Logo BeritaSatu

Prof Wiku: Kepatuhan Protokol Kesehatan di Tengah Masyarakat Rendah

Kamis, 4 Agustus 2022 | 21:28 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / CLA

Jakarta, Beritasatu.com - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, menyatakan kepatuhan protokol kesehatan (prokes) di tengah masyarakat secara nasional ada kecenderungan rendah.

“Tampak ada kecenderungan sikap setengah disiplin dalam menjalankan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan), yaitu sikap hanya menjalankan satu aspek prokes saja dari tiga aspek yang seharusnya tidak terpisahkan,” kata Wiku pada konferensi pers terkait; “Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia,” secara daring, Kamis, (4/8/2022).

Rendahnya kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan ini terlihat dari laporan-laporan kepatuhan di daerah yang juga semakin menurun. Tercatat, hanya 17 dari 34 provinsi yang pada pekan terakhir, yaitu antara tanggal 25--31 Juli 2022, melaporkan kepatuhan protokol kesehatan.

Dikatakan Wiku, berdasarkan laporan dari 17 provinsi tersebut, ada kecenderungan kepatuhan memakai masker yang lebih rendah dibandingkan dengan kepatuhan menjaga jarak. Pasalnya, dari 17 provinsi yang melapor pada pekan terakhir, lebih dari 40% kelurahan/desa tidak patuh memakai masker, sedangkan hanya 20% kelurahan/ desa tidak patuh menjaga jarak.

Selanjutnya, Wiku juga mengungkapkan lima provinsi dengan kasus positif Covid-19 tertinggi, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan, ternyata memiliki tingkat kepatuhan protokol kesehatan yang harus dievaluasi kembali.

“Salah satu yang terendah yaitu Provinsi Jawa Barat, hanya memiliki angka kepatuhan memakai masker dan menjaga jarak di bawah 20%,” ucapnya.

“Saya berharap ke depan baik masyarakat maupun aparat setempat, yang memiliki kewajiban mengawasi kedisiplinan protokol kesehatan, untuk sama-sama kembali membangun dan mengonsistenkan atmosfer kembali patuh, taat, dan tidak menyepelekan,” sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, Wiku menegaskan pentingnya protokol kesehatan dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Karena selain bisa menularkan orang lain, ketidakpatuhan terhadap PHBS juga berpotensi memiliki dampak jangka panjang atau long Covid-19 di kemudian hari.

“Perlu menjadi perhatian semua, beberapa penelitian sepakat bahwa jika kasus Covid-19 tidak terus ditekan, maka beban kesehatan masyarakat ke depannya akan semakin berat,” ujarnya.

Wiku menerangkan, bahwa beban kesehatan ini terjadi karena peningkatan jumlah kontrol medis lanjutan ke rumah sakit akibat gangguan kesehatan pascasembuh dari Covid-19. Adapun potensi tersebut akan lebih besar, jika sebelumnya pasien tersebut memiliki riwayat gangguan kesehatan mental.

"Jika kondisi ini tidak ditekan, maka akan berpotensi mengganggu kualitas hidup perseorangan,” ucapnya.

Untuk itu, Wiku menuturkan PHBS harus sebagai dasar kesehatan masyarakat jangka panjang. Gaya hidup PHBS ini budaya yang tidak mengenal batasan waktu, dan harus dijalankan dengan konsisten dan sempurna.

Menurutnya, kembali munculnya beberapa penyakit baru maupun yang sudah ada sebelumnya patut menjadi refleksi, pentingnya membudayakan PHBS dalam berbagai ragam aktivitas saat ini dan masa akan datang.

Dikatakan Wiku, negara yang kembali mengalami kenaikan kasus Covis-19 dipicu oleh pembebasan masker dan munculnya kembali gejala setelah sembuh.

Oleh karena itu, Wiku mendorong pemerintah untuk terus berupaya menyesuaikan berbagai kebijakan penanganan Covid-19, sehingga tetap adaptif. Baik dengan membaca data maupun observasi fakta dan menelaah studi ilmiah.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pelaku Bom Bunuh Diri Bandung, Kapolda: Bawa Dua Bom

Kapolda Jabar mengatakan pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung diduga membawa dua unit bom ke lokasi.

NEWS | 7 Desember 2022

Update Bom Bunuh Diri Bandung: 10 Korban Anggota Polisi dan 1 Sipil

Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Polisi Suntana menyebutkan ada 11 orang yang menjadi korban dalam peristiwa ledakan bom bunuh diri.

NEWS | 7 Desember 2022

Waspada, PVMBG: Gunung Semeru Masih Berstatus Awas

PVMBG Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melaporkan aktivitas Gunung Semeru masih ada pada level tertinggi yakni level IV atau Awas.

NEWS | 7 Desember 2022

Bom Bunuh Diri Bandung, Polda Jatim Perketat Penjagaan

Polda Jatim memperketat penjagaan pasca-ledakan bom bunuh diri meledak di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022).

NEWS | 7 Desember 2022

Olah TKP, Benny Ali Lihat Senpi di Pinggang Bharada E

Benny Ali mengungkapkan dirinya sempat melihat adanya senjata api (senpi) masih berada di pinggang Bharada E saat olah TKP kasus pembunuhan Brigadir J.

NEWS | 7 Desember 2022

Bom Bunuh Diri, IPW: Waspadai Aksi Lone Wolf Jelang Pernikahan Kaesang

Polri diimbau mewaspadai aksi lone wolf usai bom bunuh diri Bandung menjelang tanggal 10 Desember 2022 yaitu hari pernikahan Kaesang Pangarep.

NEWS | 7 Desember 2022

Kemendikbudristek: Guru Harus Perhatikan Kemampuan Siswa Dibanding Kurikulum

Guru di sejumlah daerah dinilai masih fokus dalam merampungkan target kurikulum dibanding memperhatikan kemampuan siswa.

NEWS | 7 Desember 2022

Pertokoan Sekitar Astana Anyar Bandung Tutup Pasca-Bom Bunuh Diri

Pertokoan di sekitar Jalan Astana Anyar dan Kantor Polsek Astana Anyar Kota Bandung, Jawa Barat, memutuskan untuk menutup toko mereka pasca-bom bunuh diri.

NEWS | 7 Desember 2022

Benny Ali Sebut Ferdy Sambo Sadar Buat Anggota Polisi Menderita

Benny Ali menyebut Ferdy Sambo telah menyadari ulahnya membuat banyak personel kepolisian menderita.

NEWS | 7 Desember 2022

Wajah Richard, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf Tampak Stres Saat Dicecar Benny Ali

Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf tampak stres saat dicecar oleh Benny Ali.

NEWS | 7 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# Ferdy Sambo


# Gempa Cianjur


# Pernikahan Kaesang


# KKB Tembak Mati


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Pelaku Bom Bunuh Diri Bandung, Kapolda: Bawa Dua Bom

Pelaku Bom Bunuh Diri Bandung, Kapolda: Bawa Dua Bom

NEWS | 37 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE