Logo BeritaSatu

Gelombang Panas Meningkat di India, Kasus Kematian Turun

Kamis, 4 Agustus 2022 | 11:05 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

New Delhi, Beritasatu.com- Gelombang panas meningkat di India tetapi kasus kematian sebagai dampaknya cenderung turun. Seperti dilaporkan Reuters, Rabu (3/8/2022), pemerintah menambahkan kematian terkait panas telah turun dalam beberapa tahun terakhir.

India mengalami bulan Maret terpanas dalam lebih dari satu abad tahun ini dan suhu yang luar biasa tinggi pada bulan April dan Mei juga, terutama disebabkan oleh perubahan iklim. Pemerintah mengatakan gelombang panas biasa terjadi antara April dan Juni.

“Suhu rata-rata selama musim hujan ditemukan meningkat dalam dua dekade terakhir,” kata menteri ilmu pengetahuan dan teknologi dan ilmu bumi India, Jitendra Singh, kepada parlemen.

“Pemanasan Samudra Hindia tropis dan peristiwa El Nino yang lebih sering di masa depan dapat menyebabkan gelombang panas yang lebih sering dan tahan lama di India,” tambah Singh.

El Nino ditandai dengan pemanasan suhu permukaan laut di Pasifik. Ini menyebabkan hujan lebat dan banjir di Amerika Selatan dan cuaca panas di Asia dan bahkan Afrika timur.

Singh mengatakan suhu rata-rata India selama musim hujan Juni-September naik menjadi hampir 28,4 derajat Celcius (83,1 ° F) tahun lalu dari kurang dari 28 derajat celsius pada tahun 2001.

Kematian akibat gelombang panas, bagaimanapun, telah turun dalam beberapa tahun terakhir, menurut data yang diberikan oleh Singh kepada anggota parlemen yang mengutip laporan surat kabar.

Untuk tahun ini hingga Juli, India mencatat 24 kematian seperti itu, dibandingkan tidak sama sekali sepanjang tahun lalu, dan 25 pada tahun 2020. Angka itu berarti penurunan jika dibandingkan dengan angka tertinggi dalam beberapa tahun yaitu 505 kematian pada tahun 2019.

Menteri tidak mengatakan mengapa ada lebih sedikit kematian dalam beberapa tahun terakhir. Namun seorang pejabat pemerintah sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa sebagian besar negara bagian India sekarang memiliki rencana yang siap untuk mengubah waktu kantor dan sekolah serta jam kerja bagi para pekerja. Orang-orang bisa menghindari waktu terpanas dalam sehari dalam upaya untuk mengurangi eksposur.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa dari 1998-2017, lebih dari 166.000 orang meninggal karena gelombang panas secara global. Dikatakan, antara tahun 2030 dan 2050, perubahan iklim diperkirakan menyebabkan sekitar 250.000 kematian tambahan per tahun akibat kekurangan gizi, malaria, diare, dan tekanan panas.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Lesti Kejora Diisukan Akan Umrah untuk Tenangkan Diri

 Lesti Kejora dikabarkan akan umrah. Hal itu diungkapkan sahabat Lesti, Tiara Marleen dalam unggahan di media sosialnya, @Tiara_marleen1.

NEWS | 6 Oktober 2022

Akademisi PTIQ: Teladani Rasulullah dalam Praktik Bernegara

Abdul Muid Nawawi mengatakan, meneladani Rasulullah dalam hal berbangsa dan bernegara adalah akhlaknya.

NEWS | 6 Oktober 2022

Syngenta Perkenalkan Ekosistem Pertanian Centrigo di Indonesia

Centrigo menawarkan solusi menyeluruh dan terintegrasi dalam mengatasi hambatan untuk mencapai produktivitas dan keuntungan yang lebih tinggi.

NEWS | 6 Oktober 2022

Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 6 Oktober 2022

Berikut ini Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 6 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 6 Oktober 2022

Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 6 Oktober 2022

Berikut ini Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 6 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 6 Oktober 2022

Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 6 Oktober 2022

Berikut ini Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 6 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 6 Oktober 2022

Data Prevalensi Covid-19 di 10 Provinsi, 6 Oktober 2022

Berikut ini Data Prevalensi Covid-19 di 10 Provinsi, 6 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 6 Oktober 2022

Traktor Nusantara Luncurkan Fitur Keamanan Baru untuk Forklift

PT Traktor Nusantara meluncurkan teknologi terkini SEnS+ pada forklift seri 8FBE18 dalam pemeran Forklift Indonesia 2022.

NEWS | 6 Oktober 2022

Data Positivity Rate Covid-19 sampai 6 Oktober 2022

Berikut ini Data Positivity Rate Covid-19 sampai 6 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 6 Oktober 2022

Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi, 6 Oktober 2022

Berikut ini Data Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi, 6 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 6 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Daftar Korban Meninggal Kanjuruhan


# Jilat Kue HUT TNI


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kredit Usaha Rakyat Diharapkan Menyentuh Petani Kecil

Kredit Usaha Rakyat Diharapkan Menyentuh Petani Kecil

EKONOMI | 43 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings