Logo BeritaSatu

Rusia Jatuhkan Denda pada Perusahaan Teknologi AS

Sabtu, 30 Juli 2022 | 12:28 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Moskwa, Beritasatu.com- Rusia menjatuhkan denda pada perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS). Seperti dilaporkan RT, Kamis (28/7/2022), Tinder, bersama dengan WhatsApp dan Snapchat, telah diperintahkan untuk membayar jutaan rubel karena menolak mematuhi undang-undang pelokalan data Rusia.

Pengadilan Moskwa telah mendenda entitas yang memiliki platform media sosial populer Snapchat, Tinder dan WhatsApp karena menolak untuk melokalkan data pengguna Rusia di negara itu, menurut laporan dari ruang sidang pada Kamis. Ketiga platform tersebut dimiliki oleh perusahaan yang berbasis di negara bagian California, AS.

Tinder telah diperintahkan untuk membayar 2 juta rubel (US$ 33.300 atau Rp 493 juta) dan Snapchat telah didenda 1 juta rubel (US$ 16.000 atau Rp 237 juta) karena penolakan mereka untuk mengikuti undang-undang pelokalan data Rusia. Sementara itu, WhatsApp telah ditemukan berulang kali melanggar hukum dan telah ditampar dengan denda maksimum 18 juta rubel (US$300.000 atau Rp 4,4 miliar).

Pengadilan Dunia Distrik Tagansky Moskwa meluncurkan kasus terhadap pemilik Whatsapp, Spotify, Tinder, dan Snapchat awal bulan ini karena melanggar undang-undang Rusia yang mengharuskan operator untuk memastikan bahwa perekaman, sistematisasi, akumulasi, penyimpanan, klarifikasi (pembaruan, perubahan) atau ekstraksi data pribadi warga negara Federasi Rusia dilakukan menggunakan basis data yang berlokasi di Rusia.

Denda karena melanggar undang-undang ini dapat berkisar antara 1-6 juta rubel (US$16.600-US$100.000), sementara pelanggaran berulang dapat menghabiskan biaya hingga 18 juta rubel.

Roskomnadzor, pengawas internet dan media nasional Rusia, sebelumnya telah melaporkan bahwa sekitar 600 kantor perwakilan perusahaan asing seperti Apple, Microsoft, Samsung, PayPal, Booking dan LG, antara lain, telah melokalkan penyimpanan data pribadi pengguna Rusia.

Namun, sejumlah situs jejaring sosial, terutama LinkedIn, telah diblokir di Rusia karena menolak mengikuti persyaratan pelokalan.

Rusia telah mengambil sikap tegas terhadap cara perusahaan teknologi asing beroperasi di negara itu dan sangat kritis terhadap bagaimana platform asing mendistribusikan konten secara daring.

Pada bulan Maret, Rusia melarang Facebook dan Instagram setelah menunjuk pemiliknya, raksasa teknologi AS Meta, satu organisasi ekstremis karena menolak untuk menghapus apa yang dianggap Moskwa sebagai konten palsu tentang konflik di Ukraina, menyerukan protes ilegal, serta pidato kebencian yang ditargetkan. terhadap warga negara Rusia.

Google juga telah beberapa kali menjadi sasaran otoritas Rusia. Baru minggu lalu, ia didenda US$ 366 juta (Rp 5,4 triliun) karena berulang kali gagal menghapus informasi "menyesatkan" di YouTube mengenai serangan militer Rusia di Ukraina.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ke Museum Nias, Ganjar Diberi Alat Musik Tutuhao dan Buku

Gubernur Jateng menerima alat musik tradisional khas Nias Tutuhao dan sebuah buku saat berkunjung ke Museum Nias.

NEWS | 26 September 2022

Interpol Buru Pendiri Mata Uang Kripto Terra/Luna

Interpol telah mengeluarkan surat pemberitahuan merah (red notice) untuk pendiri mata uang kripto Terra/Luna asal Korea Selatan.

NEWS | 26 September 2022

Soal Shadow Team Kemendikbudristek, Nadiem Akui Salah Sebut

Nadiem Makarim mengakui bahwa penyebutan shadow team Kemendikbudristek adalah sebuah kesalahan. Pasalnya, tim dimaksud adalah vendor di bawah PT Telkom.

NEWS | 26 September 2022

Prabowo Ingatkan Cak Imin Soal Kesepakatan jika Ingin Jadi Cawapres Puan

Prabowo Subianto menanggapi keinginan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang ingin menjadi cawapres Ketua DPP PDIP Puan Maharani.

NEWS | 26 September 2022

Terakhir di Era Mussolini, Italia Bakal Dipimpin Pemerintahan Sayap Kanan

Giorgia Meloni mengklaim kemenangan dalam pemilihan umum yang menandai kembalinya pemerintahan sayap kanan sejak era Benito Mussolini.

NEWS | 26 September 2022

Melek Hukum Lewat Bantuan Teknologi di Platform Reg-tech

Platform Hukumonline bertujuan untuk menjadi solusi satu atap bagi praktisi hukum Indonesia.

NEWS | 26 September 2022

Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Pakistan

Indonesia mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk meringankan beban masyarakat Pakistan yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.

NEWS | 26 September 2022

Kecelakaan di Ruas Tol Jakarta Outer Ring Road, 2 Tewas

Dua orang tewas dalam kecelakaan di ruas jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Km 05.800 B, Senin (26/9/2022) pagi.

NEWS | 26 September 2022

Covid-19 Melandai, Epidemiolog: Pemakaian Masker Masih Diperlukan

Pencabutan aturan penggunaan masker di beberapa negara bukan penanda pandemi Covid-19 telah berakhir.

NEWS | 26 September 2022

Presiden Jokowi Perintahkan Mahfud MD Reformasi Hukum

Presiden Jokowi memerintahkan Menko Polhukam Mahfud MD untuk mereformasi hukum menyusul OTT hakim agung MA Sudrajad Dimyati oleh KPK. 

NEWS | 26 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Lukas Enembe Main Judi Buat Cari Hiburan Saat Sakit

Lukas Enembe Main Judi Buat Cari Hiburan Saat Sakit

NEWS | 1 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings