak mungkin" tanpa perubahan iklim.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Mendag Zulhas Usulkan Rp 100 Triliun Serap Hasil Petani

Mendag Zulkifli Hasan mengusulkan anggaran sebesar Rp 100 triliun per tahun untuk menyerap komoditas bahan pokok hasil para petani.

NEWS | 25 September 2022

32 Pasien Covid-19 Jalani Perawatan di RSDC Wisma Atlet

Pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, hingga hari ini Minggu (25/9/2022) tersisa 32 orang.

NEWS | 25 September 2022

Puisi Terakhir Karya Prof Samekto Dibacakan, Pelayat Menitikkan Air Mata

Saat puisi terakhir karya Prof Samekto dibacakan, para pelayat menitikkan air mata. Samekto Wibowo meninggal karena terseret ombak.

NEWS | 25 September 2022

Guru Besar UGM Meninggal Terseret Ombak, Ini Imbauan BNPB

Terkait periwisata guru besar UGM yang meninggal terseret ombak, BNPB mengingatkan masyarakat terkait keamanan berwisata di pantai.

NEWS | 25 September 2022

Jelang Kunjungan Kamala Harris, Korut Lepas Rudal Balistik

Jelang kunjunan Wapres AS Kamala Harris, Korut menembakkan rudal balistik ke arah timur di lepas pesisir pantai pada Minggu (25/9/2022).

NEWS | 25 September 2022

Perubahan Jam Kerja Dinilai Belum Maksimal Kurangi Kemacetan Jakarta

Rekayasa lalu lintas seperti pengaturan jam kerja tidak bisa dijadikan satu-satunya tumpuan kebijakan dan belum maksimal kurangi kemacetan di Jakarta.

NEWS | 25 September 2022

Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster Hari Ini Sebanyak 44.853

Update vaksinasi Covid-19 dosis booster atau dosis ketiga diberikan kepada 44.853 orang pada hari ini, Minggu (25/9/2022).

NEWS | 25 September 2022

UGM Beri Penghormatan Terakhir Guru Besar yang Meninggal Terseret Ombak

UGM memberikan penghormatan terakhir kepada guru besar Fakultas Kedokteran Prof Samekto Wibowo yang meninggal dunia setelah terseret ombak.

NEWS | 25 September 2022

Gubernur Lukas Enembe Disebut Bermain Judi di Tiga Negara

Gubernur Papua, Lukas Enembe diduga pernah berjudi di tiga negara berdasarkan informasi dari orang-orang terdekatnya.

NEWS | 25 September 2022

Update Covid-19: Kasus Positif Hari Ini Naik 1.411

Update Covid-19 pada hari ini, Minggu (25/9/2022), kasus positif mengalami kenaikan sebanyak 1.411 kasus.

NEWS | 25 September 2022


TAG POPULER

# OTT Hakim Agung


# Penipuan Jam Tangan


# Pertalite


# Curacao


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Wenger: Arsenal Berpeluang Juarai Liga Inggris Musim Ini

Wenger: Arsenal Berpeluang Juarai Liga Inggris Musim Ini

BOLA | 2 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings